Ambon dan Misinya untuk Terus Menjadi Kota Musik

Ambon dan Misinya untuk Terus Menjadi Kota Musik
info gambar utama

Ambon dikenal sebagai kota musik. Kini, Ambon berhasrat untuk terus mempertahankan predikat itu.

Ambon diberi predikat sebagai kota musik oleh UNESCO pada tahun 2019 lalu. Saat itu, Ambon dan 65 Kota lainnya resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai kota kreatif di dunia.

“Saat ini, total jaringan Kota Kreatif UNESCO didunia sebanyak 246 Kota. Anggota-anggota jaringan tersebut berasal dari seluruh benua dan wilayah dengan level pendapatan dan populasi yang berbeda,” kata Dirjen UNESCO, Audrey Azoulay yang dikutip oleh laman resmi Pemkot Ambon.

Ambon dan kota-kota kreatif lainnya mengembang misi untuk berkolaborasi dan menjadikan kreativitas dan ekonomi kreatif sebagai inti dari rencana pembangunan kota. Lewat dua hal tersebut, diharapkan kota kreatif bisa tampil sebagai kota yang tangguh, aman, inklusif dan berkelanjutan, sesuai dengan pembangunan berkelanjutan yang merupakan agenda PBB 2030.

Empat Kota di Indonesia dengan Konsep Terbaik. Adakah Kotamu?

Ingin Terus Jadi Kota Musik

Perlu diketahui, penetapan Ambon sebagai kota musik oleh UNESCO tidaklah permanen atau berlaku selamanya. Predikat kota musik hanya disandang Ambon hingga tahun 2023 mendatang.

Sementara itu, Ambon berhasrat untuk terus menjadi kota musik. Oleh karena itu, Ambon perlu mencari cara untuk mempertahankan predikat tersebut sekaligus terus mendapat pengakuan dari UNESCO.

Hal itu membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon mendorong pemerintah kota untuk mempertahankan predikat kota musik.

“Sejak Oktober 2019 ketika Ambon ditetapkan sebagai kota musik itu sampai dengan 2023 nantinya, kita pemkot harus berusaha mempertahankan statusnya itu,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon Christianto Laturiuw seperti dilansir Antara.

Upaya mempertahankan predikat kota musik tak bisa dilakukan secara asal-asalan. Oleh karena itu, Christianto juga menjelaskan bahwa diperlukan ruang dan dukungan bagi masyarakat Ambon untuk mengembangkan kreativitas di bidang musik.

“Harus dibuka ruang yang sebesar-besarnya. Kita tidak boleh hanya menyandang status sebagai kota musik, tetapi justru, hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan musik itu justru tidak diberikan ruang,” lanjut Christianto.

Satu hal yang dinilai bisa mewujudkan pengembangan kreativitas adalah diadakannya berbagai kegiatan musik. Namun, perlu ditekankan bahwa kegiatan musik yang dimaksud bukan sebatas konser atau pertunjukan.

“Ambon bukan seni pertunjukan musik, Ambon adalah Kota Musik, dalam konteks apa, lengkapnya adalah kota kreatif berbasis musik di bawah UNESCO,” kata Direktur Ambon Music Office (AMO) Rony Loppies.

Menurut Rony, Ambon perlu memasukkan musik sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Musik dinilai dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi masyarakat.

“Ini masuk pada pendidikan dasar, pembentukan karakter manusia. Musik kita tidak hanya tentang ‘event’, lebih dari itu,” pungkasnya.

Jembatan Merah Putih, Jembatan Terpanjang di Indonesia Timur

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

AR
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini