Asal Tahu Saja, Pohon Pelangi Terindah di Dunia Ada di Indonesia

Asal Tahu Saja, Pohon Pelangi Terindah di Dunia Ada di Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, adakah yang pernah mendengar tentang pohon pelangi? Jika belum, pohon yang satu ini begitu unik, karena warna batang kayunya tak seperti pohon pada umumnya. Batang pohon yang bernama ilmiah Eucalyptus deglupta ini akan mengeluarkan ragam warna laiknya pelangi, seperti merah, biru, hijau, kuning, cokelat, dan aneka warna lainnya, mulai dari akar hingga pucuk tertingginya.

Pohon yang juga dikenal dengan nama Rainbow eucalyptus ini adalah salah satu keindahan karya seni alami karena batangnya seperti dilukis dengan warna-warni. Dan yang mengejutkan, ternyata dari beberapa jenis pohon pelangi, yang terindah ada di Indonesia.

Pohon ini tumbuh besar dan tinggi menjulang yang bisa temui di hutan-hutan di Papua Niugini dan Papua, Pulau Seram, Maluku, Sulawesi, serta di Britania Raya, dan Filipina. Secara umum, pohon ini tumbuh di hutan hujan dataran rendah dan hutan pegunungan rendah pada ketinggian hingga 1.200 mdpl dengan suhu 13-25 derajat celcius.

Pohon pelangi tergolong cepat tumbuh, rerata pertumbuhannya bisa mencapai 2-3 meter saban tahunnya dengan batang yang menjulang nyaris tegak. Permukaan kulit kayu pohon ini cukup licin dengan daun berbau harum khas kayu putih ketika diremas.

Wisata pohon pelangi di Bondowoso

Tapi, untuk melihat keindahan pohon ini, kawan GNFI tak perlu jauh-jauh terbang ke Papua, cukup datang saja ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Di sana kawan GNFI sudah bisa melihat keindahan pohon ini di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sumberwringin, yang berlokasi di Desa Wringinanom, Kecamatan Sukosari.

Dari pusat kota, hutan buatan yang dibangun pada tahun 1937 dan memiliki iklim tipe B dengan curah hujan sebesar 2.400 milimeter per tahun dan memiliki luas 23,6 hektare ini, bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama 1 jam 15 menit.

Tak hanya pohon pelangi saja yang ditanam di hutan itu, setidaknya ada 3.879 pohon dari 59 jenis telah ditanam. Pohon pelangi termasuk pohon tertua yang ditanam di hutan ini bersama pinus dari Sumatra dan Australia.

Pohon pelangi memang menjadi daya tarik utama di hutan Sumberwringin bagi para wisatawan yang mendatanginya, dikarenakan gradasi warna menakjubkan. Karena keindahannya itu, tak sedikit wisatawan yang menjadikan pohon ini sebagai latar foto untuk diunggah ke media sosial.

Bagaimana warna pelangi itu muncul?

Menurut pakar kehutanan Amir Wardhana, warna-warni pada pohon pelangi muncul akibat getah yang keluar dari dalam pohonnya mengenai kulit pohon di bagian lain sehingga membentuk gradasi warna. Demikian seperti ditulis Indonesia.go.id.

Pada tetesan getah pertama, warna yang akan muncul adalah warna biru, lalu perlahan warna tetesan getah berubah menjadi jingga, ungu, dan merah marun. Meski proses ini terjadi tidak bersamaan tapi teratur, maka pohon ini kemudian menampilkan koleksi dari semua warnanya sekaligus.

Proses keluarnya getah didahului oleh terkelupasnya kulit batang yang juga terjadi tidak bersamaan di seluruh batang pohon. Karenanya, pola warna yang terjadi setiap waktu pada setiap pohon tidak sama. Warna-warni pada pohon pelangi juga menjadi rujukan bagi para peneliti soal informasi kapan lapisan warna tersebut muncul.

Soal lainnya adalah terkakit kulit batang kayu pohon pelangi yang kerap digunakan sebagai bahan baku dalam industri bubur kertas. Sementara batang kayunya dijadikan sebagai bahan baku konstruksi bangunan.

Pohon terindah dengan status terancam punah

Karena keindahannya dan hanya tumbuh di beberapa tempat saja di dunia, tentunya jumlah pohon ini tak banyak. Bahkan World Conservation Monitoring Centre dalam laporannya pada tahun 1992 menyebut bahwa spesies pohon pelagi berada dalam status terancam punah (endangered).

Peneliti dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan (PKT) dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Roosita Ariati, mengatakan bahwa pohon pelangi terancam punah habitatnya karena penebangan liar, serta pembukaan lahan untuk agrikultur.

Oleh karena itulah ia berpesan bahwa konservasi pohon ini sangat diperlukan untuk tetap mempertahankan keberadaan pohon pelangi yang indah ini, dan menjadi salah satu tumbuhan paling dikagumi di Indonesia.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini