Kontingen Indonesia Bertolak ke Jepang, Ini Harapan dan Target RI di Olimpiade Tokyo 2020

Kontingen Indonesia Bertolak ke Jepang, Ini Harapan dan Target RI di Olimpiade Tokyo 2020
info gambar utama

Tanpa menunggu lama lagi, gelaran olahraga bertaraf internasional yaitu Olimpiade Musim Panas (Tokyo) 2020 akan segera dimulai. Tepatnya lima hari lagi, ajang bergengsi dunia yang rutin diadakan setiap empat tahun sekali sejak tahun 1896 tersebut akan diawali dengan pembukaan pada tanggal 23 Juli 2021.

Berlangsung selama lebih dari dua pekan, kejuaraan yang mempertandingkan sebanyak 37 cabang olahraga ini direncanakan akan berakhir pada 8 Agustus 2021.

Tak perlu diragukan, Indonesia sudah pasti menjadi salah satu negara yang aktif dan berhasil mengirimkan perwakilan atlet terbaik, dengan tujuan utama mengharumkan nama tanah air di mata dunia.

28 Atlet Indonesia Dipastikan Berlaga di Olimpiade Tokyo 2020

Kontingen Indonesia bertolak ke Tokyo secara bertahap

Atlet Indonesia berangkat ke Tokyo
info gambar

Pada gelaran kali ini, ada sebanyak 28 kontingen Indonesia dari 8 cabang olahraga yang secara resmi lolos kualifikasi bertolak ke Negeri Sakura, sebagai negara yang terpilih untuk menjadi tuan rumah dari ajang yang juga dikenal sebagai Games of the XXXII Olympiad.

Keberangkatan rombongan Tim Garuda ke Jepang sudah mulai dilakukan secara bertahap sejak, Kamis (8/7), yang didahului dengan pemberangkatan tim bulu tangkis yang terdiri dari 11 atlet, pelatih, dan tim pendukung.

Melansir Lokadata, setelahnya ada tiga kloter keberangkatan kontingen yang dimulai dari pemberangkatan pertama pada, Sabtu malam (17/7), yang menyertakan 13 atlet serta 11 pelatih dari lima cabang olahraga yang diikuti. Adapun 11 atlet tersebut terdiri dari atlet panahan (4), angkat besi (4), menembak (1), renang (2), dan surfing (1+1 cadangan).

Rombongan kloter pertama tersebut berangkat menggunakan pesawat komersial Japan Airlines dengan kode penerbangan JL726 pada pukul 22.08 WIB dari bandara Soekarno-Hatta, dan telah mendarat di Bandara International Narita, Minggu pagi (18/7), pada pukul 07.25 waktu setempat.

Dua hari berselang tepatnya pada tanggal 20 Juli, 2 atlet rowing, dan atlet angkat besi akan berangkat bersama para pelatih. Kemudian pemberangkatan terakhir, yakni tanggal 24 Juli, akan diikuti oleh 2 orang atlet dari cabang olahraga atletik beserta Sekjen KOI Ferry J Kono, sehingga melengkapi secara utuh 28 kontingen yang berjuang.

Situasi pandemi yang masih terjadi hingga saat ini, tak dimungkiri menjadi perhatian khusus oleh berbagai pihak, terutama dari sisi kesehatan para atlet yang berlaga di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, menyatakan bahwa seluruh rombongan official dan kontingen Indonesia yang berperan penting pada kesempatan ini dalam keadaan sehat, dan dipastikan negatif Covid-19.

Pencegahan ketat juga dilakukan oleh pihak Chef de Mission (CdM) dan KOI sebagai syarat yang diwajibkan oleh pemerintah Jepang untuk seluruh kontingen dari berbagai negara untuk bisa masuk ke negara tersebut, yaitu berupa hasil uji tes swab PCR negatif selama 7 hari sebelumnya, dengan hasil tes pada hari ke-4 dan 30 jam sebelum keberangkatan.

Indonesia Tengah Siapkan Roadmap Seleksi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Pengukuhan dan Pelepasan oleh Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo saat melepas atlet Indonesia di Istana Merdeka
info gambar

Sebelum keberangkatan 28 kontingen yang dimulai dengan bertolaknya tim bulu tangkis, pada hari yang sama--8 Juli 2021--terlebih dulu dilakukan pengukuhan yang oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amil, dan pelepasan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya lepas kontingen Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Tokyo tahun 2021, pagi hari ini,” jelas Jokowi dalam pidatonya.

Tak hanya itu, Jokowi juga berpesan kepada para atlet agar terus menjaga kesehatan, stamina, dan motivasi hingga ke puncak pertandingan nantinya. Dirinya juga berharap agar para atlet bisa fokus pada pertandingan dan prestasi di Olimpiade Tokyo, sehingga bisa pulang dengan membawa kebanggaan bagi rakyat, bangsa, dan negara.

"Rakyat menaruh harapan besar kepada saudara-saudara dan prestasi saudara-saudara akan menjadi prestasi negara kita Indonesia. Selamat menjalankan amanah berat ini, rakyat menunggu saudara-saudara kembali ke Tanah Air dengan membawa medali yang membanggakan Indonesia. Semoga perjuangan saudara-saudara berhasil," harap Jokowi.

Ketika Indonesia Berhasil Kawinkan Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992

Target dan harapan di Olimpiade Tokyo 2020

Zainudin Amali saat melaporkan persiapan Olimpiade Tokyo kontingen Indonesia di Istana Merdeka
info gambar

Bukan hanya Presiden, pada kesempatan yang sama perwakilan atlet, Zainudin, juga menyampaikan mengenai harapan dan target yang ingin dicapai dalam ajang Olimpiade Tokyo ini, salah satunya dari segi perolehan medali.

Zainudin menyatakan, bahwa target tahun ini bukan lagi mengenai medali emas, melainkan peningkatan peringkat yang diharapkan dapat lebih tinggi dibanding pencapaian pada saat Olimpiade Rio de Janiero, Brasil pada tahun 2016.

"Target sudah sangat jelas. Langsung ke peningkatan peringkat, tidak lagi berapa medali emas, perak atau perunggu, target kita harus lebih daripada Olimpiade 2016 Rio di mana kita berada di peringkat ke-46. Kami berharap di Tokyo bisa lebih baik,” ungkap Zainudin.

Lebih jauh, dirinya mengungkap alasan tolak ukur keberhasilan dalam ajang Olimpiade ini tidak hanya memperhitungkan perolehan medali. Menurutnya, jika peringkat dapat meningkat secara memuaskan maka otomatis sudah pasti akan terlihat berapa banyak perolehan medali yang diraih.

Hal tersebut rupanya sejalan dengan pernyataan yang diungkap oleh Ketua KOI. Menurut Raja, peraihan medali emas bukan tolak ukur yang utama, melainkan bagaimana proses peningkatan prestasi olahraga Indonesia lewat keikutsertaan dalam ajang olahraga bertaraf internasional tersebut.

“Kita perlu mengubah paradigma masyarakat Indonesia. Pertama, kita tidak lagi berpikir berapa medali emas, tetapi berapa peringkat Indonesia, bagaimana progres dan perubahan yang terjadi dari prestasi Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan dari sisi atlet, Windy Cantika Aisah selaku atlet angkat besi menyampaikan harapan dan target serupa yang ia miliki dalam keikutsertaannya di ajang ini.

“…mohon doa dan dukungannya dari semua warga negara Indonesia, kalau untuk target (berusaha) kasih yang terbaik…” ungkap Windy.

Hal serupa juga disampaikan oleh atlet panahan, Alfianto Bagas. Dirinya menyatakan akan berusaha membuat bangga nama Indonesia dan membawa pulang prestasi sebaik-baiknya.

Catatan Prestasi Atlet Indonesia di Ajang Olimpiade

Konten di atas sebagian memakai konten yang ada di Wikipedia. Untuk melihat yang lainnya, silakan klik tautan berikut Arsip Wikipedia. Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini