Segmen Pasar Makin Moncer, POCO Manfaatkan Momentum Ramadan

Segmen Pasar Makin Moncer, POCO Manfaatkan Momentum Ramadan
info gambar utama

Indonesia sebagai sebuah negara dengan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia, tentu tak pernah lepas dari sasaran para produsen ponsel. Bahkan diprediksi, hingga tahun 2025 setidaknya bakal ada 89,2 persen populasi penduduk di Indonesia yang akan memanfaatkan beragam fitur di ponsel pintar.

Angka itu merujuk pada prediksi dalam kurun waktu 6 tahun (2019-2025) terkait penetrasi pasar ponsel di tanah air yang bakal tumbuh 25,9 persen.

Soal kepemilikan ponsel di Indonesia, Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) memproyeksikan bahwa produksi ponsel dalam negeri akan meningkat singnifikan dari tahun ke tahun seiring dengan jumlahnya permintaan pasar.

Pertumbuhan tadi boleh jadi juga karena beberapa faktor, salah satunya karena harga ponsel pintar yang makin terjangkau dan dibekali fitur pendukung aktivitas keseharian. Hal lainnya bisa pula dampak dari kebutuhan pekerjaan, sarana belajar di kampus maupun sekolah, interaksi media sosial, serta inovasi teknologi ponsel yang terus berkembang tanpa batas.

Hal tersebut terlihat dari diluncurkannya produk-produk baru saban bulannya, meski dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. Terlebih saat Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

Riset perusahaan marketing InMobi menunjukkan bahwa 79 persen warga Indonesia berencana melakukan pembelian selama Ramadan 1442 Hijriyah ini. Persentase ini naik drastis ketimbang tahun lalu (2020) yang menyebut bahwa hanya 33 persen warga yang memilih untuk berbelanja selama Ramadan.

Penggunaan ponsel boleh jadi penting karena survei yang sama juga menunjukkan 71 persen generasi milenial berpendapat bahwa ponsel merupakan media yang akan memenuhi segala kebutuhan belanjanya di Ramadan ini.

Salah satu produsen yang makin agresif untuk terus menggelontorkan produknya di Indonesia adalah POCO, melalui kepanjangan tangan POCO Indonesia.

Sukses memperkenalkan varian POCO F2 Pro, POCO X3 NFC (2020), dan POCO M3 pada awal tahun ini, produsen ini kemudian memanfaatkan momentun ingar-bingar bulan puasa dengan meluncurkan 2 produk sekaligus, yakni POCO X3 Pro dan POCO F3 5G pada, Rabu (20/4/2021).

Apa bedanya dengan POCO X3 NFC?

poco x3 pro
info gambar

Tentu kita masih ingat soal membeludaknya penjualan POCO X3 NFC jelang akhir tahun lalu. Hal tersebut sekalgus mendongkrak nama POCO menjadi produsen yang tak bisa dipandang sebelah mata lagi. Bahkan, karena prestasi dan akibat segmen pasar yang mulai terbentuk di Indonesia, POCO di daulat untuk berdiri sendiri secara manajemen.

Artinya, POCO saat ini sudah memiliki manajerial secara mandiri, yakni POCO Indonesia yang tetap mendapat dukungan penuh dari Xiaomi Indonesia sebagai induk perusahaan.

Meski pada beberapa bagian, semisal kapasitas baterai, bobot, dan adapter charger, serupa dengan X3 NFc, namun sejatinya POCO X3 Pro memiliki beberapa perbedaan signifikan ketimbang kembarannya itu.

Apa saja perbedaannya, simak data-data berikut.

  • Yang pertama adalah soal cipset yang digunakan. Jika pada X3 NFC hadir cipset Snapdragon 732G (8 nm), maka pada X3 Pro hadir cipset Snapdragon 860 (7 nm) yang diklaim lebih mumpuni. Lain itu, X3 Pro juga sidah dibekali sistem operasi (OS) Android 11.
  • Kemudian soal proteksi layar yang telah meggunakan Gorilla Glass 6 pada X3 Pro, berbeda dengan X3 NFC yang masih menggunakan Gorilla Glass 5.
  • X3 Pro juga telah ditanamkan memori internal (ROM) dengan jumlah yang lebih besar, yakni 256 GB. Angka itu 2 kali lipat ketimbang ROM milik X3 NFC. Lain itu, universal flash storage (UFS) X3 Pro juga terpasang versi mutakhir, yakni UFS 3.1.
  • Hal terakhir yang menjadi pembeda adalah konfigurasi sensor kamera belakang. Pada X3 Pro 4-kamera belakangnya dibekali sensor 48 MP (wide), 8 MP (ultrawide), 2 MP (makro), dan 2 MP (bokeh). Berbeda dengan X3 NFC yang hadi dalam formasi sensor 64 MP, 13 MP, 2 MP, dan 2 MP.

Dengan beberapa perbedaan yang disebutkan di atas tadi, pihak POCO Indonesia langsung menjuluki ponsel berbanderol Rp3,6 juta - Rp4,1 juta itu sebagai ''The Beast'' karena diklaim memiliki performa buas untuk segmen mid-range.

Apakah pembeli POCO X3 NFC Kesal?

Ini tentu menjadi pertanyaan menarik, mengingat begitu massifnya penjualan POCO X3 NFC beberapa bulan lalu, dan kemudian muncul varian kembaran dengan banderol yang relatif beda tipis namun diklaim memiliki performa yang lebih mumpuni.

Penulis pun mencoba menanyakan kepada pengguna POCO X3 NFC, yang sejatinya telah menggunakan ponsel itu kurang lebih sekitar 6 bulanan.

Brian, salah satu pemilik X3 NFC mengaku sedikit kesal dengan barang anyar X3 Pro ini, pasalnya harga yang ditawarkan tak berselisih banyak, namun memiliki banyak keunggulan ketimbang X3 NFC.

''Kalo ditanya kesel, ya kesel sih. Tapi ya pake X3 NFC sih juga udah puas banget. cuma ya itu lho, jarak launching-nya kok deketan banget,'' sungutnya.

Lain Brian, ada Bintang yang belum genap sebulan meminang X3 NFC. Dengan hadirnya X3 Pro, tentu mobile gamer yang juga koki ini sedikit dongkol.

''Sebenernya gue udah tau sih ini soal POCO X3 Pro, cuma waktu itu kan launching di India, dan gak yakin bakal masuk Indonesia karena yang nyari X3 NFC masih banyak. Lah, ini malah masuk. Tau gitu gue sabar dikit aja nunggu,'' keluhnya.

''Yang bikin bete itu harganya beda tipis banget..'' tambahnya.

Dari obrolan di atas, boleh jadi demand X3 NFC yang masih tinggi dan masih banyak dijual di beberapa platform eCommerce, terdampak dengan kehadiran X3 Pro ini.

POCO F3, Si ''Flagship Killer'' berbasis 5G

Poco F3
info gambar

Selain meluncurkan sang ''The Beast'' yang bakal mengobrak-abrik segmen mid-range, POCO Indonesia juga meluncurkan POCO F3, yang diklaim sebagai flagship killer dengan basis 5G.

Secara spesifikasi, POCO F3 5G menggunakan cipset Snapdragon 870 (7 nm) dengan kecepatan pacu hingga 3,2 GHz, dan yang tercepat di industri saat ini--mengalahkan cipset Apple A14 Bionic pada iPhone 12.

Perangkat ini disokong oleh baterai 4520 mAh yang mendukung pengisian cepat hingga 33 watt berteknologi Middle Tab untuk waktu pengecasan yang lebih singkat. Menggunakan material layar E4 menjadikan teknologi Dynamic AMOLED pada layar POCO F3 5G memiliki kemampuan reproduksi warna dan kecerahan yang sangat ideal.

Hadir dengan konfigurasi 3-kamera menjadikan smartphone ini andal untuk mengambil foto maupun video. Tidak lupa desainnya yang berani dan menantang arus seperti filosofi POCO untuk senantiasa mendobrak batas.

''Flagship Killer telah lahir kembali. POCO F3 5G adalah smartphone terkencang dari POCO serta desain paling tipis saat ini. Sebuah pilihan terbaik di pasar Indonesia,'' kata Product PR Lead POCO Indonesia, Andi Renreng.

Ponsel berbanderol Rp5 juta hingga Rp5,5 juta ini sejatinya bakal hadir di gerai-gerai ponsel mulai 28 April 2021. Nah, kita tunggu saja apakah geliatnya akan sama seperti varian F-series sebelumnya, atau malah X3 Pro yang lebih diminati konsumen Indonesia. Terlebih momentum Ramadan dan Lebaran lazimya jadi 'arena perang' para produsen ponsel.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman.

Terima kasih telah membaca sampai di sini