Dampak Buruk Kebiasaan Rebahan dan Mager Bagi Kesehatan

Dampak Buruk Kebiasaan Rebahan dan Mager Bagi Kesehatan
info gambar utama

Mager alias males gerak merupakan kebiasaan banyak orang saat ini. Seiring dengan canggihnya teknologi, membuat banyak hal terasa lebih praktis. Hanya bermodal ponsel dan kuota memadai, banyak hal bisa dilakukan tanpa repot.

Orang jadi semakin jarang keluar rumah untuk membeli makanan karena ada layanan pesan antar dari aplikasi, mau antar barang pun juga bisa memanfaatkan jasa dari aplikasi, bahkan kita juga sudah bisa mengakses perbankan dan melakukan pembayaran ini-itu secara daring.

Bayangkan, Anda duduk depan komputer dari pagi hingga sore saat bekerja. Setelah sampai rumah, langsung rebahan dengan alasan istirahat sambil main ponsel atau nonton film.

Pergerakan sehari-hari paling sebatas ke halam rumah menuju kendaraan, mengambil minum, membeli makan siang, lalu jalan-jalan tipis di kantor dan rumah. Parahnya lagi, kebiasan ini dilakukan berulang. Bahkan, Anda tak pernah berniat untuk olahraga.

Rebahan dan malas-malasan memang menyenangkan. Namun, jika dilakukan terus-menerus sampai bertahun-tahun ditambah tidak adanya aktivitas fisik, ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Apa saja dampak dari malas-malasan?

Dalam dunia medis, kebiasaan malas bergerak disebut sedentary lifestyle, sebuah kondsi di mana seseorang tidak aktif secara fisik, seperti sering rebahan dan jarang bergerak.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), gaya hidup sedentari menjadi penyebab dari kasus kematian terbanyak yang ada di dunia. Apalagi jika ditambah dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Dampak mager pada kesehatan

Semakin Anda mager, semakin banyak dampak buruk yang bisa saja terjadi. Mulai dari konsentrasi menurun karena Anda terlalu banyak duduk. Ini menyebabkan tulang belakang tegang, paru-paru tak mendapat cukup ruang untuk mengembang cukup besar, kemudian seluruh tubuh menerima kadar oksigen lebih sedikit yang menyebabkan menurun.

Gaya hidup mager juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Menurut penelitian dalam Nurses’ Health Study, wanita yang cukup aktif secara fisik memiliki peluang untuk terhindar dari strok sampai 50 persen. Sedangkan dalam penelitian oleh Aerobics Research Center di Amerika Serikat, aktivitas fisik bisa mengurangi risiko terhadap strok sampai 60 persen pada pria.

Dampak lain adalah risiko terhadap osteoporosis. Ini karena tubuh manusia dirancang untuk terus aktif. Otot dan tulang pun harus dilatih agar tetap kuat. Ketika orang pun bahkan malas bergerak, massa otot bisa berkurang dan kepadatan tulang pun menurun. Pada akhirnya, Anda akan jadi semakin malas aktif karena osteoporosis membuat orang jadi mudah lelah dan sulit bergerak.

Menurut data yang tercatat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Ameriksa Serikat, kebiasaan malas-malasan ini bisa memicu munculnya penyakit kanker. Maka sangat disarankan untuk berhenti merokok dan olahraga teratur demi menurunkan berbagai jenis kanker.

Tak hanya itu, orang yang jarang bergerak juga berisiko mengalami obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan ya, menyebabkan kematian.

Cara agar lebih tubuh lebih aktif

Untuk menghindari berbagai penyakit serius, tentunya Anda tak bisa tinggal diam. Yuk mulai lebih aktif lagi. Tak perlu sampai melakukan aktivitas berat, malah lebih baik melakukan hal-hal menyenangkan agar tak terasa memberatkan.

Supaya lebih aktif, cobalah mulai lebih banyak jalan kaki, pergi sendiri ke minimarket dekat rumah untuk membeli keperluan, cobalah naik-turun tangga, parkir lebih jauh agar Anda bisa jalan kaki lebih lama, berkeliling kantor di sore hari sambil menyapa teman-teman, dan beranjaklah dari kursi Anda setiap 20 menit.

Jangan lupa untuk mulai rutin olahraga, setidaknya jalan kaki selama 30 menit saja setiap hari. Selama di rumah, cobalah menjauhi sofa nyaman Anda dan teruslah aktif. Misalnya, berkebun, menyapu, membersihkan rumah, menerima telepon sambil jalan-jalan di sekitar rumah, nonton di ponsel sambil bergerak, dan meminimalisir keinginan untuk rebahan.

Semakin sering dilakukan, Anda pasti akan lebih terbiasa. Jika kebiasaan baru ini dilakukan, ditambah dengan lebih meningkatkan olahraga, tidak merokok, dan makan makanan sehat, tubuh pun jadi lebih sehat dan minim risiko terhadap penyakit.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini