3 Tipe Wisata Paling Diminati Selama Pandemi

3 Tipe Wisata Paling Diminati Selama Pandemi
info gambar utama

Pandemi virus corona telah mengubah banyak hal. Banyak kegiatan sehari-hari seperti sekolah dan bekerja yang harus dilakukan dari rumah, orang-orang disarankan untuk selalu berada di rumah saat tak ada kegiatan yang memang memaksa harus bepergian, ditambah lagi banyak tempat liburan terpaksa ditutup demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

Salah satu industri yang terkena dampak pahit pandemi adalah sektor pariwisata. Karena orang tak bisa bepergian, banyak tempat wisata sepi pengunjung. Momen-momen selama pandemi ini pada akhirnya mengantarkan kita pada babak baru, yaitu berlibur dengan cara berbeda.

Berikut beberapa model liburan di era baru yang layak untuk dicoba demi menambah pengalaman Anda:

Liburan virtual

Selama pandemi, banyak tempat wisata seperti museum dan galeri seni ditutup atau menerapkan sistem pembatasan pengunjung. Tak perlu jauh-jauh bepergian langsung ke lokasi, kini Anda bisa jalan-jalan secara virtual untuk merasakan pengalaman baru.

Di Indonesia sendiri, sudah cukup banyak tempat wisata yang menyediakan fasilitas liburan virtual, misalnya Monumen Nasional, Museum Kepresidenan Balai Kirti, Museum Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Basuki Abdullah, Museum Benteng Vredeburg, Galeri Nasional, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Balai Konservasi Borobudur, Yayasan Biennale Yogyakarta, dan Agung Rai Museum of Art.

Pada skala global, ada Museum Louvre, The British Museum, National Gallery of Art - Washington, Museum de Arte de Sao Paulo, The J. Paul Getty Museum - Los Angeles, Van Gogh Museum - Amsterdam, Museum of Modern and Contemporary Art - Seoul, Guggenheim Museum - New York, Atlanta Zoo, Sydney Opera House, Tembok Besar China, Menara Liberty, Tembe Elephant Park, Afrika Selatan, dan Disney Florida dan California.

Baca juga Asal-Usul Sungai Citarum, Sungai Terpanjang di Tanah Pasundan

Voluntourism

Tren wisata lain yang bisa dicoba saat pandemi adalah voluntourism. Istilah ini diambil dari kata volunteer dan tourism yang memiliki makna melakukan perjalanan wisata sambil menjadi sukarelawan dalam kegiatan sosial.

Umumnya, kegiatan sosial yang dilakukan antara lain membersihkan lingkungan di tempat wisata seperti pantai, mengajar, memberdayakan masyarakat lokal, atau menyediakan layanan kesehatan.

Voluntourism sendiri dianggap berkontribusi pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar tempat wisata. Para pengunjung pun tak hanya sekedar senang-senang saat berwisata, tapi memberi dampak positif pada sesama.

Rizki Handayani selaku Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, mengatakan bahwa ke depannya tren pariwisata tak hanya sekadar jalan-jalan, tapi juga memberi manfaat pada destinasi itu sendiri.

“Jadi, sekarang trennya adalah anak-anak muda datang sebagai voluntourism dalam rangka menciptakan rasa kepedulian terhadap alam dan budaya destinasi wisata Indonesia. Voluntourism mengandung makna wisatawan yang bertanggungjawab, dengan melakukan kegiatan pariwisata sambil menjadi sukarelawan," kata Rizki seperti dikutip Kumparan.com.

Baca juga Beragam Alasan Mengapa Bali Selalu Menarik Perhatian Wisatawan

Wisata alam

Selama pandemi, orang-orang menjadi lebih ragu untuk bepergian ke tempat wisata dalam ruangan. Banyak orang kemudian mencari alternatif wisata alam dengan pertimbangan ruang terbuka luas dengan udara segar.

Maka tak heran, tempat seperti pantai, danau, gunung, taman kota, area perhutanan, hingga air terjun semakin ramai dikunjungi.

Menurut Direktur Kajian Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Wawan Rusiawa, destinasi wisata alam akan jadi primadona pasca Covid-19.

“Tempat wisata alam lebih populer. Kemenparekraf tentu saja harus memberi fokus yang lebih dominan untuk membenahi destinasi wisata alam karena itu akan jadi primadona pasca Covid-19,” katanya kepada Kompas.com.

Baca juga Cerita Pondok Kopi, Perkebunan Kopi Pertama Belanda di Tanah Jawa

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini