Ciri dan Karakteristik Batik Madura, Berwarna Berani dan Kuat

Ciri dan Karakteristik Batik Madura, Berwarna Berani dan Kuat
info gambar utama

Penulis: Ega Krisnawati

#WritingChallenge#InspirasidariKawan#NegeriKolaborasi

Sejak lama, batik sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Batik adalah bentuk kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi Sebenarnya, batik sudah menjadi pakaian tradisional yang menasional. Hal tersebut disebabkan, karena batik wajib dikenakan pada setiap acara besar dan di hari-hari tertentu.

Dilansir dari jurnal milik Suminto (2015), Indonesia memiliki banyak motif dan corak batik dengan makna filosofis di dalamnya. Helen Ishwara dalam bukunya yang berjudul Benang Raja juga menyebutkan bahwa metode membatik sebenarnya sudah dikenal sejak lama dengan cara yang berbeda sesuai jamannya.

Inti dari membuat batik, yaitu menciptakan ragam hias pada kain dengan metode merintang warna. Caranya adalah membuat gambar pada kain dengan zat yang tidak tembus cairan pencelup warna. Setelah itu, zat perintang warnanya dirontokkan agar motifnya tampak.

Baca juga: Kisah Diplomasi Batik Merentang dari Afrika hingga Korsel

Meski kata “batik” berasal dari bahasa Jawa, tapi kehadirannya tidak tercatat dengan pasti. Menurut seorang peneliti bernama G.P Rouffaer, teknik batik kemungkinan diperkenalkan oleh orang India atau Sri Lanka pada abad keenam atau ketujuh oleh para pedagang yang mendarat di sekitar pesisir Indonesia, salah satunya Madura.

Melansir Batik Kompas, batik Madura bukan hanya memiliki keindahan, tapi juga cerminan watak Madura. Keberanian dan ketegasan orang Madura memunculkan warna-warna berani. Berevolusi lewat adukan beragam budaya, batik madura adalah cermin karakter dinamis, egalitarian, kesukaan untuk serba praktis, sekaligus keinginan meluap-luap untuk “eksis” dengan tampil berbeda.

Ciri khas dan jenis batik Madura

Batik Madura | Foto: Lifestyle Okezone
info gambar

Baca juga: Memiliki Fasilitas Mewah, Inilah 5 Mal Terbesar di Jakarta

Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa sejarah batik Madura tidak terlepas dari keberadaan kerajaan di Pamelingan yang saat ini dikenal dengan nama Pamekasan. Kemudian, batik tulis Madura mulai dikenal oleh masyarakat umum antara abad ke-16 dan ke-17.

Hal ini berawal saat terjadi peperangan di Pamekasan Madura antara Raden Azhar (Kiai Penghulu Bagandan) melawan Ke’Lesap. Raden Azhar adalah ulama penasihat spriritual Adipati Pamekasan yang bernama Raden Ismail (Adipati Arya Adikara IV).

Sementara Ke’Lesap adalah putera Madura keturunan Cakraningrat I. Selama perkembangannya, batik Madura banyak dipengaruhi oleh motif batik Yogyakarta dan Solo.

Pulau Madura dikenal sebagai pulau penghasil garam, kemungkinan hal tersebut yang menjadi penyebab batik Madura banyak bercorak titik-titik dengan warna putih layaknya butiran garam.

Titik putih ini menjadi salah satu ciri utama dari batik Madura. Secara umum desain batik Madura terpengaruh oleh kepantaian pulau Madura. Sementara warna merah, hijau, biru, dan kuning menjadi simbol proses batik Madura menyesuaikan corak alam asli pulau Madura.

Hal inilah yang membuat motif Madura memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dengan daerah lainnya. Ciri khas batik madura yang sangat mudah dikenali dengan adanya warna merah pada motif bunga, tangkai, atau daun.

Karakteristik batik Madura

Batik Madura | Foto: Harian Nasional
info gambar

Baca Juga: Ragam Sambal Indonesia yang Belum Populer Namun Tak Kalah Sedap

Secara umum karakateristik batik Madura dapat dilihat dari dua hal, yaitu warna dan motifnya. Dari segi warna, batik Madura cenderung berani dan tegas, seperti warna merah, kuning, hijau, dan warna biru.

Warna yang digunakan pada batik Madura memberi kesan cerah, dominan, dan beragam seperti merah, kuning, hijau dan biru. Masing-masing warna memiliki makna tersendiri.

Pertama, warna merah, melambangkan karakter masyarakat Madura yang kuat dan keras. Kedua, warna hijau melambangkan warna regili. Pasalnya, beberapa kerajaan islam didirikan dan berkembang di Madura.

Ketiga, warna kuning melambangkan bulir-bulir padi pertanian milik penduduknya. Keempat, warna biru melambangkan warna laut yang mengelilingi sekitar pulau Madura.

Nah, itulah ciri khas motif batik Madura. Tidak hanya batik madura saja yang bisa Kawan ketahui dan ceritakan. Kawan juga bisa bercerita tentang infomasi lainnya tentang Indonesia.

Yuk, tuliskan beragam informasi seputar "Inspirasi dari Sekitar" lewat Writing Challenge Kawan GNFI Batch 3. Kawan bisa menulis feature dengan beberapa subtema pilihan Kawan. Informasi lebih lanjut silakan kunjungi @kawangnfi.*

Referensi: Batik Kompas | Suminto, R. S. (2015). BATIK MADURA: Menilik Ciri Khas dan Makna Filosofinya. CORAK Jurnal Seni Kriya Vol. 4 (1), 1-12.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini