Menjaga Kesehatan dan Meningkatkan Produktivitas dengan Self-Awareness

Menjaga Kesehatan dan Meningkatkan Produktivitas dengan Self-Awareness
info gambar utama

Kawan pasti sudah tak asing lagi dengan ungkapan self-awareness. Perlu diketahui, bahwa self-awareness bukan hanya sebatas mengetahui kelebihan dan kekurangan saja. Ternyata, self-awareness jauh lebih luas dari sekadar kelebihan dan kekurangan saja.

Self-awareness juga memiliki berbagai manfaat yang mampu membuat kehidupan bahkan karier lebih baik. Yuk, kita bahas perlahan mengenai self-awareness!

Mengutip dari laman Verywell Mind, self-awareness adalah kemampuan dalam menyadari dan memahami perilaku, perasaan, sifat diri sendiri. Pada dasarnya, self-awareness merupakan keadaan psikologis di mana fokus perhatian kita terletak pada diri sendiri.

Apa Kabar Budaya Ngeteh di Indonesia?

Self-awareness juga kemampuan menyadari segala sikap dan perilakunya terhadap orang lain. Jika Kawan telah memiliki self-awareness, maka Kawan dapat mengendalikan diri, mengatur emosi, serta suasana hati.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika Kawan mampu melihat secara jelas apa yang ada dalam diri sendiri, seperti sikap, perasaan, kekuatan, kelemahan diri. Ternyata mampu membuat Kawan menjadi lebih percaya diri dan kreatif. Tak hanya itu, memiliki self-awareness yang baik juga mampu membangun hubungan sosial yang lebih kuat dan mampu mengambil keputusan secara lebih baik.

Mengenal tipe dan manfaat self-awareness

Ilustrasi self-awareness| Foto: dictio
info gambar

Terdapat dua tipe dari self-awareness. Dua di antaranya, yakni public self-awareness dan private self-awareness. Apa itu public self-awareness? Tipe ini muncul ketika Kawan mulai menyadari bagaimana penampilan Kawan di mata orang lain. Bagaimana orang lain melihat value, passion, aspirasi yang kamu miliki.

Hal ini dapat muncul, ketika Kawan sedang presentasi atau berkomunikasi dengan teman. Hasil riset menunjukkan jika Kawan memiliki public self-awareness yang baik, maka akan memiliki rasa empati dan mampu melihat fenomena dari berbagai perspektif.

Selanjutnya ada private self-awareness. Tipe ini muncul ketika Kawan menyadari beberapa aspek dalam diri Kawan sendiri. Misalnya, mengenal wajah diri sendiri dalam cermin, mengetahui apa saja yang ada dalam pikiran Kawan, mampu merasakan jantung berdebar saat bertemu orang lain yang Kawan sukai. Adapun beberapa manfaat dari self-awareness yang bisa Kawan rasakan.

Mengenal Lebih Jauh Impulsive Buying, Biar Enggak Boros di Akhir Bulan

1. Menjaga kesehatan

Memiliki self-awareness yang baik akan mampu meningkatkan kesehatan mental, emosional, fisik, hingga spiritual, loh, Kawan! Dengan melatih kesadaran diri, Kawan memberi kesempatan untuk memprioritaskan apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal tersebut mencakup konsep dalam upaya memerhatikan diri Kawan sendiri, pada tingkat mental, emosional, fisik, dan spiritual.

2. Membangun kualitas relasi yang positif dengan orang lain

Ketika Kawan telah mengenal diri sendiri, Kawan dengan sendirinya akan mengubah kehidupan relasi Kawan. Hal ini memungkinkan Kawan untuk terlibat dengan individu lain yang memiliki nilai relevan dengan Kawan, serta berkontribusi positif bagi kehidupan Kawan. Dengan memiliki self-awareness, Kawan akan memilih relasi secara bijak, bertanggung jawab dan menciptakan keharmonisan dengan orang-orang dalam hidup Kawan.

3. Bekerja lebih cerdas

Self-awareness dapat membuat Kawan mengenali kekuatan dan kelemahan diri, sehingga Kawan dapat bekerja lebih cerdas dan mampu menyiapkan diri untuk kesuksesan Kawan.

Tentunya, hal ini akan meningkatkan produktivitas, Kawan. Dengan kesadaran diri ini, Kawan akan memerhatikan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan secara positif. Dikarenakan, Kawan memahami secara penuh apa yang dibutuhkan oleh diri Kawan dari segi mental, fisik, emosional dan spiritual.

4. Memahami situasi

Kawan akan lebih mampu memahami seutuhnya situasi yang sedang dihadapi. Dengan self-awareness akan membantu Kawan untuk memerhatikan apa yang terjadi di sekitar dan pengalaman Kawan. Dengan begitu, hal ini membantu Kawan merespon situasi dengan bijak, meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan, serta lebih percaya diri.

5. Tetap tenang dalam keadaan kritis

Dengan kesadaran dan memerhatikan diri sendiri di saat-saat sulit atau kondisi kritis, Kawan akan mampu untuk tenang. Selain itu, juga menghindari adanya stres berlebih atau konsekuensi yang tidak menyenangkan dari sebuah reaksi.

Ternyata, memiliki self-awareness memiliki manfaat yang sangat baik. Setelah kita memahami, mengenal tipe dan mengetahui manfaat dari self-awareness, kemudian bagaimana cara kita membangun self-awareness itu sendiri.

Cara membangun self-awareness

Ilustrasi | Foto: makemebetter.net
info gambar
Dampak Positif Membangun Sense of Ownership di Lingkungan Kerja

1. Meditasi

Luangkan waktu untuk memfokuskan pikiran Kawan terhadap apa yang sedang terjadi, apa yang Kawan pikirkan, apa yang akan Kawan kejar dan apa yang akan Kawan lakukan. Pertanyaan tersebut akan membangun kesadaran dan apa yang terjadi dalam diri Kawan.

2. Mengetahui value dan tujuan

Pastikan Kawan mengetahui dan paham akan value dalam diri yang Kawan anut. Ingat, value tidak ada yang benar dan salah, semuanya bergantung pada diri masing-masing.

Tak hanya value, Kawan juga harus paham dengan tujuan yang akan dicapai sesuai dengan value kamu. Pastikan tujuan Kawan bersifat realistis, spesifik, terukur, dan bukan dari pemikiran orang lain.

3. Mengetahui tantangan yang akan datang

Setelah paham akan value dan tujuan, pastikan Kawan tahu tantangan apa saja yang kemungkinan akan terjadi dalam mencapai tujuan. Tantangan ini dapat muncul dari dalam diri sendiri maupun lingkungan sekitar Kawan. Coba cermati dengan baik-baik, ya.

4. Menulis jurnal

Memulai untuk menulis jurnal, akan membuat Kawan mengeksplorasi diri. Kawan akan menuliskan perasaan, pikiran, dan apa yang sedang terjadi. Hal tersebut akan membuat koneksi lebih dalam antara diri dan otak Kawan, serta secara tidak langsung ini merupakan latihan berbicara dengan diri sendiri.

5. Mendengarkan pendapat orang lain tentang diri Kawan

Coba tanyakan dan dengar pendapat orang terdekat, seperti keluarga dan sahabat mengenai diri Kawan. Dengarkan secara bijaksana, jika Kawan menemukan sesuatu yang perlu diperbaiki, buatlah catatan tersendiri.

Ketika di waktu sendiri Kawan, cobalah untuk renungkan dan perbaiki hal tersebut. Gimana Kawan, sudah paham mengenai self-awareness? Apakah saat ini Kawan sudah memahami secara penuh mengenai diri Kawan?

Perlu diingat ya Kawan, hubungan dengan diri sendiri adalah sesuatu hal yang sangat penting dan akan terus berlangsung semasa Kawan hidup. Mengenal diri sendiri memang tak mudah, diperlukan usaha dan latihan terus-menerus. Namun, alangkah lebih baik jika Kawan mencoba daripada tidak sama sekali.* (COMM/BR)

Referensi: Verywell Mind | Harvard Business Review | Psychology Today | Alpas

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini