Ingin Menjadi Ahli Meteorologi? Ini Fakta yang Harus Diketahui

Ingin Menjadi Ahli Meteorologi? Ini Fakta yang Harus Diketahui
info gambar utama

Kembali dihampiri oleh momen penting dari bidang lingkungan, 23 Maret selama lebih dari 2 dekade terakhir telah diperingati sebagai Hari Meteorologi Dunia (World Meteorological Day).

Ditetapkannya tanggal 23 Maret sebagai Hari Meteorologi pada dasarnya bertepatan dengan pembentukan secara resmi organisasi dunia pada bidang terkait, yang berada di bawah naungan PBB yakni World Meteorological Organization (WMO).

Secara garis besar dan yang paling utama, WMO adalah organisasi yang mendalami ilmu sains terhadap empat aspek di muka bumi yakni cuaca, iklim, air, dan lingkungan. Kekinian, peran WMO semakin berkaitan erat dengan fenomena perubahan dan krisis iklim yang kian diperhatikan, karena kondisinya yang semakin serius.

Hari Meteorologi sendiri diperingati dengan tujuan untuk membuat semua orang menyadari peran mereka dalam melindungi atmosfer Bumi. Sementara itu tak dimungkiri, jika kenyataannya di Indonesia istilah meteorologi masih menjadi hal yang awam dan belum dipahami secara luas oleh masyarakat.

Satu-satunya hal yang membuat banyak orang cukup akrab dengan istilah meteorologi sendiri, nyatanya baru terjadi jika ada fenomena alam yang berkaitan dengan pemberian informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Lantas, apa dan bagaimana sebenarnya peran penting dari ilmu meteorologi?

Konferensi Perubahan Iklim Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Klaim Semata

Bukan sekedar memperkirakan cuaca

Ilustrasi pengamatan meteorologi
info gambar

Jika terlebih dulu membahas secara sederhana, meteorologi didefinisikan sebagai cabang dari ilmu atmosfer yang mencakup kimia atmosfer dan fisika atmosfer. Atau secara mendetail, meteorologi lebih fokus mendalami hal-hal yang berkaitan tentang bumi dan gejala-gejalanya.

Fenomena yang dipelajari dalam bidang meteorologi mencakup aktivitas cuaca yang dapat diamati dan dijelaskan secara saintifik. Adapun aktivitas yang dimaksud biasanya berhubungan dengan sejumlah variabel penting seperti atmosfer, temperatur, tekanan udara, dan uap air di permukaan bumi.

Hal-hal tersebut yang nyatanya akan memberikan gambaran mengenai kondisi dan perubahan cuaca dari waktu ke waktu. Sehingga tak heran, jika meteorologi kerap disebut juga dengan istilah ilmu prakiraan cuaca.

Meski begitu jika dilihat dari pengaplikasian ilmunya secara lebih luas, ilmu meteorologi sebenarnya memiliki sejumlah peran besar dan berarti yang lebih dari sekadar perkiraan cuaca.

Pertama, meteorologi berperan besar dalam hal mengamati kemungkinan terjadinya bencana alam, guna membantu penentuan kebijakan dalam merumuskan sejumlah upaya mitigasi. Berbagai fenomena mulai dari laut pasang, angin puting beliung, hujan es, dan lain sebagainya bahkan hingga fenomena di luar nalar yang terkadang dianggap mustahil, sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah dengan ilmu meteorologi.

Kedua, aplikasi ilmu meteorologi juga menjadi acuan keselamatan dalam berlangsungnya kegiatan operasional di berbagai bidang krusial mulai dari operasi militer, produksi energi, transportasi, maritim, konstruksi, dan masih banyak lagi.

Misalnya di bidang transportasi penerbangan, meteorologi penerbangan berperan dalam memberikan gambaran dampak cuaca yang sedang dan akan terjadi, di mana hal tersebut dapat berpengaruh terhadap lalu lintas udara.

Sementara itu di bidang meteorologi maritim, pengaplikasian bidang ini berhubungan dengan peramalan gelombang dan angin laut demi keselamatan operasi kelautan dan perkapalan. Hal yang sama juga berlaku dalam meteorologi militer, di mana gambaran kondisi cuaca dibutuhkan untuk menentukan strategi tertentu dan operasional mulai dari penerbangan pesawat hingga pelayaran kapal militer.

Karena itu, hal yang wajar jika ilmu meteorologi menjadi salah satu bidang penting yang juga harus didukung oleh tenaga ahli di bidang terkait, misalnya prakirawan, analis perubahan iklim, dan ahli meteorologi itu sendiri.

Sebagai Upaya Mitigasi, BRIN dan BMKG Rancang Pemodelan Tsunami Merah Putih

Pendidikan meteorologi di Indonesia

Walau tidak sepopuler disiplin ilmu lainnya, tapi ternyata tetap ada segelintir orang yang menaruh minat dan ketertarikan tersendiri terhadap bidang meteorologi.

Erat kaitannya dengan sains, mereka yang memutuskan untuk terjun di bidang meteorologi lazimnya perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai ilmu matematika, fisika dasar, kimia dasar, fisika matematik, dan statistika dasar.

Setelah itu secara bertahap, mereka juga harus siap mempelajari mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan ilmu hidrometeorologi, analisis data cuaca dan iklim, modifikasi cuaca, klimatologi, metode prediksi cuaca numerik, meteorologi satelit, dan perubahan iklim.

Sementara itu jika bicara mengenai instansi dan arah spesifik yang bisa dituju bagi seseorang yang ingin serius mendalami ilmu ini, sayangnya di Indonesia sendiri pilihan pendidikan yang memiliki program studi (prodi) di bidang terkait masih sangat sedikit.

Hingga saat ini, terhitung jika setidaknya baru ada empat pilihan dari tiga instansi pendidikan yang menyediakan prodi meteorologi, di mana baru dua dari empat pilihan tersebut yang tercatat sudah memiliki akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Adapun keempat pilihan prodi yang dimaksud terdiri dari:

  • Meteorologi (S1) – ITB
  • Meteorologi Terapan (S1) – IPB
  • Meteorologi (S1) – STMKG Tangerang
  • Instrumentasi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (D-IV) – STMK Tangerang

Pertanyaan selanjutnya, peluang karier apa yang dimiliki bidang meteorologi selain menjadi seorang prakirawan semisal di BMKG?

Berhubungan dengan ilmu di bidang terkait, biasanya ahli meteorologi dibutuhkan oleh beberapa instansi seperti BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), berperan sebagai peneliti di sejumlah lembaga seperti LIPI dan LAPAN, atau badan riset lainnya baik yang dikelola oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Masih Langka, 5 Jurusan Kuliah Jenjang Sarjana Ini Hanya Ada Satu di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini