4 Objek Wisata yang Bisa Dikunjungi di Sekitar Stadion Lukas Enembe, Venue PON XX

4 Objek Wisata yang Bisa Dikunjungi di Sekitar Stadion Lukas Enembe, Venue PON XX
info gambar utama

Pekan Olahraga Nasional XX (PON XX) kini tengah berlangsung mulai 2-15 Oktober 2021 dan berlokasi di Papua. Pada kesempatan kali ini, ada 37 cabang olahraga yang dipertandingkan dan tersebar di empat klaster penyelenggara, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

PON XX telah dihadiri 7.039 atlet dan 3.576 ofisial, termasuk wasit, manajer, dan para pelatih. Para atlet akan memperebutkan total 2.239 medali yang telah disiapkan.

Ajang olahraga berskala nasional ini diselenggarakan di Stadion Lukas Enembe untuk upacara pembukaan dan penutupan. Stadion Lukas Enembe sendiri berada di Kampung Harapan, Nolokla, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Bila Anda tengah berkesempatan menonton langsung PON XX di Papua, bisa sejenak meluangkan waktu untuk berwisata di sekitaran Stadion Lukas Enembe. Berikut rekomendasi objek wisatanya:

Serba-Serbi PON XX Papua 2021, dari Pembangunan 4 Venue hingga Keunikan Medali

Pantai Khalkote

Pantai Khalkote menjadi salah satu destinasi wisata yang telah melewati proses penataan fasilitas oleh Dinas Perumahan, Pertanahan, dan Kawasan Permukiman (DP2KP) guna meningkatkan daya tarik wisawatan di masa PON XX.

Terry F. Ayomi, Kepala DP2KP Kabupaten Jayapura, mengatakan bahwa Pantai Khalkote menjadi salah satu ikon wisata di daerah yang terkenal dengan slogan Bumi Khenambay Umbay. Kawasan Pantai Khalkote juga akan menjadi tempat penyelenggaraan Festival Danau Sentani.

Di Pantai Khalkote ada sebuah dermaga yang menjadi tempat bersandar beberapa perahu untuk digunakan wisatawan berkeliling Danau Sentani.

Kampung Yoboi, Desa Wisata Terapung di Danau Sentani Papua

Monumen Douglas MacArthur

Papua menyimpan banyak kisah dari Perang Pasifik yang menjadi bagian dari Perang Dunia II. Salah satunya mengenai jenderal besar Amerika Serikat pada tahun 1941-1945 bernama Douglas MacArthur.

Sang jenderal menyusun strategi perang perang menghadapi tentara Jepang dari atas puncak Ifar Gunung yang masuk kawasan Distrik Sentani. Saat itu, pasukan sekutu membangun markas di Ifar Gunung setelah mereka mendarat di Teluk Hamadi pada 22 April 1944.

Kini, di atas Ifar Gunung tersebut terdapat Tugu Douglas Mac Arthur. Monumen tersebut memang didirikan oleh pasukan sekutu yang memenangkan perang melawan fasisme Jepang pada Perang Dunia ke II. Tugu tersebut juga merupakan saksi sejarah besar Perang Dunia ke II yang terjadi di Papua.

Tak hanya bersejarah, tugu ini juga memiliki panorama indah Danau Sentani yang memanjakan mata ditambah dengan deretan pegunungan, pulau-pulau kecil, dan kawasan sekitar kota. Tugu ini kini dibuka untuk umum dan kunjungan wisata. Banyak wisatawan mengunjungi kawasan ini pada sore hari untuk menyaksikan momen tenggelamnya matahari.

Menilik Kemegahan Stadion Lukas Enembe Papua yang Jadi Venue PON XX

Danau Sentani

Pastinya jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke Danau Sentani. Danau yang berada di lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops ini memang sudah jadi objek wisata. Setiap tahun, di kawasan danau ini juga diadakan Festival Danau Sentani yang memiliki rangkaian acara menarik mulai dari tarian adat di atas perahu, tari perang khas Papua, upacara penobatan Ondoafi, hingga sajian kuliner khas.

Danau Sentani dikenal dengan sumber daya alam yang kaya. Di dalam danau tersebut, terdapat berbagai spesies ikan yang beberapa di antaranya merupakan spesies endemik. Tak hanya itu, pemandangan alamnya pun sungguh menakjubkan. Di sana, terdapat sebuah kawasan yang dikenal dengan sebutan Bukit Teletubbies untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.

Situs Megalitik Tutari

Di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, tepatnya di tepi Danau Sentani bagian barat, terdapat sebuah destinasi wisata prasejarah yaitu Situs Megalitik Tutari. Masyarakat setempat percaya bahwa puncak Bukit Tutari merupakan tempat paling sakral dan diyakini sebagai tempat bersemayam roh nenek moyang.

Menurut penjelasan Hari Suroto, Peneliti Balai Arkeologi Papua, seluruh permukaan Bukit Tutari penuh dengan bongkahan batu berwarna hitam dan pada sebagian batu terdapat lukisan. Lukisan pada permukaan batu tersebut merupakan peninggalan Suku Tutari pada masa prasejarah yang dibuat dengan cara menggores batu.

Kebanyakan motif pada lukisan batu tersebut merupakan gambar flora dan fauna yang ada di Danau Sentani. Ada pula yang menggambarkan manusia, benda, budaya, dan motif geometri.

Di puncak bukit, terdapat batu tegak atau menhir sebanyak 110 buah. Pengunjung juga bisa melihat susunan batu temugelang, batu berjajar, dan batu-batu berlukis yang tersebar di antara tingginya semak belukar dan pohon kayu putih.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini