Bukti Konkret Konsumen Perempuan Habiskan Banyak Waktu untuk Bandingkan Harga

Bukti Konkret Konsumen Perempuan Habiskan Banyak Waktu untuk Bandingkan Harga
info gambar utama

Tanggal 20 April 2022 kemarin masyarakat Indonesia baru saja melalui peringatan Hari Konsumen Nasional. Pemilihan tanggal itu sendiri dipilih berdasarkan saat di mana Undang-Undang (UU) No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen diterbitkan.

UU Perlindungan Konsumen secara tidak langsung menyiratkan hak-hak yang layak didapatkan oleh konsumen, akan suatu barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen dari segala aspek, di antaranya adalah persaingan harga yang menjadi salah satu faktor penentu pasar.

Hal di atas menarik, terlebih jika membahas mengenai perilaku salah satu pasar konsumen yakni kaum perempuan dan Ibu terhadap suatu harga. Disadari atau tidak, dalam memberi suatu barang konsumen perempuan biasanya cenderung selalu ingin memperoleh barang terbaik atau barang yang diinginkan, dengan harga yang paling cocok di kantong atau lebih tepatnya murah.

Kebiasaan tersebut harus diakui sudah menjadi naluri yang dimiliki oleh segelintir kalangan ketika ingin melakukan pembelian suatu barang, baik secara konvensional dengan datang ke toko secara langsung. Maupun dengan cara yang lebih modern seiring dengan perkembangan zaman yang terjadi saat ini, yakni melalui platform belanja online.

Apa buktinya?

Sederet Produk Kemasan yang Paling Diburu Konsumen Indonesia

Konsumen perempuan/ibu habiskan banyak waktu untuk bandingkan harga

Platform pembanding harga dan pemberi rekomendasi produk keluarga terbesar di Asia Tenggara, yakni SuperMom, belum lama ini melakukan sebuah survei mengenai perilaku konsumen saat melakukan belanja online di sebuah platform eCommerce.

Sesuai target pengguna platform mereka, survei dilakukan kepada kalangan Ibu yang biasa melakukan pembelian produk untuk kebutuhan rumah tangga atau kehidupan sehari-hari.

Survei
info gambar

Hasilnya, survei tersebut menunjukkan jika 4 dari 5 orang Ibu pasti selalu membandingkan harga sebelum melakukan pembelian saat belanja online. Lebih detail, 3 dari 4 orang menghabiskan waktu selama 30-60 menit dalam sekali berbelanja.

Dari hasil survei yang sama, juga terlihat jika konsumen atau para Ibu yang dimaksud biasanya melakukan belanja online sekaligus membandingkan harga pada tiga platform eCommerce yang saat ini banyak digandrungi, yakni Tokopedia, Lazada, dan Shopee. Proses tersebut dilakukan hanya untuk satu tujuan, yakni mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga termurah.

Lebih detail jika membahas mengenai waktu berbelanja di momen Ramadan seperti saat ini, survei yang pernah dilakukan oleh iPrice menunjukkan jika kalangan konsumen perempuan lebih aktif melakukan belanja online pada siang hari dengan rentang waktu yang lebih banyak, dibanding konsumen laki-laki. Sehingga kesempatan menghabiskan waktu lebih banyak untuk membandingkan harga dapat lebih leluasa.

Sementara itu di saat bersamaan, hal serupa juga terjadi pada konsumen atau para Ibu ketika melakukan pembelian barang yang diincar secara konvensional, atau berkunjung langsung ke toko.

Biasanya, mereka berkunjung langsung dari satu toko ke toko lain untuk membandingkan dan mendapat harga termurah, tanpa memperhitungkan kemungkinan biaya lain yang berpotensi dikeluarkan untuk melakukan perbandingan tersebut.

Hal itu bahkan diakui langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat ikut serta dalam acara peluncuran aplikasi SuperMom yang berlangsung secara virtual, Rabu (20/4/2022).

“Itu dialami oleh Ibu saya sendiri, misal ingin mencari kain sebut lah di Tanah Abang, kalau misal tidak nemu harga yang cocok itu bisa sampai cari alternatif ke pasar lain misal Mayestik, dan dibandingkan. Padahal perbandingan harganya tidak seberapa, dan ada harga lain yang bisa membuat pengeluaran lebih mahal, misal biaya bensin, parkir, dan lain sebagainya,” ujar Sandiaga.

Namun diakui oleh sejumlah pihak, hal tersebut pasalnya merupakan karakter naluriah yang biasanya dimiliki oleh kalangan perempuan, terutama Ibu-ibu di Indonesia.

Konsumen Indonesia Merupakan yang Paling Optimis Sedunia

Solusi yang ditawarkan

Berangkat dari kondisi di atas, SuperMom sebagai platform pembanding harga seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secara resmi menghadirkan aplikasi pembanding harga mereka di Indonesia, dengan tujuan untuk membantu kebutuhan kalangan Ibu di tanah air.

Kehadiran aplikasi SuperMom juga disambut baik oleh Menparekraf Sandiaga Uno, yang mengungkap jika kehadiran platform ini dapat meningkatkan literasi digital bagi kaum perempuan, khususnya Ibu.

Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Luke Lim, selaku Executive Chairman dan Co-Founder Supermom.

“Memahami keadaan para ibu saat ini, SuperMom sebagai platform perniagaan sosial terbesar di Asia Tenggara yang berfokus pada rekomendasi produk keluarga dan pembanding harga, hadir untuk memberdayakan orang tua agar bisa hidup lebih baik dan lebih cerdas,” jelas Luke Lim.

Survei perilaku ibu-ibu saat berbelanja online | Dok. SuperMom Indonesia
info gambar

Tidak hanya sebagai pembanding harga, SuperMom yang memiliki aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga dibekali berbagai fitur yang sekaligus dapat menjadi solusi untuk berbagai kebutuhan para ibu saat berbelanja online, berdasarkan hasil survei yang sama seperti yang telah disebutkan di atas.

Adapun berbagai fitur yang dimaksud dan biasanya dibutuhkan saat melakukan aktivitas belanja online selain pembanding harga di antaranya adalah testimoni atau review jujur dari konsumen lain, serta informasi detail mengenai produk tertentu.

Lain itu, aplikasi SuperMom juga diklaim memiliki fitur khusus bagi para Ibu untuk mendapatkan penghasilan lewat program ulasan, yang telah mereka berikan dari produk-produk yang telah mereka beli. Para Ibu juga dapat menjadi pengecer untuk merek yang mereka sukai, dan saling memberikan wawasan mengenai kualitas produk tertentu.

”SuperMom akan menjadi jejaring ibu terbesar di Indonesia melalui tiga pilar pendukung utamanya, termasuk dengan memberikan rekomendasi belanja bagi para ibu, memberikan fasilitas jejaring percakapan bagi para ibu dan berbagi pengalaman antar ibu,” pungkas Bunga Mega, Chief Marketing Officer SuperMom Indonesia.

58 Persen Konsumen Memilih eCommerce untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini