Surga Burung dengan Pemandangan Eksotis di Taman Nasional Manusela

Surga Burung dengan Pemandangan Eksotis di Taman Nasional Manusela
info gambar utama

Kawasan Indonesia Timur memang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan pemandangan memesona dan surga wisata alam. Pariwisata di bagian timur Nusantara selalu identik dengan alam kondisi alam yang terjaga dan begitu eksotis. Dari gunung, pantai, bukit, wisata bahari, hingga warisan peninggalan kolonial semua bisa dijelajahi.

Salah satu lokasi dengan banyak objek wisata alam menakjubkan serta menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai flora-fauna endemik adalah Taman Nasional (TN) Manusela di Pulau Seram.

Lokasi TN Manusela hampir meliputi 75 persen Kabupaten Maluku Tengah dan tepatnya berada di Kecamatan Seram Utara dengan ibukota Wahai dan Kecamatan Seram Selatan dengan ibukota Tehoru. Taman nasional ini merupakan gabungan dari dua cagar alam yaitu Wae Nua dan Wae Mual.

Di sekitar taman nasional juga terdapat kehidupan masyarakat Desa Manusela, Ilena Maraina, Selumena, dan Kanike. Mereka telah lama hidup di taman nasional dan memiliki kepercayaan bahwa gunung-gunung yang ada di TN Manusela dapat memberikan semangat dan perlindungan bagi kehidupan mereka.

Untuk mengunjungi TN Manusela, bisa ditempuh dari Pelabuhan Tulehu di Ambon menuju Pelabuhan Amahai di Pulau Seram sekitar 90 menit. Kemudian, perjalanan dilanjutkan jalur darat ke Hatumete sekitar tiga jam dan jika menggunakan jalur utara ke Manusela membutuhkan waktu dua jam.

Ragam Kegiatan Ekowisata di Taman Nasional Batang Gadis

Kekayaan alam TN Manusela

TN Manusela | Wikimedia Commons
info gambar

Kawasan TN Manusela berada di atas lahan seluas 189.000 hektare dan terdiri dari ekosistem pantai, ekosistem hutan rawa, ekosistem hutan hujan dataran rendah, dan ekosistem hutan hujan pegunungan. Tak hanya itu, taman nasional ini juga memiliki beberapa tipe vegetasi seperti bakau, pantai, hutan rawa, tebing sungai, hutan hujan tropika pamah, hutan pegunungan, dan hutan sub-alpin.

Dengan ekosistem yang beragam, TN Manusela juga menyediakan habitat yang nyaman bagi berbagai hewan dan tumbuhan. Untuk persebaran flora di taman nasional menyesuaikan dengan tipe vegetasinya. Selain itu, jenis tumbuhan juga bercampur dengan khas Asia dan Australia.

Tumbuhan yang bisa ditemukan di TN Manusela antara lain pohon durian, eukaliptus, meranti, nyamplung, langsat hutan. Pada vegetasi hutan bakau dapat ditemukan pedada, bidu, bakau rhizopora apiculata, api-api, dan nipah. Kemudian di rawa dataran rendah ditumbuhi butun darat, pulai, dan beringin.

Pada tipe vegetasi hutan pantai, kita dapat menemukan tapak kuda atau katang-katang, ketapang, rumput jara-jara, pandan, hingga cemara laut. Ada juga tumbuhan kapur, benuang, kayu putih, matoa, pakis endemik, dan berbagai jenis anggrek.

TN Manusela memiliki 117 jenis burung dengan 14 di antaranya adalah endemik seperti kakatua Seram, kalong Seram, kesturi Ternate, nuri tengkuk ungu, raja udang, burung madu Seram besar, dan nuri Ambon. Untuk kelompok mamalia ada mapea, kuskus, rusa, luwak, babi hutan, anjing liar, kucing liar, musang, dan 26 jenis kelelawar. Selain itu, ada 46 jenis reptil termasuk kadal Seram, soa-soa, kadal panama, duyung, dan penyu hijau. Ditambah dengan 90 kenis kupu-kupu.

Kegiatan Ekowisata di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Objek wisata di TN Manusela

TN Manusela | Wikimedia Commons
info gambar

Selain mengamati tumbuhan dan satwa, di TN Manusela juga banyak kegiatan wisata yang dapat dilakukan. Salah satunya mendaki Gunung Binaiya dengan jalur menantang karena harus melewati hutan rimba atau mengunjungi Pegunungan Saleman yang membentang di sepanjang Pantai Saleman. Destinasi wisata ini tergolong unik karena menyajikan pemandangan serupa hutan zaman jurassic.

Wisatawan juga dapat melihat tempat pengolahan sagu di Sungai Salawai dan di sana menjadi habitat buaya. Bagi yang suka olahraga esktrem, bisa panjat tebing di area Tebing Sawai, Tepi Kabipoto, Tepi Merkele, dan Wae Kawa.

Kemudian terdapat Gua Ibu yang bentuknya serupa rahim wanita dengan bekas aliran air dan gugusan bebatuan, serta pastinya kelelawar. Bisa juga mengamati biota laut dan terumbu karang di sekitar Teluk Sawai.

Selain itu terdapat Gua Bawah Air di Pantai Ora, uniknya gua ini berbentuk lorong yang menembus ke permukaan air laut. Untuk masuk gua, pengunjung harus menyelam. Sementara itu bagi pengunjung yang ingin mengamati rusa dan burung bisa mengunjungi Pasahari dan untuk menjelajah hutan rimba sambil mengamati kupu-kupu bisa ke area Pilana.

Adapun objek wisata lain yang tak kalah menarik adalah air terjun Ninivala, Hatumete, dan Wae Isal yang biasa jadi tempat berkemah. Selain berkemah, pengunjung bisa menginap di Desa Sawai.

Mengamati Keanekaragaman Hayati di Taman Nasional Gandang Dewata

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini