Pelesiran ke Desa Mas di Ubud, Kampungnya Para Seniman Bali

Pelesiran ke Desa Mas di Ubud, Kampungnya Para Seniman Bali
info gambar utama

Daya tarik Pulau Bali dengan keindahan alamnya memang selalu menarik minat wisatawan. Dari pantai, gunung, danau, hingga air terjun seringkali jadi tujuan wisata utama saat mengunjungi Pulau Dewata tersebut. Namun, jangan lupa kalau Bali juga memiliki sentra kerajinan yang patut diapresiasi. Salah satunya adalah Desa Mas yang berlokasi di Ubud, Kabupaten Gianyar.

Kerajinan di Desa Mas

Desa Mas terkenal sebagai penghasil kerajinan berupa patung dan ukiran dari bahan kayu. Di sana juga mudah menemukan toko-toko seni yang menjual hasil kerajinan para seniman lokal. Anda bisa menemukan berbagai kerajinan dari bahan kayu, batu, pasir, tanah, kaca, aluminium, tembaga, hingga kulit. Tak cuma patung, di sana juga ada pengrajin batik, topeng, dan wayang Bali.

Pengunjung pun bisa menyaksikan langsung para seniman yang sedang mengerjakan pahatan, ukiran, atau membuat patung.

Untuk kerajinan patung kayu, dimensinya luas dan beragam. Anda bisa menemukan kerajinan berukuran kecil hingga sangat besar. Ada juga patung yang difungsikan untuk persembahyangan, representasi kehidupan masyarakat Bali sehari-hari, hingga karya abstrak sebagai wujud imaginasi seniman yang tanggap akan hakikat, dinamika, dan filosofi kehidupan.

Jenis kayu yang digunakan pun bervariasi, mulai dari kayu dari kayu suar dari Jawa dan Kalimantan, serta kayu meranti, waru, bonggol jati, eboni, dan sonokeling dari luar Bali.

Setelah berkeliling melihat hasil karya para seniman, Anda juga bisa sejenak bersantai menikmati pemandangan Desa Mas yang indah dan asri. Perpaduan seni budaya dan alam yang indah ini merupakan aktualisasi dari konsep orang Bali, yaitu Tri Hita Karana yang artinya kehidupan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.

Lokasi Desa Mas juga terbilang strategis dan dekat dengan tempat wisata populer, seperti Tegalalang, Goa Gajah, dan Kintamani. Jika sedang menjelajahi kawasan wisata tersebut, jangan lupa mampir ke Desa Mas untuk melihat-lihat serta membeli produk kriya hasil pengrajin lokal.

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Desa Mas terpilih dalam kegiatan sosialiasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang digelar Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif. Acara tersebut merupakan program pengembangan pariwisata di Tanah Air dengan tema “Indonesia Bangkit”.

"Kami harapkan program ini mampu mewujudkan visi Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah serta kesejahteraan rakyat," kata Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno, seperti dikutip cnnindonesia.com.

Kegiatan sosialisasi di Desa Mas ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa desa ini memang dikenal sebagai “rumah” bagi para seniman dan pemahat sejak tahun 1930. Bahkan, hasil kerajinan dari desa ini telah terkenal sampai ke Eropa dan Amerika Serikat.

Desa Mas sendiri memang merupakan perkampungan bagi para seniman Ubud yang punya potensi besar di bidang seni dan budaya, yang jadi salah satu daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Dikatakan Sandiaga lebih lanjut, ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 menjadi upaya untuk mendorong desa-desa wisata agar berbenah dan turut serta dalam program ini. Tujuannya untuk membangkitkan perekonomian sektor wisata di Indonesia.

“Desa wisata menjadi cerminan kebangkitan ekonomi di tengah hantaman pandemi Covid-19 yang juga berimbas pada ekonomi dan wisata," jelasnya.

Pada pelaksanaannya, akan ada tujuh kategori Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, yaitu CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment), desa digital suvenir (kriya, kuliner, dan fesyen), daya tarik wisata (alam, buatan, budaya), konten kreatif, homestay, dan toilet.

"Kategori tersebut diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan dan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas yang dapat diikuti oleh semua desa di Indonesia," tambah Sandiaga.



Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini