Bukan Bunga Bangkai, Ini Tanaman yang Punya Bau Seperti Kentut

Bukan Bunga Bangkai, Ini Tanaman yang Punya Bau Seperti Kentut
info gambar utama

Apa jenis tumbuhan, daun, atau bunga paling aneh bin unik yang pernah kalian dengar atau bahkan jumpai secara langsung? Kebanyakan orang mungkin akan menjawab bunga rafflesia dan bunga bangkai. Tapi nyatanya, selain itu masih ada jenis tumbuhan lain yang juga dikenal karena keunikan baunya yang tak biasa, yakni daun kentut.

Iya, bukan hanya hewan sigung saja yang selama ini terkenal akan ciri khasnya dalam mengeluarkan kentut beraroma bau. Dari kingdom plantae atau tumbuhan, nyatanya juga ada spesies yang memiliki ciri khas serupa yakni berupa kemampuan mengeluarkan aroma kurang sedap.

Menariknya, ciri khas bau yang dimiliki daun kentut bukan berarti membuat jenis tumbuhan satu ini sama sekali tidak berarti. Kebalikannya, justru daun kentut punya banyak manfaat dan beberapa kondisi yang membuatnya banyak diminati.

Hal apa yang menarik dari daun kentut? Berikut faktanya.

Fosil Daun Mengungkap Hutan Purba Berusia 4 Juta Tahun di Kalimantan

Makna bau kentut yang sesungguhnya

Penamaan daun kentut muncul bukan tanpa alasan, hal tersebut lantaran daun dari tumbuhan satu ini mengeluarkan aroma busuk seperti belerang, yang oleh beberapa orang lebih banyak dinilai menyerupai bau kentut.

Daun kentut sebenarnya berasal dari wilayah Asia tropis yang telah dinaturalisasi ke sejumlah wilayah lain, seperti Melanesia, Polinesia, dan kepulauan Hawaii. Karena sudah tersebar di berbagai negara, tak heran kalau tumbuhan satu ini punya julukan nama yang beragam. Meski sebenarnya arti di setiap nama merujuk ke makna yang sama, yaitu baunya yang seperti kentut.

Spesies tumbuhan satu ini mulai diperkenalkan di Florida sekitar tahun 1897, dan diberi nama latin Paederia foetida yang artinya kotoran berbau busuk. Sementara itu di Malaysia, daun kentut lebih dikenal dengan nama Kesimbukan atau Akar Kentut, Kantutai di Filipina, dan Skunk Vie di Inggris yang berarti anggur busuk.

Bagaimana dengan Indonesia?

Beda wilayah maka beda pula julukannya, masyarakat Sunda lebih mengenal daun ini dengan sebutan kahitutan, dalam bahasa Jawa disebut sembukan, dan dalam bahasa Madura disebut bintaos.

Mengenal Lebih dalam Bunga Bangkai, Tanaman yang Berhasil Mekar di Eropa

Tanaman hias dan bahan dasar berbagai makanan

Memang, bau khas yang dimiliki daun kentut sangat mencolok dan menyengat terutama ketika diremas atau digosok daunnya. Tapi aroma tersebut akan hilang saat sudah dimasak, meski saat dikonsumsi masih menyisakan rasa pahit.

Iya, daun dengan aroma kurang sedap ini banyak dikonsumsi karena rupanya memiliki sederet manfaat. Di tambah lagi ada beberapa karakteristik tumbuh yang membuatnya banyak diminati.

Pertama, daun ini memiliki karakteristik unik sebagai tanaman yang tumbuh merambat serta menempel pada tumbuhan lain. Kemampuan tumbuh merambatnya bisa mencapai ketinggian 1,5 meter sampai 7 meter.

Lain itu meski bau, tapi tumbuhan daun kentut memiliki bunga yang tumbuh dengan tampilan cantik berupa kuncup putih, dan tampilan khas warna ungu di bagian dalamnya. Karena itu, tetap banyak orang yang menjadikan daun kentut sebagai tanaman hias di pekarangan rumah.

Hal lain yang membuat daun kentut tetap banyak populer adalah karena adanya segudang manfaat, yang diyakini berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa masalah kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang dimaksud di antaranya asam usat, diare, dan wasir.

Daun kentut juga biasa dikonsumsi dengan tujuan untuk merawat kesehatan usus terutama sebagai pencegahan antidiare dan antidisentri. Bukan tanpa alasan, sejumlah khasiat tersebut diperoleh karena daun kentut mengandung antiinflamasi yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan dalam tubuh.

Sementara itu pemanfaatan lain yang tak kalah unik juga dapat ditemukan di tengah masyarakat Medan, yang sudah tidak asing dengan salah satu olahan bernama nasi kentut.

Sesuai namanya, nasi kentut adalah pangan yang berasal dari olahan nasi yang dicampur oleh daun kentut, rempah-rempah, dan kemudian dibungkus dengan daun pisang. Selain itu, daun kentut juga sering digunakan sebagai olahan botok, yakni olahan ikan dan sebagainya yang dicampur dengan parutan kelapa muda yang dibumbui, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Sementara itu di berbagai wilayah lainnya, daun kentut juga banyak dijadikan bahan dasar pembuatan ragam jenis makanan khas. Misalnya pepes gembrot dari Jawa, hingga kue kentut yang dikenal dengan nama chiu phi then pan khas Kalimantan.

Daun Kemangi Bisa Cegah Penurunan Kemampuan Otak

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini