Dibangun dengan Anggaran Rp9 Triliun, Bandara Dhoho Siap Beroperasi Tahun 2023

Dibangun dengan Anggaran Rp9 Triliun, Bandara Dhoho Siap Beroperasi Tahun 2023
info gambar utama

Kediri, Jawa Timur, akan segera punya bandara yang berlokasi di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Lokasinya dapat ditempuh sekitar 30 menit dari pusat kota. Pembangunan bandara bernama Dhoho yang sudah dimulai sejak tahun 2020 ini diprediksi dapat meningkatkan pertumbuhan di berbagai sektor perekonomian, seperti wisata, Industri, UMKM, pertanian, dan perkebunan.

Anggota DPRD Jatim, Chusainuddin ditemui di DPRD Jatim, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di daerah seperti halnya bandara secara otomatis akan memacu pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan tersebut terjadi karena meningkatnya aktivitas masyarakat sehingga berdampak pada percepatan perputaran uang di wilayah tersebut.

“Dalam hal pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah bandara akan meningkat secara otomatis, hal itu dikarenakan meningkatnya aktivitas masyarakat menuju bandara,” jelasnya.

Pembangunan bandara juga dapat menarik para investor untuk menanamkan modal di sekitar wilayah bandara. Pada akhirnya kehadiran para investor akan menciptakan lapangan pekerjaan yang secara otomatis akan mengurangi jumlah pengangguran di daerah Kediri.

Pada tahun 2020, Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta menyatakan bahwa nilai investasi untuk pengembangan Bandara Dhoho Kediri diperkirakan akan menelan biaya Rp6 triliun hingga Rp9 triliun yang ditanggung penuh oleh perseroan.

Dikelola AP II dan Pelita Air, Bandara Pondok Cabe Akan Beroperasi Secara Komersial

Pembangunan Bandara Dhoho Kediri

Ilustrasi bandara | @joyfull Shutterstock
info gambar

Pembangunan Bandara Dhoho ini memang telah direncanakan sebagai salah Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur, selain dari Bandara Juanda Surabaya. Pada tahun 2019 tercatat Bandara Juanda telah melayani lebih dari 16,6 juta penumpang dengan trafik pesawat mencapai 129 ribu pergerakan pesawat dan kargo mencapai 88,4 juta kilogram.

Bandara Dhoho juga dinilai sangat potensial karena menjadi alternatif gerbang kedua di wilayah Jawa Timur, terutama dapat membuka area ke wilayah Tulung Agung, Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Madiun, hingga Magetan.

Perlu diketahui bahwa Bandara Dhoho merupakan salah satu proyek bandara yang dibangun dengan skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang pembangunannya dilakukan oleh PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam.

"Ini merupakan pertama kali pihak swasta sepenuhnya menginvestasikan pembangunan bandara dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Artinya PT Gudang Garam akan mendapat konsesi, bisa 30 atau 50 tahun. Ini merupakan hal yang patut dicontoh oleh daerah lain untuk melakukan seperti yang dilakukan oleh Pemprov Jatim, Kediri dan Gudang Garam," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Rencananya Bandara Dhoho akan dibangun dalam tiga tahap. Pada tahap 1 telah diperkirakan nilai investasi yang digelontorkan, termasuk pembebasan lahan, sekitar Rp9,2 triliun. Menurut keterangan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, Bandara Kediri akan difungsikan sebagai bandara pengumpan di jalur selatan Jawa sedangkan Bandara Hub di Jawa Timur adalah di Bandara Juanda Surabaya.

"Jalur selatan Jawa seperti diketahui sangat berkembang, ada Bandara Kertajati Jawa Barat, Bandara Jenderal Sudirman di Purbalingga Jawa Tengah, dan Bandara Wiradinata Tasikmalaya, Jawa Barat. Bandara Kediri ini menjadi jalur tersendiri untuk melayani Jawa Selatan yang padat sekali," jelas Novie.

Selanjutnya Novie mengatakan bahwa Bandara Kediri akan melayani masyarakat di enam kabupaten di Jawa Timur dengan penduduk sekitar 10 juta jiwa, termasuk Madiun, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Kediri.

Direvitalisasi Sejak Awal Tahun, Begini Progres Pembangunan Bandara Halim Perdanakusuma

Beroperasi tahun 2023

Dalam kunjungan ke Bandara Dhoho pada Minggu (17/7/2022), Mehub Budi Karya mengatakan bahwa progres pembangunan bandara berjalan baik dan menurut rencana pada Oktober 2023 sudah bisa digunakan. Ia juga mengajak pihak swasta untuk berpartisipasi dalam membangun konektivitas transportasi baik di darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

Sampai bulan Juni 2022, progres pembangunan Bandara Dhoho sudah sekitar 50 persen secara keseluruhan. Untuk pekerjaan tanah sudah 83,16 persen, pada sisi udara atau airside 15,35 persen, dan pada sisi darat atau landside 3,06 persen.

Setelah rampung nantinya Bandara Dhoho ini akan memiliki panjang runway atau landas pacu berukuran 3.300 x 60 meter, apron commercial berukuran 548 x 141 meter, apron VIP berukuran 221 x 97 meter, 4 taxiway, dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi. Di sisi darat, bandara akan punya terminal penumpang seluas 18.000 meter persegi berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.

Keberadaan bandara baru ini diharapkan dapat memperlancar konektivitas antar wilayah khususnya di Jawa Timur bagian selatan, serta mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru, pariwisata, dan perdagangan. Selain itu, bandara ini juga diharapkan dapat melayani penerbangan haji dan umroh. Bandara ini akan berfungsi sebagai bandara domestik. Bandara Internasional tetap dilayani oleh Bandara Juanda Surabaya.

Pada kesempatan berbeda, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menerangkan bahwa pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur terkait ruas jalan yang mendukung konektivitas antar wilayah. "Jangan sampai bandara sudah selesai jalannya belum siap," kata Bupati Kediri pada Sabtu (9/7/2022).

Sementara pemerintah pusat menangani proyek jalan tol, pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan ruas-ruas jalan alternatif. Misalnya, ruas jalan dari Kertosono mulai Papar-Gampengrejo-Purwoasri yang mulai diperbaiki. Selain itu juga ada pengerjaan Jembatan Ngadi yang menghubungkan Kabupaten Kediri dengan Tulungagung yang akan dilanjutkan dengan Jembatan Mrican yang menghubungkan Kota Kediri dengan Kabupaten Kediri.

"Tidak mungkin sudah ada bandara tapi ada satu konektivitas yang terputus karena jembatan yang tidak dibangun," jelasnya.

Bupati Kediri menegaskan bahwa pemerintah sangat serius mempersiapkan bandara ini karena dipastikan akan terjadi lonjakan atau perubahan yang cukup eksponensial, baik itu dari sisi perekonomian hingga pariwisata.

Staf Bandara Soekarno-Hatta Raih Predikat Terbaik Asia 2022

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini