Pelesiran ke Teluk Saleh di Sumbawa dan Melihat Hiu Paus

Pelesiran ke Teluk Saleh di Sumbawa dan Melihat Hiu Paus
info gambar utama

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki berbagai objek wisata alam yang menarik untuk dijelajahi. Di sana, terdapat pulau besar bernama Sumbawa yang terkenal dengan panorama alam eksotis yang bisa membuat siapa saja terkagum-kagum dengan pemandangannya.

Ada banyak tempat wisata yang bisa didatangi di Sumbawa, antara lain Bukit Mantar, Pulau Kenawa, Gili Bola, Liang Bukal, Pantai Maluk, Air Terjun Kalela, Jembatan Samota, dan Pulau Paserang.

Di antara semua destinasi di Sumbawa, Anda mungkin akan tersihir dengan pesona Teluk Saleh atau Saleh Bay. Perairan teluk ini menyumbangkan lebih dari 70 persen potensi perairan budidaya laut di Sumbawa. Perairan Teluk Saleh memiliki luas 1.495 km dan panjang 282 km meliputi wilayah perairan Empang, Plampang, Lape/Lopok, dan Moyo Hilir di Kabupaten Sumbawa.

Teluk Saleh | Idhe Ry/Shutterstock
info gambar

Daya tarik Teluk Saleh

Teluk Saleh memiliki dengan perairan yang bening seperti kaca dan tenang. Sepanjang pantai, terdapat hamparan pasir putih yang halus dengan gundukan bukit di pulau-pulau kecilnya.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Teluk Saleh sangat beragam, mulai dari berenang, memancing, snorkeling, diving, menyusuri kawasan teluk, berkemah atau sekadar bersantai menikmati pemandangan yang memanjakan mata.

Teluk semi tertutup ini memiliki gugusan pulau-pulau kecil seperti Gili Panjang, Gili Meriam Besar, Gili Tapan, Gili Lipan, Gili Dompo, Gili Sentigi, dan Gili Dangar Ode. Di sana, terdapat tiga pulau besar, yaitu Pulau Liang, Pulau Ngali, dan Pulau Rakit.

Teluk Saleh juga dikenal dengan julukan aquarium raksasa dunia. Hampir seluruh area teluk dikelilingi oleh terumbu karang serta ikan-ikan karang melimpah.

Wisatawan bahkan bisa melihat pengembangan wisata budidaya laut, seperti melihat proses budidaya ikan di Karamba Jaring Apung, memberi makan dan memanen ikan, melihat proses serta ikut memanen rumput laut, mengamati penyu, berburu ikan, hingga melihat lumba-lumba.

Hiu paus | @Aaronejbull87 Shutterstock
info gambar

Pengembangan ekowisata hiu paus

Sejak tahun 2018, Teluk Saleh mulai dikembangkan sebagai lokasi ekowisata hiu paus (Rhincodon typus). Menurut Conservation International (CI) Indonesia, di kawasan ini teridentifikasi 49 hiu paus setiap hari.

Bagi yang belum akrab dengan hiu paus, pada dasarnya ini adalah satwa laut terbesar yang masih hidup hingga saat ini. Panjangnya mencapai 20 meter dan bobot tubuhnya hingga 34 ton.

Hiu paus atau whale shark identik dengan tubuhnya yang memiliki totol-totol putih. Kenapa dinamakan hiu paus karena ukuran tubuh sangat besar dan bentuk kepalanya tumpul seperti paus.

Faktanya, hiu paus memiliki 3 ribu gigi yang sangat kecil, tetapi jarang digunakan karena berfungsi sebagai penyaring makanan. Untuk makanan hiu paus antara lain plankton, krill, larva kepiting pantai, makro alga, ikan-ikan kecil, telur, dan sperma ikan yang berhamburan di laut, serta ubur-ubur.

Di Indonesia, tak banyak tempat untuk melihat hiu paus. Selain Teluk Saleh, Anda bisa menemukannya di Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Papua Barat, Pantai Botubarani, Gorontalo, dan Talisayan, Kalimantan Timur.

Maka, bila Anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi Teluk Saleh, jangan sampai melewatkan untuk melihat hiu paus di habitatnya. Tak hanya melihat dari kejauhan, Anda bisa berenang bersama hiu paus di laut lepas. Namun, perlu diingat bahwa kegiatan ini butuh pemandu, tidak boleh menyentuh, memberi makan, dan mengganggu.

Akses menuju Teluk Saleh ini masih cukup mudah dijangkau wisatawan dari seluruh Indonesia. Pastikan Anda menempuh perjalanan sampai ke Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Lombok atau ke pusat kota Dompu terlebih dahulu. Setelah itu, lanjutkan sampai ke arah Sumbawa. Untuk melihat hiu paus, Anda bisa menggunakan perahu nelayan yang bisa disewa sampai ke bagan, titik melihat satwa tersebut.

Menukil Mongabay.co,id, CI Indonesia menaksir pengembangkan ekowisata di Teluk Saleh bisa berpotensi memberikan pemasukan untuk kas desa hingga Rp550 juta per tahun.



Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini