Ahmad Dzuizz Annajib, Anak Kelas 6 SD yang Curi Perhatian dengan Puluhan Prestasi

Ahmad Dzuizz Annajib, Anak Kelas 6 SD yang Curi Perhatian dengan Puluhan Prestasi
info gambar utama

Ada banyak anak Indonesia dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata yang diikuti dengan segudang prestasi, namun belum terekspos atau diketahui pencapaian membanggakan dan kisah inspiratifnya oleh khalayak ramai.

Baru-baru ini mencuat sosok anak yang dimaksud dengan prestasi memukau, di usianya yang terbilang masih sangat belia, yakni Ahmad Dzuizz Annajib. Anak laki-laki yang disebut masih berada di tingkat setara kelas 6 SD tersebut belakangan mencuri perhatian, setelah muncul curriculum vitae (CV) milik dirinya.

CV yang tersebar mungkin akan terlihat biasa, jika bukan karena deretan prestasi besar dan mentereng yang tertulis di dalamnya. Di usia yang masih menginjak 12 tahun, terlihat jika Dzuizz sudah ‘langganan’ meraih gelar juara sekaligus penghargaan di berbagai ajang kompetisi tingkat Internasional. Bukan hanya di kawasan Asia, namun juga dunia.

Terhitung jika ada lebih dari sekitar 50 penghargaan yang dimiliki Dzuizz sejak tahun 2018, yang berarti saat dirinya masih berusia 8 tahun. Penghargaan tersebut beragam mulai dari olimpiade di bidang matematika, sains, dan ilmu komputer.

Siapa sebenarnya Dzuizz dan bagaimana dirinya bisa memiliki sederet prestasi memukau di usia yang masih sangat muda?

Rayner Setiawan, Anak Indonesia Pertama yang Jadi Podcaster Sains Cilik

Kuasai ragam jenis bahasa pemrograman

Dari situs pribadi miliknya, terungkap jika Dzuizz adalah anak kelahiran tahun 2010 yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Meski begitu, saat ini dirinya diketahui tinggal di negara tetangga Singapura dan bersekolah di Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah Singapura.

Tak hanya itu, Dzuizz ternyata juga diketahui menjadi bagian dari yayasan atau organisasi MENSA Singapura. Sekadar informasi, MENSA sendiri merupakan sebuah yayasan untuk tempat berkumpulnya masyarakat atau orang-orang yang memiliki IQ tinggi.

Lebih jauh, organisasi tersebut berperan dalam memfasilitasi dan membantu orang-orang yang berbakat secara intelektual, dalam mengembangkan kemampuan intelektual dan sosialnya untuk bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Mengungkap secara spesifik mengenai minat dan keahliannya, Dzuizz diketahui memiliki kemampuan utama yang tinggi di bidang matematika. Kedua, ia juga memiliki kemampuan sekunder di bidang Sains.

Tak berhenti sampai di situ, kedua bidang ilmu tersebut kemudian ia aplikasikan dalam bidang ilmu lain yang saling berhubungan, yakni teknologi informasi. Sejak tahun 2014, dirinya disebut sudah menjajal minat terhadap pemrogaman. Hasilnya, saat ini Dzuizz diketahui sudah menguasai bahasa pemrograman berbasis C++, Python, HTML, dan sejenisnya.

Bicara lebih detail mengenai deret prestasi yang dimiliki, pada tahun 2018 Dzuizz membuka catatan penghargaannya lewat Olimpiade Matematika Amerika (AMO) dan berhasil meraih penghargaan Silver Award.

Memasuki tahun 2019 hingga detik ini ragam penghargaan juga diraih lewat berbagai kompetisi baik serupa maupun berbeda, dan memenangkan penghargaan di kategori Silver sekaligus Gold Award. Beberapa kompetisi yang diikuti di antaranya International Challenge on Informatics and Computational Thinking (Gold), Design Thinking with Robotics and Computational Thinking International Competition (Gold), International Science Competition (Gold), dan masih banyak lagi.

Pelajar Indonesia Raih Prestasi Membanggakan di Olimpiade Sains Internasional Kazakhstan

Anak praktisi teknologi Ainun Najib

Sementara itu jika menilik lebih jauh mengenai latar belakangnya, kecerdasan yang dimiliki Dzuizz rupanya muncul bukan tanpa alasan. Terungkap jika ia merupakan anak dari seroang ahli sekaligus praktisi teknologi informasi yang cukup tersohor di Indonesia, yakni Ainun Najib.

Ainun Najib sendiri sebelumnya banyak dikenal setelah menjadi penggagas sekaligus inisiator dari keberadaan situs KawalPemilu.org. Meski diketahui berasal dari Gresik, sosok yang mempertajam ilmu teknologinya di Universitas Teknologi Nanyang tersebut saat ini diketahui memang menetap dan berkarier di Singapura.

Keahliannya yang mengagumkan nyatanya pernah mendapat perhatian langsung dari Presiden Joko Widodo, yang secara tersirat pernah memintanya untuk kembali pulang ke Indonesia dan berkarya di tanah air.

Dzuizz sendiri diketahui merupakan anak tertua dari 4 anak bersaudara yang ia miliki. Mengutip Suara.com, kabarnya keahlian dan kecerdasan yang dimiliki anak pertamanya tersebut memang dipersiapkan untuk dirinya menempuh pendidikan di instansi yang sama dengan ayahnya kelak.

Jajaran Ahli Teknologi Indonesia dengan Kemampuan yang Diakui Dunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini