Mengunjungi Beragam Pasar Tradisional Unik di Indonesia

Mengunjungi Beragam Pasar Tradisional Unik di Indonesia
info gambar utama

Penulis: Brigitta Raras

Semarakkan semangat dan aksi kolaborasi Festival Negeri Kolaborasi live di seluruh kanal media sosial GNFI. Informasi lebih lanjut kunjungi FNK 2021.

Indonesia tak hanya kaya akan keindahan alamnya saja, tetapi juga keberagaman budayanya yang tak terhitung jumlahnya. Memiliki keberagaman budaya yang sangat banyak ini, memunculkan kebiasaan-kebiasaan khas asal masyarakatnya.

Tak hanya itu, keberagaman budaya di Indonesia juga menghadirkan keunikan tersendiri, yakni pasar tradisional. Setiap budaya, suku dan kebiasaan dari masyarakat tersebut menghasilkan adanya pasar-pasar tradisional unik di Indonesia.

Banyak masyarakat Indonesia terbiasa mengunjungi pasar tradisional, guna belanja kebutuhan sehari-hari. Selain harganya yang murah, di pasar tradisional juga terdapat berbagai macam kebutuhan pokok. Mau apa saja semua tersedia di sana.

Namun, bukan Indonesia namanya kalau tidak ada yang unik-unik. Ternyata, ada beberapa pasar tradisional di Indonesia yang menjual kebutuhan tak biasa. Seperti apa kira-kira pasar tradisional Indonesia? Berikut ini deretan pasar-pasar tradisional Indonesia yang unik.

Pasar Tomohon Sulawesi Utara

Daging tikus | Foto: IndonesiaKaya
info gambar

Sesuai dengan namanya, pasar ini terletak di kota Tomohon, Sulawesi Utara. Pasar yang diapit dengan Gunung Lokon dan Gunung Mahawu memperlihatkan keindahan alam kota Tomohon.

Tak hanya gunung, kota yang berhawa sejuk ini memperlihatkan kecantikan bunga-bunga yang berseri disekitarnya. Tak heran, jika Tomohon disebut dengan julukan sebagai Kota Bunga. Selain pemandangan dan kekayaan alamnya, Tomohon memiliki pasar yang berbeda dari pasar pada umumnya.

Pasar Tomohon ini menjual aneka ragam daging yang tak biasa dijual. Ketika Kawan berkunjung ke sini, Kawan akan menemukan daging ular, kelelawar, tikus, babi dan anjing terpampang dengan jelas di meja penjual. Uniknya, tak jarang hewan-hewan tersebut dijual dengan keadaan yang masih hidup.

Sejarah Pasar Tanah Abang, Tempat Bandar Kambing Hingga Perdagangan Tekstil Terbesar se-Asia Tenggara

Tak jarang, di pasar ini Kawan akan menemukan daging kelelawar dan tikus lengkap beserta dengan kepalanya. Inilah keunikan dari pasar Tomohon yang membuat menarik perhatian para wisatawan.

Berbagai macam daging yang diperjualbelikan di pasar ini, tak lepas dari kebudayaan suku Minahasa. Masyarakat suku Minahasa yang merupakan masyarakat asli Sulawesi Utara dikenal sebagai pemakan berbagai jenis daging hewan. Selam daging tersebut dapat diolah dan dimakan, maka tak jarang masyarakat Minahasa mencobanya.

Bahkan, khusus di hari Sabtu dan Minggu, daging yang diperjualbelikan di pasar ini akan semakin beragam dan tidak biasa. Kawan akan menemukan daging monyet hitam, sebagaimana monyet hitam adalah hewan khas Sulawesi. Tak hanya itu, daging kucing pun akan turut hadir di meja para penjual daging.

Pasar Terapung Muara Kuin Banjarmasin

Pasar Terapung | Foto: Berita Papua
info gambar

Pasar yang berlokasi di Banjarmasin, tepatnya di persimpangan Sungai Kuin dan Sungai Barito ini kerap dijadikan ikon di berbagai acara untuk mengenalkan Indonesia. Pasar Terapung sudah ada sejak abad ke-14 dan semakin berkembang dan ramai sejak Kerajaan Banjar ikut mengembangkan pasar ini.

Sesuai dengan namanya, pasar ini tidak berada di darat melainkan terapung di sungai. Para penjual dan pembeli akan melakukan transaksi jual beli di atas perahu kayu atau yang disebut sebagai jukung. Ketika berkunjung di pasar ini, Kawan akan menemukan perahu-perahu kayu saling berdesak-desakan dimainkan gelombang sungai.

Aktivitas pasar ini akan dimulai sekitar pukul 04.00 subuh hingga pukul 09.00 pagi atau saat matahari sudah naik. Uniknya di pasar ini masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu atau yang disebut bapanduk dalam bahasa Banjar. Sistem barter ini terjadi ketika pedagang membutuhkan suatu barang dan pedagang lain juga membutuhkan barang tertentu.

Kerupul Uyel, Ikon Lomba 17 Agustusan yang Rambah Pasar Ekspor

Sistem barter di pasar ini, tak selamanya barang yang ditukar bernilai sama. Barter akan tetap terjadi, jika salah satu pihak sangat membutuhkan barang tersebut. Para penjual di pasar ini didominasi oleh ibu-ibu yang memakai bedak dingin dengan menggunakan topi sangat lebar atau disebut tanggui.

Barang yang dijual sebagian besar seperti pasar pada umumnya, yakni hasil pertanian, perkebunan, perikanan, juga terdapat kerajinan. Pasar Terapung ini sudah dijadikan aset negara oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 1980.

Pemerintah juga kerap membuat Festival Budaya Pasar Terapung yang telah menjadi agenda Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan. Festival ini sukses mengundang perhatian banyak wisatawan baik domestik maupun internasional. Sangat menarik ya, Kawan!

Pasar Makale Toraja

Pasar Makale | Foto: Tribunnews
info gambar

Terletak di bagian belakang pasar utama Makale, Tana Toraja, Kawan akan menemukan beragam jenis daging babi yang diperjualkan. Pasar ini kerap disebut sebagai ‘Pasar Babi’, karena menawarkan ternak babi dewasa, anak babi, dan daging babi.

Selain kerbau, babi menjadi salah satu hewan yang tak bisa dipisahkan dari masyarakat di Tana Toraja. Mereka menjualnya juga dengan cara yang unik, untuk anak babi biasanya akan dimasukkan ke dalam karung beras.

Arah Kebijakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2022

Ketika ada orang yang berminat membelinya, maka karung tersebut baru akan dibuka untuk diperlihatkan ke calon pembeli. Berbeda halnya dengan babi dewasa, biasanya babi dewasa akan dibaringkan di atas balai-balai mini yang terbuat dari bambu dan diikat menggunakan kulit luar bambu.

Sekadar informasi, harga anak babi di pasar ini berkisar Rp900.000-an dan untuk babi dewasa bisa mencapai 9 juta per ekor. Hal itu kembali lagi ke jenis babi, biasanya babi hitam akan lebih mahal dibandingkan babi albino atau belang.

Pasar Makale ini hanya beroperasi setiap enam hari sekali saja. Sistem dari jadwal pasar ini merupakan warisan leluhur Toraja sejak ratusan tahun lalu. Gimana, Kawan tertarik untuk mengunjungi salah satu pasar tradisional di atas?*

Referensi: IndonesiaKaya | akurat.co

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini