Menilik Sejarah Diplomasi Indonesia dengan AS yang Berusia Lebih dari 70 Tahun

Menilik Sejarah Diplomasi Indonesia dengan AS yang Berusia Lebih dari 70 Tahun
info gambar utama

Penulis: Brigitta Raras

Semarakkan semangat dan aksi kolaborasi Festival Negeri Kolaborasi live di seluruh kanal media sosial GNFI. Informasi lebih lanjut kunjungi FNK 2021.

Dua hari setelah kemerdekaan, kabinet pertama Republik Indonesia dibentuk. Kabinet pertama ini memiliki 19 menteri, salah satunya adalah Kementerian Luar Negeri. Pada masa itu, Ahmad Soebardjo yang menjabat sebagai menteri luar negeri pertama (2 September 1945—14 November 1945).

Kabinet tersebut tak bertahan lama, sejak 14 November 1945 terjadi sejumlah perubahan sistem pemerintahan di Indonesia, seperti perubahan sistem presidensial ke ministerial. Kemudian, pada 17 Agustus 1950 Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, Indonesia juga masuk menjadi anggota ke-60 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September 1950.

Berbagai masyarakat internasional juga mendukung Indonesia di PBB. Bahkan sebelum itu, sudah banyak negara lain yang bersimpati kepada perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah Amerika Serikat (AS).

Daya Tarik Desa Wisata Carangsari, Tanah Kelahiran I Gustri Ngurah Rai

Sejarah hubungan diplomasi Indonesia dan AS

Diplomasi Indonesia di Gedung Senat AS | Foto: Kemlu.go.id
info gambar

Negara Amerika Serikat (AS) adalah salah satu negara yang sangat bersimpati pada Indonesia. Ketika, tahun 1946, sebanyak 217 awak kapal asal Indonesia ditahan di Texas karena menolak untuk melayani sebagai awak untuk sebuah kapal Inggris-Belanda bernama Marthin Behrman, yang memuat senjata dan amunisi.

Namun, banyak orang Amerika yang memprotes penahanan dan penolakan tersebut, mereka menuntut agar awak kapal tersebut dibebaskan. Bahkan, pada 1944, anggota Kongres Frank R, Havenner mengirim surat ke Presiden Truman yang berisikan petisi dari sekitar 5.000 orang yang meminta awal kawak Indonesia dibebaskan.

Selain itu, di tahun 1948, terjadi Peristiwa Madiun di mana anggota staf dalam pemerintahan Presiden Truman dibohongi oleh Belanda mengenai Soekarno yang dituduh sebagai seorang komunis.

Menuju Transisi Mandiri Energi, Berikut 4 Potensi Terbarukan di Indonesia

Pada tahun 1949, menjadi salah satu momen penting dalam sejarah diplomasi Indonesia. Di tahun 1949 tepatnya pada tanggal 28 Desember, AS menjadi negara pertama yang membuka perwakilan diplomatik di Jakarta.

Merle Cochran menjadi Duta Besar AS pertama untuk Republik Indonesia, ini menandai dimulainya hubungan bilateral antara Indonesia dan AS secara resmi. Kemudian, pada Februari 1950, Ali Sastroamidjojo dipilih sebagai Duta Besar pertama Indonesia untuk AS.

Adapun perundingan Renville, yang menjadi salah satu sejarah bagi Indonesia. Pada 8 Desember 1947 dilaksanakan perundingan Renville dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Committee of Good Offices for Indonesia, yakni Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

Perundingan tersebut memiliki tujuan untuk menyelesaikan perselisihan atas Perjanjian Linggarjati 1946 yang berisi batas wilayah Indonesia dengan Belanda (Garis Van Mook). Pada tanggal 16 Oktober 1950, perjanjian kerja sama ekonomi antar Indonesia dan AS ditangani di Jakarta. Kemudian, Soekarno juga kerap melakukan kunjungan ke Amerika Serikat untuk mempererat relasi dan berdiskusi mengenai kepentingan nasional.

Memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan AS

Pameran foto Indonesia-AS | foto: liputan6
info gambar

Saat ini, Indonesia-AS terhitung telah menjalin relasi diplomatik selama 72 tahun, yang dimulai sejak tahun 1949. Dalam memperingati 70 tahun kemarin hubungan diplomatik Indonesia dan AS, Kedutaan Besar Amerika Serikat bekerjasama dengan media nasional ANTARA menggelar pameran foto di Perpustakaan Nasional RI.

Foto-foto yang dipamerkan berjumlah 70, sebagai lambang 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia-AS. Mulai dari, hubungan kerja sama politik, ekonomi dan sosial. Pameran foto jurnalistik ini mengambil tema “Membidik Hubungan Bilateral AS-Indonesia Lewat Lensa Jurnalistik 1949-2019”, dalam mengangkat kembali nilai-nilai sejarah dalam hubungan Indonesia-AS.

Melihat Berbagai Upaya Indonesia dalam Menangani Perubahan Iklim

Hal ini menunjukkan bahwa hubungan diplomasi Indonesia-AS terus bekembang dan saling menguntungkan. Hubungan diplomasi Indonesia-AS tentunya berjalan hingga saat ini, banyak sekali hal dan kerja sama yang dilakukan kedua negara dalam mempererat hubungan.

Seperti, membuat program pelestarian laut dan makhluk hidup, pertukaran budaya dan pelajar, saling mempromosikan negara satu sama lain, hingga membuat upaya perlindungan dari terorisme serta melakukan pemberdayaan perempuan.

Selain itu, masih banyak kerja sama yang dilakukan antar kedua negara. Pada bidang kesehatan misalnya, Indonesia dan AS bekerja sama dalam penyediaan obat-obatan terapatik, AS memberikan 8 juta vaksin Covid-19, ventilator dalam mendukung penanganan pandemi.

Dalam bidang ekonomi, juga terlihat dalam UU Cipta Kerja, dimana Indonesia akan membantu upaya meningkatkan investasi AS di Indonesia. Kemudian, terkait isu kawasan dan internasional, Indonesia merupakan mitra demokrasi kunci AS dan AS siap bekerja sama dalam berbagai isu-isu penting di kawasan.

Hubungan diplomasi ini menjadi hal yang sangat krusial dalam sebuah negara. Menciptakan hubungan yang baik antar negara menjadi salah satu cara dalam menciptakan perdamaian dunia. Selain itu, juga dapat mengembangkan negara yang lebih dan mencapai kepentingan nasional. Dikarenakan salah satu kunci yang penting dalam membangun dan menciptakan negara yang maju dan makmur adalah kolaborasi.

Dalam memperkuat diplomasi dan mengembangkan bangsa diperlukan kolaborasi dari berbagai bidang, mulai dari pemerintah, ahli, hingga masyarakat. Untuk itu, Kawan dapat ikut bergabung dalam diskusi "Kolaborasi Untuk Memperkuat Diplomasi Indonesia".

Diskusi akan dilaksanakan pada Jumat,1 Oktober 2021 pukul 09.30 sampai 11.30 WIB. Acara akan disiarkan melalui seluruh kanal media sosial GNFI. Mari bersama #LestarikanKebaikan Indonesia bersama Festival Negeri Kolaborasi.*

Referensi: Kompas | liputan6 | Kemlu | CNBC

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini