Jakarta Dinobatkan Sebagai Kota Kreatif Dunia di Bidang Literatur

Jakarta Dinobatkan Sebagai Kota Kreatif Dunia di Bidang Literatur
info gambar utama

Kabar gembira datang menghampiri Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta yang secara resmi dinobatkan oleh UNESCO sebagai salah satu kota kreatif dunia. Lebih detail, Jakarta berhasil meraih gelar tersebut dengan julukan sebagai kota kreatif di bidang literatur.

Pencapaian ini disampaikan oleh Fiki Satari, selaku ketua dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) melalui akun media sosial Instagramnya.

Tidak sendiri, terpilihnya Jakarta sebagai salah satu kota kreatif di tahun 2021 juga bersamaan dengan 48 kota lain yang berasal dari berbagai negara. Hal tersebut diumumkan oleh UNESCO melalui rilis di laman resmi mereka, en.unesco.org.

Sementara itu mengutip Kastara.id, Audrey Azoulay selaku Direktur Jenderal UNESCO dalam rilis yang sama menyebutkan bahwa terpilihnya Jakarta bersama dengan 48 kota lain diharapkan dapat menumbuhkan komitmen untuk menempatkan budaya dan kreativitas di jantung pembangunan masing-masing negara secara inovatif.

“Model perkotaan baru perlu dikembangkan di setiap kota, dengan arsitek, perencanaan kota, penataan taman, dan juga warganya. Kami mendorong semua orang untuk bekerja sama dengan negara-negara dalam rangka memperkuat kerja sama internasional antar kota yang ingin dipromosikan oleh UNESCO,” ujar Audrey.

Melihat Kolaborasi Jakarta dalam Konferensi Tata Kota Cerdas Berkelanjutan 2021

Jaringan kota kreatif dan terpilihnya Jakarta

Museum Nasional di Jakarta sebagai kota kreatif dunia bidang literatur
info gambar

Jaringan Kota Kreatif UNESCO atau The UNESCO Creative Cities Network (UCCN) yang pertama kali dihadirkan pada tahun 2004 sejatinya memiliki tujuan untuk mempromosikan kerja sama dengan dan di antara kota-kota yang telah mengidentifikasi kreativitas sebagai faktor strategis untuk pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Sebelum kedatangan anggota kota baru di tahun ini, diketahui sudah ada sebanyak 246 kota dari berbagai negara yang terlibat dalam jaringan tersebut, di mana masing-masing memiliki peran sesuai dengan tujuh bidang yang telah ditetapkan dalam keberlangsungan kolaborasi kota-kota anggotanya.

Adapun tujuh bidang kreatif yang dimaksud yaitu kerajinan dan seni rakyat, seni media, film, desain, gastronomi, literatur/sastra, dan musik.

Seperti yang telah disebutkan, dengan masuknya Indonesia bersama dengan 48 kota lain secara langsung membuat daftar kota kreatif dunia bertambah menjadi sebanyak 295 kota. Adapun beberapa kota lain yang ikut masuk ke dalam daftar tersebut di antaranya Abu Dhabi (musik), Cannes (film), Doha (desain), dan Huai’an (gastronomi).

Fakta menarik lain, sebelumnya saat memiliki kesempatan untuk kembali mengajukan kota yang ada di Indonesia agar masuk ke daftar kota kreatif dunia ternyata bukan hanya Jakarta yang diikutsertakan, melainkan bersamaan juga dengan Salatiga yang awalnya diandalkan sebagai kota kreatif di bidang gastronomi.

Tak Hanya Menjadi Kota Toleran, Salatiga Menuju Kota Gastronomi

Tiga kota Indonesia yang lebih dulu masuk jaringan kota kreatif dunia

Ambon, kota kreatif dunia di bidang musik |
info gambar

Sebelum Jakarta, nyatanya sudah ada tiga kota asal tanah air yang lebih dulu masuk dalam jaringan kota kreatif dunia dari UNESCO yaitu Pekalongan, Bandung, dan Ambon.

Lebih detail, Pekalongan menjadi kota pertama yang membuka jalan Indonesia masuk ke jaringan tersebut pada tahun 2014 untuk bidang kerajinan dan seni rakyat (crafts and folk art). Bukan tanpa alasan, terpilihnya Pekalongan sebagai kota kreatif dunia sendiri berlandaskan dengan identitas kota tersebut yang identik sebagai ‘Kota Batik’.

Setahun setelahnya, yakni di tahun 2015 Bandung berhasil bergabung dengan jaringan kota kreatif bermodalkan bidang desain dalam penataan kota. Tidak heran, hal tersebut sepadan mengingat bahwa daerah yang kerap dijuluki sebagai Kota Kembang tersebut memang diketahui memiliki sejumlah ruang publik dan tata kelola perkotaan yang unik dan berbeda dibanding kota-kota lain di Indonesia.

Empat tahun berselang, Indonesia baru berhasil menyertakan kembali salah satu kotanya untuk masuk dalam jaringan kota kreatif dunia, yaitu Ambon dengan bermodalkan bidang musik.

Berdasarkan penjelasan dari laman UNESCO, Ambon yang merupakan Ibu Kota Provinsi Maluku berhasil membuktikan keberadaannya sebagai kota yang tidak hanya mengandalkan musik sebagai hiburan, melainkan sekaligus sebagai kebutuhan akan gaya hidup.

Hal tersebut tergambar dengan kenyataan bahwa hampir 90 persen masyarakat Ambon diketahui aktif berpartisipasi dalam paduan suara dan pelatihan sejak usia dini, sehingga membuat mayoritas masyarakatnya memiliki keindahan suara luar biasa sehingga dapat bernyanyi secara profesional dan mampu memainkan berbagai instrumen alat musik sesuai keahliannya.

10 Kota Terbaik untuk Bekerja Sambil Berlibur di Asia, Jakarta Masuk Daftar

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini