Implementasi AIoT dan Konektivitas 5G dalam Era Teknologi Baru di Indonesia

Implementasi AIoT dan Konektivitas 5G dalam Era Teknologi Baru di Indonesia
info gambar utama

Tak mengenal henti kemajuan teknologi yang hadir setiap waktu, selalu ada saja ragam hal baru yang diperkenalkan bersamaan dengan harapan akan datangnya kemajuan dan era kehidupan yang semakin terbantu berkat berbagai kecanggihan yang dimiliki oleh rangkaian teknologi baru yang dimiliki.

Seperti yang hadir di Indonesia belum lama ini dan masih akan mengundang perhatian setidaknya dalam beberapa waktu ke depan, yaitu konektivitas 5G sebagai generasi kelima jaringan seluler yang digadang-gadang akan memberikan kualitas lebih baik dari generasi sebelumnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), bahkan mengklaim kehadiran konektivitas 5G diharapkan dapat mendukung jalannya keberlangsungan transformasi digital di tanah air serta mewujudkan era komunikasi yang baru.

Seakan belum cukup dengan konektivitas 5G yang sejatinya saat ini masih terus dalam upaya dihadirkan merata secara berkala, jenis teknologi lain yang tak kalah gencar digaungkan ialah AIoT, yang merupakan gabungan dari Artificial Intelligence (AI) atau lebih banyak dikenal dengan istilah kecerdasan buatan, dan Internet of Things (IoT). Apa sebenarnya makna dari teknologi yang merupakan gabungan dari dua istilah yang sebelumnya sudah cukup lama hadir ini?

Baca juga Termasuk Indonesia, Ini Daftar Negara yang Sudah Terhubung dengan Jaringan 5G

Konsep gabungan Artificial Intelligence dan Internet of Things

Kecerdasan buatan (AI), sejatinya adalah simulasi kecerdasan yang dimiliki oleh manusia dan ditanamkan kepada suatu sistem teknologi, dalam hal ini mesin komputer atau perangkat tertentu yang bisa diatur dalam konteks ilmiah.

Berbagai mesin atau perangkat yang dibekali dengan kecerdasan buatan diharapkan dapat melakukan suatu pekerjaan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia, menjadi bisa dilakukan secara otomatis guna terciptanya efisiensi dan efektivitas, khususnya dalam industri yang membutuhkan bantuan teknologi.

Faktanya, banyak di antara kita yang sampai saat ini masih belum menyadari bahwa hal-hal sederhana terkait teknologi yang selama ini digunakan pada dasarnya merupakan wujud nyata dari AI, salah satunya cara kerja mesin pencari.

Seperti yang sudah banyak diketahui, bahwa mesin pencari layaknya Google memiliki sistem untuk mengetahui hal apa saja yang paling banyak dilakukan oleh pengguna di seluruh belahan dunia, termasuk hal spesifik yang ingin diketahui oleh tiap orang tertentu. Dalam sistem tersebut ditanamkan kecerdasan buatan yang akan bekerja dan mempelajari pola yang ada, untuk dihadirkan sebagai rekomendasi kepada pengguna lain yang ingin melakukan hal serupa.

Karena itu, tidak heran jika selama ini pada saat pengguna ingin melakukan pencarian di mesin pencari hanya dengan mengetik satu atau dua kata kunci di awal kalimat, akan langsung muncul berbagai rekomendasi yang tak jarang menunjukkan apa yang memang pengguna inginkan, hal tersebut menciptakan efisiensi dan efektivitas yang diharapkan membantu manusia lebih mudah dalam pemanfaatan teknologi yang ada.

Baca juga AI Vision Karya ITB, Kecerdasan Buatan untuk Menghadapi Kenormalan Baru

Sedangkan dari segi implementasi yang tidak lagi sederhana dan spesifik mempelajari pola pengguna teknologi tertentu, contoh kehadiran AI dapat dijumpai pada keberadaan asisten virtual berupa Siri atau Google Assistant, rekomendasi platform marketplace, dan masih banyak lagi.

Sementara itu di sisi lain, Internet of Things (IoT) yang kerap kali dikenal dengan istilah Internet untuk segala kebutuhan, nyatanya menjadi hal penting dan erat kaitannya dalam keberadaan dan cara kerja AI.

IoT pada dasarnya merupakan kemampuan dari koneksi internet yang dapat membuat berbagai objek (diharapkan tidak hanya perangkat teknologi) dapat mentransmisikan atau mengirim data secara nirkabel dengan mengandalkan jaringan, sehingga terhubung satu sama lain dan menciptakan integrasi yang dapat semakin menunjang mobilitas penggunanya.

AI dan IoT menjadi satu kesatuan yang penting dan tidak terpisahkan keberadaannya pada beberapa kemajuan teknologi yang ada saat ini, terutama di Indonesia. Jika IoT berperan mentransmisikan data dari satu perangkat ke perangkat lain dengan hanya mengandalkan jaringan internet, maka tugas AI selanjutnya adalah mengolah data yang sudah didapatkan berkat IoT untuk memberikan hasil akhir yang diharapkan oleh pengguna. Kolaborasi itu lazim dikenal sebagai AIoT.

Baca juga Penggunaan Ekosistem IoT di Indonesia Diprediksi Bakal Meningkat

Ilustrasi Smart Home
info gambar

Sebagai contoh, Smart Home merupakan salah satu bentuk nyata dari implementasi AIoT yang saat ini sudah hadir di Indonesia, walau keberadaannya masih belum menjadi hal yang umum.

Sekadar informasi, Smart Home sendiri merupakan keberadaan rumah berbasis teknologi di mana sebagian besar perangkat elektronik di dalamnya dapat dikendalikan secara nirkabel dan dapat melakukan hal tertentu berdasarkan perintah yang diberikan.

Vendor penghadir teknologi AIoT di Indonesia

Bicara soal vendor atau pihak yang mulai serius menghadirkan teknologi AIoT di tanah air, rasanya tidak akan jauh dari keberadaan berbagai perusahaan teknologi dengan sederet perangkat pendukung baik berupa ponsel atau wearable device yang sudah rilis di Indonesia.

Sebagaimana keberlangsungan sistem AIoT yang pada dasarnya memanfaatkan ponsel pintar sebagai pengendali perangkat lain, ada dua perusahaan teknologi yang dalam beberapa tahun terakhir aktif menghadirkan lini perangkat yaitu Realme dan Xiaomi.

Di awal tahun 2020, Realme sudah membenamkan teknologi AIoT di beberapa perangkat ponsel dan jam tangan pintar besutannya. Melalui perangkat tersebut, pengguna dapat mengoperasikan semua produk AIoT melalui Google Assistant dan layar sentuh hanya melalui ponsel, earphone, dan jam tangan pintar.

Dalam praktiknya, dengan ponsel Realme dan jam tangan pintar yang dibekali teknologi AIoT, pengguna bisa meminta Google Assistant untuk menjalankan perintah seperti menghidupkan TV dan mematikan lampu secara otomatis dengan mudah.

Baca juga Mengintip Jam Tangan Pintar Realme Watch S Pro yang Resmi Hadir di Indonesia

Di sisi lain, Xiaomi rupanya tak mau kalah. Perusahaan teknologi ini memang diketahui memiliki lini bisnis di bidang peralatan rumah tangga yang berbasis teknologi, beberapa di antaranya yaitu Mi Smart Home Kit, Home Security Camera 360, dan Smart Alarm, yang semuanya sudah menerapkan sistem AIoT.

Bukan hanya raksasa teknologi di bidang perangkat komunikasi, pemain lain di industri perlengkapan rumah tangga asal Jepang yaitu Sharp, di tahun 2020 lalu juga menghadirkan teknologi AIoT di Indonesia melalui berbagai perangkat rumah tangga yang dimiliki, salah satunya yaitu Android TV dengan Google Assistant yang dapat menerima perintah suara dari penggunanya melalui remote.

Tentu, saat ini ada banyak perangkat teknologi berbekal kemampuan AIoT yang sebenarnya sudah dimiliki oleh segelintir orang, hanya saja belum ada kesadaran secara penuh bahwa teknologi yang digunakan merupakan salah satu contoh dari penerapan teknologi AIoT.

Peran konektivitas 5G dalam implementasi AIoT

Berkaitan dengan kehadiran konektivitas 5G di Indonesia baru-baru ini, mengapa keberadaannya bisa menjadi penting dalam implementasi AIoT di tanah air?

Sebagaimana yang banyak disebutkan, bahwa 5G menawarkan kecepatan konektivitas yang lebih mumpuni dibanding generasi sebelumnya. Berangkat dari hal tersebut, maka sudah pasti jika keunggulan yang dimiliki oleh konektivitas 5G dapat memberikan kemajuan yang cukup besar dalam AIoT untuk dapat bisa mentransmisikan data dengan berbagai perangkat secara cepat dan tepat.

Baca juga Wajib Tahu, Ini Fakta Jaringan 5G yang Resmi Hadir di Indonesia

Apabila konektivitas 5G di Indonesia sudah dapat dinikmati secara merata, maka bukan tidak mungkin jika hal tersebut akan sejalan dengan semakin banyaknya implementasi AIoT dan kemajuan teknologi yang bisa menghadirkan kemudahan dari segi teknologi tidak hanya bagi pemerintah, melainkan juga bagi masyarakat dalam berbagai aspek yang membutuhkan bantuan teknologi yang mumpuni layaknya AIoT.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini