Serba-Serbi PON XX Papua 2021, dari Pembangunan 4 Venue hingga Keunikan Medali

Serba-Serbi PON XX Papua 2021, dari Pembangunan 4 Venue hingga Keunikan Medali
info gambar utama

Kurang dari satu minggu lagi, gelaran pesta olahraga tingkat nasional yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan diselenggarakan. Momen ini jelas sangat dinanti, mengingat PON turut menjadi salah satu perhelatan empat tahunan yang terpaksa harus mengalami penundaan karena pandemi Covid-19 yang terjadi.

Masih sama dengan informasi terakhir yang kerap disampaikan, berdasarkan update per bulan September 2021, sebanyak 7.066 atlet yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia akan berpartisipasi memperebutkan medali dan gelar juara dari 37 cabang olahraga (cabor), 56 disiplin cabor, dan 679 nomor pertandingan.

Adapun dari keseluruhan atlet yang terlibat, 922 orang di antaranya adalah atlet tuan rumah yang berasal dari tanah Papua sendiri.

Jika berjalan sesuai rencana, PON XX Papua akan berlangsung selama tepat dua minggu atau 14 hari, yang dimulai dengan upacara pembukaan pada tanggal 2 Oktober di lokasi utama yaitu Stadion Lukas Enembe Jayapura, serta akan ditutup pada tanggal 15 Oktober di lokasi yang sama.

Sudah sejauh mana persiapan untuk penyelenggaraan pesta olahraga yang paling dinanti oleh seluruh atlet tanah air ini, terutama di tengah situasi pandemi yang masih harus diwaspadai?

Sisi Positif Penundaan PON XX Papua

Pembangunan berbagai arena cabor yang tersertifikasi internasional

Pembangunan Venue PON XX Papua | Dok. PUPR
info gambar

Jika pada penyelenggaraan PON umumnya lokasi kejuaraan hanya berada di dua kabupaten/kota dari provinsi terpilih, pada PON XX Papua kali ini nyatanya ada empat kabupaten/kota yang mendapatkan kesempatan istimewa tersebut.

Adapun kabupaten/kota yang dimaksud yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika. Pembangunan berbagai fasilitas dalam skala besar pun sudah dilakukan pada berbagai titik tertentu di keempat lokasi yang disebutkan

Berdasarkan konten yang dibagikan melalui akun media sosial resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), disebutkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah selesai menggarap empat lokasi yang menyerap APBN senilai Rp935,5 miliar, dan selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah Papua.

Lebih detail, lokasi pertama dimulai dari arena cabor akuatik yang disebut menghabiskan dana mencapai Rp401 miliar. Arena ini sebenarnya masuk ke satu lingkup area dengan Istora Papua Bangkit di kawasan olahraga Kampung Harapan yang memiliki luas lahan sekitar 32 hektare.

Arena akuatik ini diketahui sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang yang memadai seperti tata lampu berstandar Field of Play (FOP), alat penghitung waktu pertandingan (master clock) di lantai satu dan lantai dua, papan skor dan tata suara, tata udara, serta rangkaian kamera pengawas (CCTV).

Kelengkapan fasilitas yang ada membuat arena ini mendapat pengakuan dan sertifikasi dari Federasi Renang Internasional (FINA), dan standar Olimpiade pada 27 Juli 2020 lalu.

Berlanjut ke lokasi kedua yaitu area Istora Papua Bangkit sendiri, yang pembangunannya dilakukan tepat pada momen perayaan HUT RI ke-75 pada tahun 2020 lalu dan telah menyerap anggaran sebesar Rp257,5 miliar.

Menariknya, proyek pembangunan area ini berhasil mencatatkan Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) untuk tiga kategori sekaligus. Kategori pertama, yaitu untuk struktur atap baja lengkung bentang terpanjang dengan dimensi 90 meter. Kategori kedua, atap tanpa sambungan dan baut mengerucut terluas berbentuk dome seluas 7.300 meter persegi.

Kemudian kategori ketiga, instalasi terpanjang dan diameter terbesar textile duct dengan dimensi ring internal 477 meter, diameter cincin luar sepanjang 70 meter, dan diameter cincin dalam sepanjang 56 meter.

Berdekatan dengan komplek Istora Papua Bangkit ini pula, terdapat Stadion Lukas Enembe yang pembangunannya menelan dana sekitar Rp1,3 triliun namun tidak menyerap dana APBN yang sebelumnya disebutkan, melainkan menggunakan dana yang berasal dari APBD milik Pemerintah Provinsi Papua.

Terakhir, pambangunan lokasi selanjutnya yaitu untuk arena cabor kriket serta cabor hoki indoor dan outdoor yang menyerap dana sebesar Rp277 miliar. Untuk arena kriket sendiri, dibangun di atas lahan seluas 2.802 meter persegi yang juga sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang seperti papan skor LED dan pencahayaan FOP berkekuatan 1.000 lux.

Berkat kelengkapan fasilitas tersebut, arena kriket yang siap digunakan dalam gelaran PON XX Papua ini mendapat sertifikasi dan akreditasi dari Dewan Kriket Internasional atau International Cricket Council (ICC). Hal yang sama juga berlaku pada arena hoki yang sudah mengantongi sertifikasi dari Federasi Hoki Internasional (FIH).

Menilik Kemegahan Stadion Lukas Enembe Papua yang Jadi Venue PON XX

Medali dengan chip pengaman otentik dan noken Papua sebagai cendera mata

Noken, tas tradisional Papua yang akan dijadikan cendera mata resmi PON XX Papua
info gambar

Ada satu hal yang sudah barang tentu menjadi bagian yang tidak boleh terlewat di setiap penyelenggaraan pesta olahraga, yaitu keberadaan medali. Nyatanya, medali yang dipersiapkan untuk gelaran PON XX Papua memiliki beberapa keunikan tersendiri.

Keunikan pertama terletak pada bagian ornamen dan desainnya. Melansir Tempo, medali PON XX Papua yang memiliki ketebalan enam milimeter dan diameter 80 milimeter akan dilengkapi dengan ornamen serta ukiran yang unik di masing-masing sisinya.

Lebih detail, pada salah satu sisi medali akan memiliki tampilan berupa ukiran Stadion Lukas Enembe yang dikenal sebagai ikon kebangkitan olahraga Papua. Sedangkan pada sisi lainnya, akan terdapat ukiran dua maskot PON XX Papua yaitu Drawa dan Kangpho.

Lain itu, setiap medali juga disebutkan akan memiliki desain unik sesuai dengan masing-masing cabor.

Seakan belum cukup, setiap piagam penghargaan dari PON XX Papua kabarnya akan dilengkapi dengan chip pengaman otentik yang terhubung dan berfungsi untuk mengamankan medali.

Lebih lanjut, piagam tersebut juga dilengkapi dengan chip komunikasi medan dekat atau NFC, yang memungkinkan status kepemilikan piagam dan medali dapat diperiksa dengan menggunakan ponsel pintar yang sudah memiliki fitur NFC.

Pada saat penyerahan medali untuk atlet yang berhasil meraih gelar juara pada cabor tertentu, pasti disertai dengan pemberian cendera mata. Umumnya, boneka berbentuk maskot atau dalam hal ini boneka Drawa dan Kangpho akan menjadi cendera mata yang dimaksud.

Namun, pada gelaran PON XX Papua ini telah ditetapkan bahwa noken juga akan menjadi cendera mata resmi yang diberikan untuk jajaran atlet dan para ofisial. Noken merupakan ikon kearifan lokal berupa tas tradisional yang oleh masyarakat Papua biasanya dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu.

Noken sendiri telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kebudayaan Takbenda milik Papua. Diketahui bahwa demi penyelenggaraan ini, telah disiapkan sebanyak 25 ribu noken yang dibuat oleh kelompok perajin perempuan di tanah Papua.

Deretan Olahraga Asli Indonesia yang Tampil di PON XX Papua 2021

PON Papua boleh disaksikan oleh 25 persen penonton

Persiapan pelaksanaan PON XX Papua 2021
info gambar

Bayangan gelaran PON XX Papua yang akan terlaksana tanpa penonton seperti halnya Olimpiade perlahan mulai terkikis. Sejalan dengan gencarnya program vaksinasi, Presiden RI Joko Widodo ternyata sudah memberikan izin bahwa PON XX Papua dapat dihadiri oleh penonton dengan ketentuan 25 persen dari total kapasitas penonton secara keseluruhan.

Hal tersebut dikonfrimasi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, dalam konferensi pers perkembangan PPKM yang berlangsung pada hari Senin, (20/9).

"...terkait dengan kegiatan ke depan di luar Jawa-Bali adalah kegiatan nasional terkait PON. Tadi Bapak Presiden sudah putuskan 25 persen penonton dengan syarat vaksinasi dua kali vaksin, baik vaksin pertama maupun vaksin kedua," ungkap Airlangga.

Sementara itu, kabar baik tersebut semakin diperkuat setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan, bahwa upacara pembukaan PON XX Papua akan tetap digelar secara istimewa dan meriah, namun tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Lain itu, dikonfirmasi bahwa upacara pembukaan PON XX Papua juga akan dihadiri secara langsung serta dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada waktu dan lokasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Tanpa mengurangi kehikmatan. Upacara pembukaan PON XX Papua tetap meriah tapi tak glamor karena situasi pandemi dan semua protokol tata tertib yang biasa dilakukan dalam setiap pembukaan itu tetap ada. Penonton PON hanya boleh dihadiri maksimal 25 persen, sudah termasuk atlet, ofisial, dan tenaga pendukung lainnya. Dan untuk masyarakat yang ingin menonton diwajibkan sudah mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19” jelas Zainudin lewat keterangan pers yang dimuat pada laman resmi Kemenpora.

Sejarah Baru, eSport Akhirnya Hadir Sebagai Cabor Ekshibisi di PON XX Papua 2021

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini