Ekonomi Kreatif dan Kontribusinya Terhadap Perekonomian Indonesia

Ekonomi Kreatif dan Kontribusinya Terhadap Perekonomian Indonesia
info gambar utama

Ekonomi kreatif merupakan sektor ekonomi baru yang berfokus pada kreativitas untuk menciptakan sebuah produk atau layanan. Produk-produk ekonomi kreatif biasanya bergantung pada ide, pengetahuan, keterampilan, dan terkadang mata pencaharian tradisional.

Ekonomi kreatif digadang-gadang menjadi kekuatan baru ekonomi nasional yang berkelanjutan. Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), ekonomi kreatif menekankan pada penambahan nilai barang lewat daya pikir serta kreativitas manusia.

Di Indonesia, ekonomi kreatif mulai dikembangkan pada 2006 saat presiden masa jabatan 2004-2014, Susilo Bambang Yudhoyono, mengembangkan konsep ekonomi kreatif. Salah satu Perkembangan konsep ekonomi ini masih terus berlanjut hingga Presiden Joko Widodo mendirikan BEKRAF pada 2015 dan kini telah disatukan dengan Kemenparekraf.

Provinsi dengan jumlah usaha ekonomi kreatif terbanyak | GoodStats
info gambar

Adapun sampai Juni 2019, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah usaha ekonomi kreatif terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 1.504.103 usaha ekonomi kreatif. Selanjutnya, Jawa Timur di posisi ke-2 dengan jumlah usaha ekonomi kreatif sebanyak 1.495.148 dan Jawa Tengah sebanyak 1.410.155.

Namun, Papua Barat hanya memiliki 13.445 usaha kreatif menjadi provinsi dengan jumlah usaha ekonomi kreatif paling sedikit. Lalu, Maluku Utara hanya memiliki 18.516 usaha kreatif dan Kalimantan Utara memiliki 13.853 usaha kreatif.

Melansir dari laman web Kemenparekraf, terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia, yaitu sebagai berikut.

  1. Pengembang Permainan (game developer), subsektor kekinian yang didorong masuk ke dalam dunia pendidikan dan diperkuat dengan kebijakan proteksi untuk membangun ekosistem yang sehat dan berkontribusi dalam ekonomi kreatif.
  2. Arsitektur, subsektor ekonomi kreatif yang memiliki peran penting dalam menampilkan karakter budaya bangsa, serta berperan dalam pembangunan sebuah kota.
  3. Desain Interior, masyarakat mulai mengapresiasi estetika ruangan secara lebih baik. Penggunaan jasa desainer interior untuk merancang estetika interior hunian, hotel, dan perkantoran pun semakin meningkat.
  4. Musik, industri yang cukup menjanjikan dalam dunia showbiz. Besarnya minat dan antusiasme para musisi muda untuk terjun ke dalam bidang ini menunjukkan bahwa musik punya potensi menjadi industri yang lebih besar.
  5. Seni Rupa, Indonesia memiliki potensi seni rupa terbesar di Asia Tenggara baik secara kualitas, kuantitas, pelaku kreatif, produktivitas, serta potensi pasar.
  6. Desain Produk, desain produk merupakan proses kreasi sebuah produk yang menggabungkan unsur fungsi dengan estetika sehingga bermanfaat dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
  7. Fesyen, subsektor industri kreatif ini berjalan sangat dinamis karena tren fashion bermunculan setiap tahun yang diiringi peningkatan daya saing signifikan di tingkat global.
  8. Kuliner, subsektor ini berkontribusi besar dalam pendapatan pariwisata dan ekonomi kreatif, juga berpotensi besar mempromosikan Indonesia yang beraneka ragam ke dunia internasional.
  9. Film, Animasi dan Video, memiliki potensi menjadi lebih besar dengan peraturan hak karya intelektual, investasi dan permodalan, serta akses penonton yang lebih luas.
  10. Fotografi, perkembangan subsektor ini didukung oleh meningkatnya minat anak muda terhadap fotografi seiring perkembangan media sosial dan peralatan yang makin terjangkau.
  11. Desain Komunikasi Visual, berperan mendukung pertumbuhan bisnis hingga bahkan kelancaran program-program pemerintah yang diiringi pertumbuhan praktisi lokal kompeten.
  12. Televisi dan Radio, di tengah arus informasi digital yang masif, peranan kedua industri ini cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan dalam penyerapan tenaga kerja.
  13. Kriya, salah satu subsektor yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan sangat dekat dengan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
  14. Periklanan, subsektor ekonomi kreatif yang karyanya memiliki daya sebar paling tinggi. Hal ini tak lepas dari peran sinergi para pemilik modal yang ingin memasarkan produk dan jasa mereka dengan media yang dimanfaatkan.
  15. Seni Pertunjukan, Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman seni dan tradisi pertunjukan, seperti wayang, teater, tari, dan lain sebagainya yang telah diakui dan mendapatkan apresiasi dunia internasional.
  16. Penerbitan, berperan dalam membangun kekuatan intelektual bangsa dan terus berupaya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
  17. Aplikasi, seiring dengan semakin meningkatnya penetrasi smartphone, industri pengembangan aplikasi semakin meningkat dan menjadi subsektor yang berpotensi besar ke depannya.

Di Jawa Barat, 71,72 persen usaha ekonomi kreatifnya berasal dari subsektor kuliner. Kemudian, subsektor fesyen juga mendominasi, yaitu sebesar 17,77 persen dan kriya sebesar 6,62 persen.

Kupas Tuntas Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia dari Sisi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Ekonomi kreatif di masa pandemi

Aplikasi dan game developer (AGD) menjadi subsektor yang mencatat pertumbuhan positif di masa pandemi | Kieran/Shutterstock
info gambar

Pandemi COVID-19 tentunya memberikan tekanan yang besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Meskipun demikian, terdapat beberapa subsektor ekonomi kreatif yang tumbuh positif dan disebut sebagai pandemic winner oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Subsektor tersebut di antaranya televisi dan radio serta aplikasi dan game developer yang digabung menjadi istilah AGD. Ketika seluruh subsektor ekonomi kreatif mengalami pertumbuhan negatif sepanjang 2020, subsektor televisi dan radio berhasil tumbuh 10,48 persen. Lalu, subsektor AGD tumbuh 4,47 persen.

Sandiaga juga menambahkan bahwa industri film Indonesia memang kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp3 triliun saat masa pembatasan sosial. Namun, di sisi lain, jumlah pelanggan over the top (OTT) seperti Netflix, Vidio, atau Disney Hotstar meningkat.

Kemudian, industri gim juga disebut sebagai modal untuk kebangkitan ekonomi kreatif di tengah pandemi. Pasalnya, AGD berada di posisi ke-7 penyumbang PDB ekonomi kreatif Indonesia terbesar.

"Sebesar Rp24,88 triliun atau sekitar 2,19 persen (merupakan) sumbangan subsektor aplikasi dan game developer untuk PDB nasional. Ini juga sejalan dengan janji Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan e-sport dan industri gaming yang menjadi salah satu modal bangsa,” kata Sandiaga dalam pernyataan resmi di laman web Kemenparekraf.

Adapun subsektor kuliner merupakan penyumbang terbesar PDB ekonomi kreatif. Hal tersebut disampaikan Sandiaga pada webinar "Inovasi Bisnis F&B Tahunan Mitra Grabfood" yang diselenggarakan pada Jumat (6/8/2021) lalu.

Sandiaga menyatakan subsektor kuliner menyumbang Rp455,44 triliun atau sekitar 41 persen dari total PDB ekonomi kreatif sebesar Rp1.134 triliun pada 2020. Tak hanya itu, subsektor ini juga menyerap tenaga kerja paling banyak dibandingkan subsektor lain.

"Kuliner menyerap 9,5 juta tenaga kerja dan dampak besar di sektor kuliner ini terasa di segala bidang dari perekonomian Indonesia," kata Sandiaga, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Indonesia Jadi Inisiator Resolusi Ekonomi Kreatif Dunia 2021

Kontribusi ekonomi kreatif kepada perekonomian Indonesia

Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia | GoodStas
info gambar

Menurut Sandiaga, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi bangsa. Hal tersebut disebabkan oleh keberhasilan UMKM dalam memberikan kontribusi sebesar 60 persen terhadap perekonomian nasional dan 85 persen pada sektor perpajakan.

Berdasarkan Data Statistik Indikator Makro Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional terus meningkat dari Rp 526 triliun di 2010, menjadi Rp989 triliun pada 2017.

Kemudian, memberikan kontribusi sebesar Rp1.105 triliun terhadap PDB Indonesia pada 2019. Bahkan, menurut Sandiaga, kontribusi tersebut menempatkan ekonomi kreatif Indonesia pada posisi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

“Kita sekarang sudah ada di posisi tiga dunia, setelah Amerika dengan Hollywood di posisi satu, kemudian Korea dengan K-pop di posisi kedua,” kata Sandiaga dalam webinar “Menumbuhkan Ekonomi Kreatif untuk UMKM Indonesia’” pada Kamis (12/8/2021).

Indonesia Gelar Konferensi Ekonomi Kreatif Pertama di Dunia

Strategi untuk memulihkan sektor ekonomi kreatif

5 langkah Kemenparekraf dalam memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif | GoodStats
info gambar

Untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terkena dampak besar akibat pandemi COVID-19, terdapat lima langkah yang dilakukan Kemenparekraf.

“Instruksi dari Bapak Presiden dan Wakil Presiden kepada saya sangat targeted. Di tengah pandemi dan tantangan ekonomi, kita harus bangun infrastruktur, siapkan calendar of event, siapkan SDM kita, dan juga protokol kesehatan sebagai peta jalan kita untuk hidup berdampingan dengan COVID-19,” kata Sandiaga Uno dalam webinar “Strategi Digital Marketing bagi UMKM Berbasis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, pada Minggu (29/8/2021).

Kelima langkah tersebut adalah sebagai berikut.

  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), yaitu melalui reskilling dan upskilling serta sertifikasi kompetensi.
  • Revitalisasi destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif, yaitu memantapkan manajemen dan tata kelola destinasi, pengembangan desa wisata, serta pengembangan atau revitalisasi destinasi dan sarana ekonomi kreatif.
  • Peningkatan resiliensi dan daya saing usaha, yaitu memberikan insentif dan akses permodalan, standarisasi usaha dan sertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety, dan environment sustainability), serta reaktivasi usaha.
  • Inovasi produk dan jasa, yaitu mengembangkan produk wisata berkualitas, fasilitasi pengembangan produk dan jasa, perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) dan transformasi digital, serta apresiasi kreasi Indonesia.
  • Pemulihan dan perluasan pasar, yaitu memulihkan wisatawan nusantara lewat gerakan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja, pemasaran produk ekonomi kreatif, mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia, serta persiapan pembukaan pembatasan untuk wisatawan nusantara.

“(Untuk) percepatan pemulihan (ekonomi), kita harus memanfaatkan momentum ekonomi kreatif dan digitalisasi. Salah satunya melalui pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif digital dalam negeri,” kata Sandiaga.

Geliat Startup Lokal dalam Menyokong Ekonomi Kreatif

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini