Melihat Perkembangan Revolusi Industri di Indonesia

Melihat Perkembangan Revolusi Industri di Indonesia
info gambar utama

Industri terus berkembang dari waktu ke waktu sehingga munculah revolusi industri. Seiring berjalannya waktu, mulai bermunculan macam-macam industri dan tentunya memiliki berbagai macam faktor dan memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar. Hal ini menjadi sebuah judul besar tentang perkembangan industri di Indonesia.

Istilah industri merupakan sebuah kegiatan ekonomi berkaitan dengan pengelolaan yang berasal dari bahan baku menjadi bahan jadi sehingga memiliki nilai tersendiri. Pada umumnya, industri sebagai mata rantai dari usaha-usaha untuk mencukupi kebutuhan ekonomi yang mana memiliki hubungan antara manusia dan benda.

Pemahaman mengenai industri bisa kawan pahami dengan mengartikan bagaimana perusahaan menawarkan produk yang sama dan saling mensubstitusi satu sama lain. Usaha untuk merakit dan reparasi juga termasuk bagian dari industri.

Sehingga, industri tidak hanya menghasilkan berupa barang namun juga berupa jasa. Contohnya adalah industri makanan, tembakau, tekstil, kendaraan bermotor, mesin, perbankan, pergudangan, dan masih banyak lagi.

Setiap perusahaan dalam melaksanakan perkembangan serta pembangunan industri yang ada di Indonesia tentu memiliki tujuan. Pergerakan revolusi industri berlangsung lebih dari 3 abad yang mana bisa mengakibatkan banyak perubahan dari berbagai sektor kehidupan. Perkembangan tersebut bisa dirasakan semua orang mulai dari masyarakat miskin hingga masyarakat elite.

Pada era revolusi industri pertama ada sejak antara tahun 1750 hingga 1850 sampai saat ini tahun 2021. Sejak pertama ada perkembangan industri di Indonesia, hingga kini memiliki 4 revolusi yang berbeda. Jika Kawan penasaran terkait 4 revolusi yang berbeda di Indonesia, berikut penjelasannya.

Pimpinan RI Pelesiran Temui Sejumlah Pemimpin Negara, Hasilkan Kesepakatan Apa Saja?

Perkembangan revolusi industri di Indonesia

Container | Foto: Master-Container
info gambar

Setiap perkembangan sumber daya manusia bisa mengakibatkan dampak kehidupan manusia juga. Semakin berkualitas sumber daya manusianya maka bisa memberikan hal-hal baru salah satunya adalah perubahan kehidupan. Terdapat empat era revolusi industri sejak sekitar tahun 1750 sampai saat ini tahun 2021. Berikut empat era revolusi industri yang ada di Indonesia.

1. Perkembangan revolusi industri 1.0 menggunakan mesin uap

Perkembangan revolusi industri yang pertama adalah 1.0 yang mana pekerjaan utama menggunakan mesin uap. Industri mesin uap di 1.0 ini berasal dari negara Inggris yang ditandai dengan mesin tenun mekanis bertenaga uap pertama yang ada di dunia.

Indonesia sudah menerapkan hal ini sejak sekitar tahun 1750. Mesin keluar ini banyak orang gunakan untuk meningkatkan tingkat produktivitas industri tekstil yang mulanya manusia mengerjakan secara manual.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan industri 1.0 dengan mesin uap ini mengalami peningkatan, yaitu ke ranah transportasi. Begitu juga revolusi industri ke ranah pertanian, pertambangan Kemang transportasi sampai ke manufaktur dengan tenaga manual lainnya.

Pada saat ini revolusi industri menggunakan mesin uap adalah pertama kali terjadinya produksi massal. Diketahui bentuk pendapatan perkapita setiap negara di dunia meningkat sampai 6 kali lipat karena adanya revolusi industri 1.0.

2. Perkembangan revolusi industri 2.0 menggunakan perakitan

Setelah adanya era revolusi industri 10 yang mana banyak pekerjaan kata perusahaan yang menggunakan mesin uap, kini berevolusi menjadi revolusi industri 2.0. Perkembangan industri ini pekerjaannya sudah menggunakan tenaga listrik untuk merakit sebuah hasil produksi dan Indonesia baru sebagian kecil masyarakat yang menggunakan mulai sekitar tahun 1850-an.

Salah satu perkembangan industri yang ada di Indonesia yang menggunakan listrik adalah proses pembuatan televisi, mobil dan motor. Seiring berjalannya waktu juga memaksimalkan efisiensi kelistrikan sehingga seperti perakitan mobil bisa dilakukan dengan orang lain dan berbeda tempat.

Perkembangan industri 2.0 ini jauh lebih efisien daripada industri 1.0 yang mana pekerjaan masih menggunakan mesin uap. Saat itu, pekerjaan industri telah menggunakan listrik yang mana pekerjaan sudah terlalu tidak memeras tenaga manusia.

Prinsip utama dari perkembangan industri 2.0 yang menggunakan tenaga listrik adalah satu orang hanya menangani satu proses perakitan. Dampak dari perkembangan industri 2.0 yang sangat menonjol adalah ketika perang dunia dua. Salah satu dampak terbesarnya adalah memproduksi kendaraan perang seperti tank, pesawat dan senjata tempur lainnya dan mereka memproduksi secara besar-besaran.

10 Seni Pertunjukan Jawa Barat dalam Warisan Budaya Tak Benda

3. Perkembangan revolusi industri 3.0 menggunakan teknologi otomasi

Seiring berjalannya waktu, perkembangan industri terutama di Indonesia berubah menjadi revolusi industri 3.0. perkembangan industri ini peran manusia sudah mulai berkurang berganti menjadi mesin. Maksudnya tenaga manusia sudah tidak dibutuhkan lagi dan perusahaan hanya mengandalkan mesin untuk memproduksi dalam sebuah industri.

Contohnya menggunakan komputer yang mana komputer bisa menggantikan yang dulunya manusia yang mengerjakan semuanya. Cukup mengadakan komputer maupun robot untuk ada perintah melakukan segala tindakan. Sebagai contoh lain selain komputer untuk perkembangan industri 3.0 adalah mesin press, mesin pemotong, mesin pembuatan dan mesin otomatis lainnya.

Dalam perkembangan industri 3.0 menjadi revolusi yang sangat penting. Perusahaan-perusahaan mulai mengutamakan ketepatan dan ketelitian yang sangat tinggi yang mana kedua hal itu manusia untuk melakukannya. Penggunaan teknologi canggih saat itu menjadi solusi terbaik dan tepat untuk perusahaan. Sehingga komputer yang melakukan semuanya secara otomatis dengan cepat dan berkualitas.

4. Perkembangan revolusi industri 4.0 menggunakan digital dan internet

Digital Industry 4.0 | Foto: Shutterstock
info gambar

Hingga kini beberapa tahun terakhir, yaitu 2021, perkembangan industri telah berubah menjadi digital dan internet. Setiap perusahaan sudah tidak lagi menggunakan mesin uap, lini assembly atau kelistrikan dan bahkan sudah tidak menggunakan teknologi otomasi lagi.

Hampir semua perusahaan dan masyarakat sekitar telah memanfaatkan digital dan internet untuk kebutuhan sehari-hari. Kini, saatnya berubah secara drastis menjadi revolusi industri 4.0 yang mana berfokus pada perkembangan dunia digital dan internet.

Sudah banyak berbagai robot atau komputer yang terhubung ke internet, artificial intelligence (AI), cloud computing, dan lain sebagainya. Banyak teknologi baru yang belum pernah kita dengar dari perkembangan industri sebelumnya, seperti ojek online, tarik tunai menggunakan smartphone sampai membayar uang ke warung.

Skala industri untuk perkembangan atau revolusi industri 4.0 sangat meningkat dengan pesat melalui kemampuan software dan internet yang lebih efisien. Sebagai contoh proses pengumpulan data secara historis oleh mesin dan software untuk penjadwalan main tenis setiap bulanan secara otomatis.

Data tersebut akan diproses oleh algoritma sehingga bisa menentukan keputusan secara logis seperti manusia. Bahkan, pemerintah Indonesia mencanangkan untuk menggunakan industri 4.0 melalui kementerian industri dengan tujuan masyarakat Indonesia siap dengan menghadapi revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan adanya perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang tersebar di Indonesia.

Patung Megalitikum Lore Lindu, Bukti Peradaban Besar di Sulteng

Perkembangan industri di Indonesia melalui revolusi ini telah terbukti memberikan peluang baru setiap evolusinya. Mulai dari revolusi industri 10 sampai 40 yang mana setiap perubahan tidak bisa lepas dari penemuan disruptif. Namun, tergantung dari kita semua ketika melihat semacam ini apakah menjadi peluang baru atau bahkan menjadi sebuah ancaman.

Pada revolusi industri 4.0 yang mana kegiatan industri ini adalah kegiatan ekonomi yang mengelola bahan baku menjadi bahan jadi yang berasal dari sumber daya alam. Bahan jadi ini harapannya menjadi sebuah barang yang bermutu tinggi serta bisa menghasilkan suatu produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di negara Indonesia ini sendiri, terdapat 7 industri dengan cara yang berbeda. Meski perusahaan sudah menggunakan digital dan internet untuk pekerjaannya, tetapi terdapat 7 perusahaan yang mengandalkan internet.

Dengan adanya perkembangan industri, tentu semakin memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal. Bagaimana pun perkembangannya, kita harus beradaptasi dan berinovasi.*

Referensi:Kompas | Kemhan.go.id | KKP.go.id | Tirto.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NR
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini