Rawat Lontar Kuno Bali, Carma Citrawati Raih Penghargaan Wikimedia 2021

Rawat Lontar Kuno Bali, Carma Citrawati Raih Penghargaan Wikimedia 2021
info gambar utama

Carma Citrawati adalah seorang penulis dan aktivis sastra Bali. Ia bergabung dengan Wikimedia pada 2019 untuk membantu Komunitas Bahasa Bali mengembangkan WikiPustaka (Wikisource dalam bahasa Bali). Sebuah misi untuk membangun perpustakaan dari sumber-sumber berbahasa Bali.

Carma memelopori upaya digitalisasi dan penerjemahan tulisan pada lontar-lontar kuno berbahasa Bali. Ia juga merupakan penyelenggara Komunitas Wikimedia Denpasar dan aktif berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan komunitas.

Selain itu, Carma menulis cerita pendek dan puisi dalam bahasa Bali. Bukunya yang berjudul Kutang Sayang Gemel Madui menerima Penghargaan Sastra Rancage.

Wikipedia melihat Carma memberikan teladan akan semangat keingintahuan dan berkomunitas yang menjadi ciri bagi banyak orang dalam gerakan ini. Karyanya disebut telah meningkatkan visibilitas ke Wikisource bahasa Bali, dan menopang salah satu proyek Wikimedia dalam bahasa daerah.

"Saya memuji semangat dan upayanya bagi pengetahuan bebas dalam komunitasnya, dan saya tidak sabar menantikan apa yang akan ia lakukan selanjutnya," puji pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, pada perayaan Wikimania daring.

Kisah Calon Arang dan Misteri Leak yang Dirahasiakan Masyarakat Bali

Carma sendiri menyatakan bahwa apa yang dirinya lakukan di Wikipedia merupakan pengalaman baru. Dirinya harus memulai berbagai kegiatan hingga berkolaborasi dengan beragam komunitas.

"Mulai dari menulis artikel di Wikipedia, mengetik ulang naskah di Wikisource, hingga membuat Wiktionary bahasa Bali, dan berkolaborasi dengan komunitas lain, semuanya membuat saya terpesona," jelas Carma, dalam acara Newcomer of The Year dari Wikimedia Foundation yang berlangsung secara daring, Minggu (15/8/2021).

Menurut Carma, bertemu dengan beragam komunitas merupakan hal yang paling menarik saat berkontribusi di Wikimedia. Baginya hal ini juga berperan penting dalam meluasnya bahasa lokal Bali ke mancanegara.

"Wikimedia adalah tempat yang baik, tidak hanya untuk pengetahuan bebas, tetapi juga untuk bertemu orang-orang yang bersemangat tentang bahasa. Bagi saya, Wikimedia adalah rumah untuk berbagi dan saling melengkapi satu sama lain," bebernya.

Selain itu, Carma juga melihat adanya ruang yang luas bagi perempuan untuk berkontribusi di Wikimedia. Pasalnya dirinya menilai tidak hanya laki-laki, tapi perempuan juga banyak yang berkontribusi.

"Menurut saya, Wikimedia Denpasar adalah tempat yang baik bagi perempuan untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri secara bebas," tandasnya.

Proses penerjemahan

Komunitas Wikimedia Denpasar telah mengembangkan WikiPustaka atau Wikisource bahasa Bali pada tahun 2020. WikiPustaka adalah salah satu proyek Wikimedia yang bertujuan membangun perpustakaan yang terdiri atas sumber-sumber berbahasa Bali.

"Saat ini, isi WikiPustaka berasal dari hasil digitalisasi lontar-lontar koleksi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang dipindahkan ke Wikisource Multibahasa," ungkap Carma.

Menurut Carma, ada dua jalan yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan naskah atau manuskrip yang dimiliki oleh masyarakat Bali. Pertama, cara tradisional yaitu merawat fisik manuskrip yang berupa lontar dengan melakukan konservasi dan pendataan.

"Hal ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah Bali bersama dengan penyuluh bahasa Bali yang ditugaskan di setiap desa di Bali. Ribuan lontar telah didata dengan berbagai kondisi, mulai dari kondisi baik, rusak ringan, hingga tidak dapat dibaca."

Kedua, melakukan proses digitalisasi. Lontar-lontar yang kondisinya baik, jika tidak dirawat akan mengalami nasib yang sama dengan lontar-lontar yang telah hancur dan rusak.

Mengenal Suku Bali Aga, Masyarakat Pertama yang Mendiami Pulau Dewata

"WikiPustaka hadir sebagai tempat bagi lontar-lontar Bali yang telah digitalisasi dan tempat 'nyastra digital'," tegasnya.

Carma menjelaskan ada beberapa tahapan untuk mendigitalisasi naskah. Hal pertama adalah menyiapkan alat untuk digitalisasi, seperti kamera, selembar kain untuk alas memotret, dan lampu untuk penerangan.

Lalu kedua, dirinya memastikan bahwa naskah tersebut siap untuk didigitalisasi, memastikan aksara Bali bisa terbaca dengan jelas. Ketiga, membuat metadata untuk manuskrip. Hal ini untuk mengidentifikasi gambar dan informasi yang ada di naskah.

"Tantangannya adalah mengenali tulisan tangan yang diukir pada naskah, dan mengidentifikasi gaya penulis lontar. Hal ini memang menantang sekaligus mengasyikkan," terangnya lagi.

Carma membeberkan, bahwa banyak pemilik naskah di Bali tidak memiliki katalog untuk koleksi naskah mereka. Karena itulah dirinya membantu masyarakat Bali dalam melestarikan data naskah pada platform digital.

Dirinya juga memiliki kesempatan untuk belajar dan membuat metadata naskah, untuk mengetik ulang dan menguji baca naskah. Manfaatnya ditujukan bagi masyarakat Bali pada umumnya.

Sementara itu, sambungnya, peneliti dapat mengakses data yang dikumpulkan ke dalam satu platform digital. Di masa depan, Wikipedia dapat menjadi sumber penting untuk menyimpan dan memahami naskah.

"Sekitar dua ribu lontar tersedia di WikiPustaka. Semua lontar bisa diakses, dibaca dan diketik dengan berbagai gaya huruf (font) aksara Bali yang telah disediakan. Setelah itu, lontar diuji baca bersama."

Karena itulah, dirinya berharap semua orang yang masih bergerak dan bekerja dalam bahasa daerah di proyek Wikimedia, tetap semangat. Dirinya menyakini, setiap komunitas akan menghadapi banyak tantangan untuk proyeknya.

"Jangan ragu dan teruslah melangkah. Tidak masalah jika kalian maju perlahan, tetapi lakukan yang terbaik untuk setiap kesempatan. Saya percaya bahwa kontribusi kecil lebih berharga daripada berhenti dan menyerah," pungkasnya.

Penghargaan Sukarelawan Wikimedia 2021

Penghargaan Sukarelawan Wikimedia adalah penghargaan tahunan yang mengapresiasi kontribusi sukarelawan pada proyek-proyek Wikimedia, termasuk penyunting Wikipedia. Hal ini untuk menyoroti pencapaian besar dalam gerakan Wikimedia pada tahun sebelumnya.

Tradisi ini dimulai pada 2011, dan sejak saat itu telah berkembang untuk menyambut dan merayakan sukarelawan dari berbagai latar belakang dan pengalaman. Perayaan tahun ini lebih besar dan lebih inklusif dari sebelumnya dengan memberikan penghargaan kepada tujuh sukarelawan luar biasa bagi gerakan Wikimedia.

Enam kategori, termasuk Pendatang Baru Terbaik (Newcomer of the Year), Sukarelawan Kehormatan 20 Tahun (20th Year Honouree), Sukarelawan Kaya Media (Rich Media), Inovator Teknologi (Tech Innovator), Sukarelawan Kehormatan Ternama (Honorable Mentions), begitu juga Sukarelawan Wikimedia Terbaik (Wikimedian of The Year).

Omed-Omedan, Festival Peluk-Cium untuk Ikat Tali Persaudaran di Bali

Tiga orang dari India dianugerahi penghargaan Wikimedia tahun ini atas kontribusi mereka dalam membangun dan meningkatkan infrastruktur untuk konten gratis. Jay Prakash menerima penghargaan Tech Innovator, Ananya Mondal menerima penghargaan Rich Media, dan Dr Netha Hussain diberi Penghargaan Honorable Mention.

Penghargaan Wikimedian of the Year juga diberikan kepada profesional medis Arab, Alaa Najjar. Secara keseluruhan, tujuh penghargaan diberikan kepada Carmen Alcázar dari Meksiko, Lodewijk Gelauff dari Belanda, dan Carma Citrawati dari Bali.

Wikimedia Foundation, adalah sebuah organisasi amal nirlaba yang mendorong pengembangan dan distribusi konten multibahasa gratis, yang diselenggarakan di beberapa platform, termasuk Wikipedia dan Wikimedia Commons yang sangat populer.

Catatan Redaksi:

Artikel di atas adalah liputan khusus yang merupakan hasil kerja sama antara GNFI dan Wikimedia Foundation.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini