Untung Menggunung Jasa Ekspedisi saat Larangan Mudik Lebaran 2021

Untung Menggunung Jasa Ekspedisi saat Larangan Mudik Lebaran 2021
info gambar utama

Pemerintah Indonesia resmi mengambil kebijakan untuk melarang aktivitas mudik pada Lebaran 2021 ini. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa pemerintah mengambil kebijakan tersebut berdasarkan dua alasan.

Pertama, tingginya angka penularan dan kematian baik masyarakat maupun tenaga kesehatan akibat pandemi Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Alasan kedua, tingginya Bed Occupancy Rate (BOR) atau persentase tempat tidur yang terisi pada layanan rawat inap.

Sejatinya, Lebaran 2021 jatuh pada, Kamis & Jumat (13-14/5/2021). Pemerintah juga memberi cuti bersama pada Rabu (12/5), sehingga warga Muslim bisa merayakan Lebaran selama lima hari hinggai Minggu (16/3).

Meski bagi sebagian orang hal itu sangat memberatkan, namun tidak bagi para pelaku jasa pengiriman barang, yang diperkirakan akan kebanjiran order di tengah kebijakan tersebut. Hal itu diprediksi mengingat masyarakat hanya bisa mengirim hadiah ke kampung sebagai pengganti silaturahmi ke orang tua atau sanak saudara.

Presiden Direktur PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohammad Feriadi, menyatakan bahwa Ramadan dan Lebaran biasanya merupakan peak season untuk pengiriman barang atau ekspedisi.

"Ditambah larangan mudik maka traffic pengiriman barang diprediksi melonjak," katanya, menukil Lokadata.

Ia juga memprediksi bahwa kenaikan pengiriman barang saat Ramadan kali ini mencapai 30 persen ketimbang bulan biasa. Hal serupa ia rasakan ketika pemerintah masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Ramadan tahun lalu.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Nasional Pengiriman Pengantaran Barang Indonesia (Asperindo) ini juga bilang bahwa jenis barang yang marak dikirimkan saat Ramadan dan Lebaran adalah makanan, baik makanan kering maupun basah. Lain itu ada pakaian juga aksesorinya.

Pengiriman terbanyak, sambungnya, adalah pengiriman dari kota dengan tujuan destinasi ke daerah atau desa.

eCommerce dominasi pengiriman

Ia juga tak menampik jika pengiriman barang saat ini didominasi oleh maraknya e-commerce yang masuk kategori retail customer. Angka persentasenya mencapai 80 persen jika dibandingkan dengan corporate customer yang cuma 20 persen.

Di kategori ritel kastemer, pengiriman barang melalui eCommerce mencapai 40 persen, sisanya dilakukan oleh individu yang mendatangi langsung ke gerai jasa ekspedisi. Banyaknya pengiriman barang melalui eCommerce ini tentu sejalan dengan tren belanja via online yang cukup marak belakangan ini, terutama saat pandemi.

Sementara dalam tulisan Bisnis.com, CEO J&T Express Robin Lo, telah menargetkan volume pengiriman bisa meningkat dua kali lipat, dengan atau tanpa larangan mudik ketika Lebaran kali ini. Ia juga menyebut mayoritas konsumen J&T memesan pengiriman di kawasan Sumatra dan Jawa.

''Rute Jakarta-Medan dan Jakarta-Batam bisa melonjak dibandingkan tahun lalu,'' katanya.

Proyeksi peningkatan jasa pengiriman

Sementara Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita, juga memprediksi adanya lonjakan pengiriman saat Ramadan dan Lebaran tahun ini. Estimasinya mencapai sekira 50 persen peningkatan.

Makanan dan oleh-oleh menjadi salah satu barang yang dikirimkan ke berbagai wilayah. Sedangkan untuk jalur pengiriman yang paling banyak menurut Zaldy adalah di dalam Pulau Jawa.

''Antarkota Jawa adalah rute yang paling ramai,'' tandasnya.

Meski ia memprediksi peningkatan 50 persen itu untuk Ramadan saja, namun untuk proyeksi jasa pengiriman selama 2021 diperkirakan hanya bakal naik 30 persen ketimbang tahun lalu. hal itu dikarenakan pembatasan sosial dan aktivitas ekonomi sudah lebih longgar dibandingkan Ramadan dan Lebaran tahun lalu.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini