Sejarah Kepopuleran Latto-latto yang Sedang Menjadi Tren, Asalnya Bukan dari Indonesia

Sejarah Kepopuleran Latto-latto yang Sedang Menjadi Tren, Asalnya Bukan dari Indonesia
info gambar utama

"Tek... tek.. tek... tektektektektek..."

Bunyi seperti inilah yang mungkin sedang Anda dengar belakangan ini di lingkungan sekitar tempat tinggal, atau malah ketika membaca tulisan ini, Anda sedang mendengar suara tersebut?

Saat ini, latto-latto adalah salah satu jenis permainan yang sedang digandrungi oleh anak-anak. Bahkan, demam latto-latto ini pun bisa ditemui di hampir setiap wilayah pemukiman di berbagai wilayah di Indonesia.

Di media sosial, khsususnya di TikTok dan Instagram pun juga turut membuat ketenaran dari latto-latto ini menjadi lebih dikenal banyak orang. Di tengah tren dari permainan yang satu ini juga sudah banyak yang mengadakan perlombaannya. Tentunya, peserta juga mayoritas adalah anak-anak.

Menanti eSports Indonesia Berjaya di SEA Games 2023

Sekilas mengenai latto-latto di Indonesia

Mainan yang satu ini sebenarnya cukup sederhana. Yang mana, hanya terbuat dari dua buah bola yang tersambung dengan tali, bentuknya layaknya sebuah bandul bola yang bergantung.

Lalu, cara memainkannya adalah dengan mengadu dua bola tersebut hingga saling memantul berlawanan. Variasi atau gaya dari memainkannya juga kini semakin beragam, tergantung dari kreativitas dan keterampilan si pemain dalam mengolah ayunan dari kedua bola ini, namun tetap bisa memantul.

Di era silam, latto-latto sendiri juga sempat mengalami ketenaran di kalangan anak-anak layaknya seperti saat ini. Sehingga, banyak yang menyebutkan kalau permainan yang satu ini adalah sebuah permainan tradisional anak-anak atau permainan jadul.

Bagi pembaca yang termasuk sebagai generasi 90-an, mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan 'mengadu bola' ini. Kalau di daerah lain, ada juga yang menyebut lato-lato sebagai nok-nok. Sebab, bila kedua bola tersebut saling beradu ketika dimainkan, maka akan terdengar bunyi yang demikian.

Lato-lato sendiri memiliki ukuran yang variatif dan kini motif serta warnanya juga semakin beragam seiring dengan meningkatnya popularitasnya.

Gobak Sodor, Permainan Tradisional yang Terinspirasi dari Latihan Prajurit

Bukan dari Indonesia

Namun, tahukah sebenarnya bila latto-latto ini bukanlah berasal dari Indonesia?

Kita semua bisa menjumpai permainan ini di berbagai belahan dunia. Kalau di mancanegara, permainan ini umum disebut sebagai clackers. Ada pula penyebutan lainnya seperti clankers, knockers, click-clacks, dan sebagainya.

Menurut berbagai sumber, banyak yang mengatakan bila permainan ini terinspirasi dari sebuah senjata tradisional di Argentina bernama Bolas atau Boleadoras yang kerap digunakan untuk berburu hewan.

Ada pula yang menyebutkan bila inspirasi awalnya adalah dari Alaskan yo-yo, permainan tradisional yang berasal dari orang-orang Eskimo.

Mulanya, benda berbentuk seperti bandul bola ini ditujukan untuk melatih koordinasi otak dari anak. Tetapi, kelanjutannya malah berkembang menjadi sebuah benda yang dimainkan. Kepopuleran dari permainan yang satu ini di kalangan anak-anak diperkirakan bermula dari Amerika Serikat.

Sebab, pada era 60-an akhir hingga 70-an awal, banyak anak-anak di sana yang kerap memainkannya. Dahulu, latto-latto yang ada di AS tersebut mulanya terbuat dari kaca.

Namun, setelah merebaknya permainan ini di kalangan anak-anak, mulai banyak ditemukan kasus-kasus yang tak diinginkan. Entah itu cedera yang disebabkan karena hantaman dari bola yang mengenai kepala anak-anak, hingga bolanya yang pecah akibat beradu dengan terlalu keras.

Mengenai kecelakaan yang terjadi pada anak-anak ini sempat membuat orang tua khawatir. Bahkan, badan FDA di sana juga sempat mengeluarkan peringatan mengenai berbahayanya mainan ini.

Sejak saat itu, clackers yang tadinya berbahan kaca mulai diubah menjadi plastik agar lebih aman. Selain di Amerika Serikat, ketenaran mainan ini pun menyebar ke berbagai negara.

Mengutip dari Quartz, bahkan di sebuah provinsi kecil di utara Italia bernama Calcinatello, terdapat sebuah kompetisi tahunan untuk clackers. Sebagaimana tercatat oleh sejarawan FDA bernama John P. Swann, hal ini ditemui pada awal tahun 1970an.

Ragam Permainan Tradisional yang Mengisi Hari-Hari Anak 90-an

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini