Peran Warga dari Desa Sekonyer Ciptakan Potensi Wisata dari Lindungi Alam

Peran Warga dari Desa Sekonyer Ciptakan Potensi Wisata dari Lindungi Alam
info gambar utama

Desa Sungai Sekonyer berbatasan langsung dengan Taman Nasional Tanjung Puting yang telah dikenal dunia internasional dengan julukan The World Capital of Orangutans. Luas wilayah Desa Sungai Sekonyer sekitar 109.967 hektare.

Awalnya desa tersebut berlokasi di areal TN Tanjung Puting tetapi setelah ditetapkannya sebagai taman nasional oleh Menteri Kehutanan RI, maka penduduk Tanjung Harapan di relokasi ke seberang areal Taman Nasional pada tahun 1971.

Sungai Sekonyer membelah antara zona TN Tanjung Puting dan areal penggunaan lain (APL) serta hutan produksi konversi Desa Sungai Sekonyer. Sekonyer kemudian jadi jalur utama bagi kapal klotok yang hendak menuju TN Tanjung Puting.

Integrasi Pengembangan Wisata Pedesaan dari A Sampai Z

Dimuat dari Antaranews, Sekonyer bukanlah nama asli sungai itu, tetapi muncul dari nama kapal patroli Belanda Lonen Konyer yang karam di muara sungai ketika gerilyawan Indonesia melawan Belanda di 1948.

Nama kapal itu kemudian menggantikan nama Sungai Buaya, juga sekaligus jadi nama desa yang dulunya berada di Kantor Resort Tanjung Harapan. Jejak desa masih bisa disaksikan di wilayah taman nasional tersebut.

“Buktinya pekuburan warga desa juga masih ada sekitar 100 meter dari resor itu, dan penduduk di sini masih dimakamkan di sana,” kata Suriansyah, Kepala Desa Sekonyer.

Peran pemuda desa

Suriansyah menjelaskan awalnya masyarakat banyak yang tinggal di rumah panjang di Camp Leakey, area taman nasional. Kebanyakan dari masyarakat tersebut memilih berladang secara nomaden.

Kala itu, jelasnya, banyak populasi orang utan hingga masyarakat berpindah ke Tanjung Harapan sebelum menjadi taman nasional, dan kini masyarakat dipindahkan lagi ke Desa Sungai Sekonyer.

Dicatat oleh Suriansyah, ada 700 jiwa yang tinggal di Desa Sekonyer, mayoritas bekerja di perkebunan sawit. Tetapi, banyak dari masyarakat yang terlibat dalam konservasi di taman nasional dan wisata.

Desa Wisata di Sukabumi Ini Punya Tanaman dengan Kandungan Super yang Terancam Punah

Disebutkannya banyak warga Sekonyer terlibat dalam konservasi di taman nasional, terutama anak muda. Bahkan karena itu masyarakat Sekonyer telah mendapat manfaat, terutama untuk tempat wisata.

“Ya memang taman nasional memberi banyak manfaat buat masyarakat Sekonyer. Ada yang jadi pemandu wisata, ikut dalam kerja-kerja restorasi, menjaga alam, dan lain-lain. Tapi belum maksimal untuk desa,” paparnya yang dimuat Mongabay Indonesia.

Jadi desa wisata

Upaya menjaga hutan ini bisa menciptakan potensi wisata bagi taman nasional dan desa sekitar. Sebagai salah satu desa yang berbatasan dengan Tanjung Puting, Sekonyer memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan wisata.

Adut, salah seorang warga menyebut potensi wisata di Sekonyer belum maksimal. Padahal sudah ada dermaga khusus menuju desa itu. Dirinya berharap ada dukungan pemerintah desa agar bisa memaksimalkan potensi yang ada.

“Jadi, masyarakat pun sadar dengan menjaga hutan, bisa memperoleh manfaat,” katanya.

Desa Wisata di Sukabumi Ini Punya Tanaman dengan Kandungan Super yang Terancam Punah

Kini, Desa Wisata Sekonyer menjadi satu-satunya wakil Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang lolos 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022. Mereka telah bersaing dengan 3.416 desa wisata seluruh Indonesia.

Kepala DPMB Kobar Yudhi Hudaya mengaku berbangga atas prestasi yang diraih oleh Desa Sekonyer. Menurutnya hal ini merupakan buah hasil kerja keras pemerintah desa, masyarakat dan kelompok sadar wisata.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan kelebihan Desa Sekonyer masih dikelilingi hutan lindung, sehingga suasana desanya terbilang masih asri. Untuk itu pemdes dan masyarakat berkewajiban ikut terlibat aktif menjaga ekosistem serta turut memperkenalkan budaya lokal.

“Ya sangat perlu, tapi koridornya tetap dalam rangka perkuatan wisata alam natural, karena brand yang sudah terbangun Sekonyer itu masih sangat alam/natural. Kekuatan utamanya di susur sungai dan trakking hutan hujan tropis yang masih asli,” bebernya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini