Dari Infrastruktur Hingga Kesehatan, Begini Persiapan Jelang KTT G20 di Bali

Dari Infrastruktur Hingga Kesehatan, Begini Persiapan Jelang KTT G20 di Bali
info gambar utama

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia memegang Presidensi G20 2022. Rangkaian pertemuan G20 sendiri telah dimulai sejak 1 Desember 2021 dan akan puncaknya adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Bali pada tanggal 15-16 November 2022.

Sebelumnya pada 7-8 Juli 2022 telah diadakan Pertemuan Para Menteri Luar Negeri G20, atau G20 Foreign Ministers' Meeting (FMM) di Bali. Pertemuan ini memiliki tema “Membangun dunia yang lebih damai, stabil, dan sejahtera bersama” dan menjadi forum strategis untuk membahas upaya pemulihan global. Jelang gelaran KTT G20 November mendatang, berbagai persiapan pun terus dimatangkan oleh pemerintah.

Pada Jumat (8/7/2022), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan yang merupakan Ketua Bidang Penyelenggara Acara Presidensi G20 Indonesi, telah melaksanakan Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana, Kepala Staf Kepresidenan, TNI – Polri, dan berbagai lembaga terkait.

Dalam rapat tersebut, beberapa poin yang dibahas antara lain persiapan di bidang kesehatan, infrastruktur dan logistik, protokoler dan keamanan, dan penanganan atau pengelolaan sampah. Menko Marves berpesan agar seluruh persiapan KTT G20 disiapkan sebaik mungkin, koordinasi serta kerja sama antar lembaga ditingkatkan, dan semua rampung pada bulan Oktober.

Memahami Peran G20, dan Fakta Terpilihnya Indonesia Sebagai Presidensi di Tahun 2022

Persiapan infrastruktur

Opening ceremony G20 | G20.org
info gambar

Jelang penyelenggaraan KTT G20, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memperketat berbagai persiapan. Ia menyampaikan bahwa ada beberapa isu utama yang berkaitan dengan G20, yaitu penyiapan program yang ditugaskan kepada Kemenparekraf, persiapan untuk 20 negara anggota G20 dan 3 negara undangan.

Menparekraf juga menyampaikan bahwa Menkomarves telah mengapresiasi fasilitas hotel-hotel di Bali yang semakin lebih baik. Sandiaga berharap semua pembangunan infrastruktur bisa terselesaikan pada bulan Oktober dan SDM pelaku ekonomi kreatif pun bisa bersiap menyambut ajang internasional tersebut.

“Harapannya, sampai bulan Oktober ini kita finalkan sehingga terstruktur semua, jadi masuk bulan November tinggal finalisasi. Dan, dalam penyiapan SDM, kapasitas anak-anak muda ini harus ditingkatkan, sehingga hospitality kita bisa dikenang baik,” ujarnya.

Sementara itu, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembangunan infrastruktur di Bali. Salah satunya adalah pembangunan terminal VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk mempermudah akses tamu KTT G20.

“Bali yang akan menjadi pusat lokasi penyelenggaraan KTT G20 dengan tema "Recover Together, Recover Stronger" akan dibuat lebih ramah lingkungan melalui kegiatan pembenahan infrastruktur kawasan yang didukung dengan penghijauan yang masif,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Adapun pembangunan terminal VVIP ini menelan anggaran sebesar Rp51 miliar. Ruang lingkup pekerjaan terdiri dari bangunan VVIP, bangunan pos jaga, bangunan ground water tank dan ruang pompa, pagar keliling dan gerbang, penataan lansekap, area drop off dan drop on, dan relokasi instalasi Mekanikal Elektrikal Plumbing (MEP). Selain itu, Kementerian PUPR juga melakukan revitalisasi terminal VIP eksisting dan bangunan penunjang, serta melakukan pembangunan bangunan ekspedisi muatan pesawat udara (EMPU).

Dalam tinjauan ke lokasi, Luhut mengatakan bahwa terminal VVIP Bandara Ngurah Rai nantinya akan digunakan sebagai tempat parkir pesawat dan tempat kedatangan para pejabat tinggi negara yang menjadi bagian dari Presidensi G20 Indonesia.

“Beberapa pembangunan sudah berjalan, yaitu terminal VVIP lounge, beautifikasi gedung VVIP eksisting, serta beautifikasi dan revitalisasi terminal bandara,” ujarnya.

Mengenal Ragam dan Peran Penting Engagement Group Bagi G20

Kelistrikan dan kesehatan

Pertemuan G20 | G20.org
info gambar

Dari pekerjaan kelistrikan, PT PLN (Persero) juga tengah mempercepat berbagai pekerjaan dan menjamin persiapan rampung 100 persen sebelum acara demi memastikan pasokan listrik selama gelaran tersebut berjalan lancar.

Pada Rabu (22/6/2022), Executive Vice President Distribusi PT PLN (Persero) Regional Jawa Madura dan Bali, Ida Bagus Ari Wardana menjelaskan bahwa persiapan PLN menyambut KTT G20 sudah di atas 50 persen.

“Semuanya on progress khususnya di sisi keandalan, kami perkuat pembangkit, transmisi, distribusi juga operasi sistem dan retail yang saat ini sudah mencapai 72,28 persen,” jelas Ari.

Penguatan sisi distribusi ini termasuk penyempurnaan konstruksi pasokan suplai energi listrik, merapikan jaringan listrik pada jalur-jalur di sekitar lokasi acara, pengadaan suplai cadangan, dan peremajaan peralatan pendukung. Untuk ketersediaan pasokan listrik nantinya akan didukung oleh pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) yang akan memasok listrik sebesar 2 x 100 megawatt (MW) ke dalam sub sistem Bali.

Adapun dari kesiapan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pembangunannya telah mencapai 56,32 persen. SPKLU yang akan dibangun 60 unit ini nantinya akan melayani 492 kendaraan listrik delegasi dan 464 kendaraan patwal dan operasional lainnya.

Kemudian di bidang kesehatan, Kemenkes fokus untuk memperkuat empat hal guna memastikan pertemuan nantinya berjalan dengan aman dan sehat. Empat hal tersebut yaitu protokol kesehatan, surveilans, vaksinasi, dan sistem perawatan.

“Saat ini berbagai persiapan kesehatan terus dimatangkan. Karena pada prinsipnya kami ingin memberikan rasa aman kepada para peserta G20,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Untuk protokol kesehatan, Kemenkes telah menyiapkan satu dokumen protokol kesehatan yang nantinya digunakan sebagai pedoman bagi para delegasi KTT G20. Pedoman ini akan menjadi acuan penyelenggaraan acara, mulai dari kedatangan, selama acara, sampai kepulangan peserta.

Selanjutnya untuk surveilans, Kemenkes telah melakukan penguatan surveilans guna mencegah kenaikan kasus Covid-19. Penguatan dilakukan dengan memperkuat 3T, pemeriksaan antigen kepada setiap delegasi, hingga menyiapkan infrastruktur surveilans berupa alat mesin Whole Genome Sequensing (WGS) di Universitas Udayana.

“Sebelum acara, nanti di bulan September atau Oktober akan dilakukan surveilans untuk melihat karakteristik penularan COVID-19 di Bali. Selama acara kita juga sediakan tes antigen untuk pendamping para delegasi, lalu harus daftar pakai barcode yang terhubung ke PeduliLindungi. Ini untuk memastikan semua sehat,” ujar Menkes.

Untuk vaksinasi juga tetap didorong, baik itu dosis lengkap dan booster. Pihak Kemenkes akan meningkatkan vaksinasi untuk memastikan kekebalan masyarakat Bali semakin bagus. Selanjutnya dari sistem perawatan, sebanyak lima rumah sakit untuk rujukan pelayanan kesehatan KTT G20 telah disiapkan yaitu RSUP Sanglah, RSUD Bali Mandara, RS Siloam, RS BIMC Nusa Dua, dan RS Universitas Udayana. Selain rumah sakit rujukan, akan disiapkan fasilitas kesehatan di setiap hotel yang dijadikan lokasi pertemuan G20.

Jadi Suvenir GPDRR dan Busana Resmi KTT G20, Endek Bali Siap Mendunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini