Ketika Jeff Bezos Ketagihan Guyur Investasi untuk Startup di Indonesia

Ketika Jeff Bezos Ketagihan Guyur Investasi untuk Startup di Indonesia
info gambar utama

Ketagihan berinvestasi untuk startup di Indonesia, kurang lebih mungkin begitu situasi tepat dalam menggambarkan keputusan Jeff Bezos yang untuk kedua kalinya kembali mengucurkan suntikan dana ke startup UMKM tanah air, yakni Lummo.

Melalui perusahaan pengelolaan aset pribadi miliknya, Bezos Expedition, mantan CEO Amazon tersebut diketahui bergabung dalam pendanaan seri C yang diterima Lummo pada bulan Januari 2022 lalu.

Bersama Tiger Global, Sequoia Capital India, dan empat investor lainnya, nominal yang terkumpul dari pendanaan ini diketahui mencapai 80 juta dolar AS atau setara Rp1,14 triliun.

Menariknya, bukan membidik startup di bidang berbeda semisal kesehatan, pendidikan, atau lainnya, sasaran yang dipilih ternyata masih serupa dengan investasi pertama yang sebelumnya dilakukan pada kisaran kuartal ke-4 tahun 2021 lalu, yakni startup UMKM.

UMKM Bersaing di Era Transformasi Digital, Kenapa Tidak?

Apa yang membuat Bezos tertarik?

Ilustrasi UMKM
info gambar

Wujud dan potensi pasar yang besar diyakini menjadi salah satu alasan utama. Seperti yang dijelaskan oleh Jefri R. Sirait, selaku Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), ada sekitar 64 juta pelaku UMKM di tanah air dan hal tersebut menarik bagi para investor baik lokal terlebih global.

"Pasarnya besar. Dengan begitu, mereka bisa jadi pengendali," ujar Jefri, mengutip KataData.

Lain itu, Jefri tidak menampik jika pengaruh sekaligus kontribusi UMKM bagi perekonomian di Indonesia juga mampu mengakselerasi pertumbuhan serta penetrasi pasar dari startup itu sendiri. Dan lagi, hal tersebut didukung dengan kencangnya dorongan transformasi UMKM ke arah digitalisasi.

Keyakinan itu setidaknya tergambar melalui sebuah riset yang dilakukan oleh International Data Corporation (IDC), yang menunjukkan jika digitaliasi UMKM bisa meningkatkan pendapatan negara dalam bentuk PDB sebesar Rp2.372 triliun pada tahun 2024.

Karenanya tak heran, jika potensi tersebut dipandang sebagai kesempatan emas oleh berbagai investor global termasuk di antaranya Bezos sendiri. Sebelumnya, startup UMKM pertama di Indonesia yang mendapatkan suntikan dana dari pihak sama adalah ULA, yang pada bulan Oktober lalu mendapatkan pendanaan dengan nominal mencapai Rp1,24 triliun.

Seperti apa bentuk startup pemberdayaan UMKM kedua dengan nama Lummo, yang mendapat suntikan dana fantastis kali ini?

Prospek Makin Cerah, Startup Anyar Indonesia Dapat Suntikan Dana dari Jeff Bezos

Re-branding BukuKas

UMKM yang memakai layanan BukuKas
info gambar

Namanya mungkin terdengar baru, tapi situasi berbalik justru muncul dari wujud entitas perusahaan Lummo sendiri. Startup UMKM satu ini sebenarnya adalah bentuk re-branding dari perusahaan yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama BukuKas.

Sejak awal didirikan pada tahun 2019, BukuKas hadir sebagai platform pembukuan untuk membantu UMKM di tanah air mengelola keuangan, yang sepanjang keberadaannya kerap menambahkan fitur baru ke platform layanan termasuk pembayaran online.

Pada kisaran tahun 2021 BukuKas menghadirkan layanan baru bernama Tokko, yang memungkinkan pelaku UMKM untuk mendirikan website atau situs tokonya sendiri.

Baru pada awal tahun 2022 kemarin, mereka mengubah strategi bisnisnya dengan melakukan re-branding menjadi Lummo sebagai perusahaan induk, yang membawahi beberapa layanan salah satunya Tokko yang juga berganti nama menjadi LummoSHOP.

Kini, Lummo memfokuskan bidangnya sebagai penyedia layanan yang menghubungkan bisnis langsung ke pelanggan atau direct-to-consumer (D2C) lewat software-as-a-service (SaaS).

Jika menelusuri riwayat Crunchbase, sejak masih bernama BukuKas startup ini telah mendapatkan empat kali pendanaan yang terdiri dari seed round sekitar 9 juta dolar AS, seri A dengan investasi terkumpul di angka 10 juta dolar AS, pendanaan seri B dengan investasi 50 juta dolar AS, dan terakhir pendanaan yang melibatkan keikutsertaan Jeff Bezos ini.

Secara keseluruhan, total dana investasi yang telah dihimpun berada di angka 149 juta dolar AS, atau setara Rp2,13 triliun.

Terlepas dari riwayat pendanaan tersebut, pihak Lummo dalam hal ini Lorenzo Perrachione yang menjabat sebagai COO tidak merinci secara pasti berapa nominal investasi yang digelontorkan oleh Bezos sendiri, namun dirinya memastikan jika dana yang didapat kali ini akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur layanan demi membantu UMKM di Indonesia.

Startup indonesia apa lagi yang kira-kira akan menarik minat Jeff Bezos untuk menyuntikkan dananya di waktu yang akan datang?

Berdayakan UMKM, Ratu Belanda Puji Gojek di Forum KTT G20 Roma

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini