Tembus 4 Juta Pendaftar, Ini Instansi Paling Banyak Dipilih Pelamar CASN 2021

Tembus 4 Juta Pendaftar, Ini Instansi Paling Banyak Dipilih Pelamar CASN 2021
info gambar utama

Momen yang paling ditunggu oleh sebagian besar kalangan pencari kerja di Indonesia memasuki tahap baru, yaitu seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, CASN kali ini terdiri dari dua kategori lowongan yaitu Calon Pegawari Negeri Sipil (CPNS), dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) baik untuk guru maupun non-guru.

Untuk pelaksanaannya sendiri, seleksi CASN kali ini memang kerap mengalami perubahan jadwal yang belum pasti. Awalnya, sempat dikabarkan bahwa pendaftaran akan dibuka pada tanggal 31 Mei 2021, namun pada akhirnya tahap tersebut baru berjalan mulai tanggal 30 Juni dan berakhir pada 26 Juli lalu.

Saat ini, para pendaftar CASN 2021 sedang dalam tahap menunggu pengumuman administrasi yang jadwalnya akan dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 Agustus 2021. Adapun pelaksanaan selanjutnya, yaitu tahap uji SKD dan SKB sesuai posisi dan instansi yang dilamar oleh pendaftar belum memiliki jadwal pasti, namun proses seleksi ini diprediksi akan selesai pada akhir tahun 2021, atau selambat-lambatanya awal tahun 2022 mendatang.

Berdasarkan laporan yang diungkap oleh Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen, jumlah pelamar yang mengikuti seleksi CASN 2021 yang telah ditutup pada tanggal 26 Juli 2021 lalu mencapai 4.030.134 orang.

Sering Salah Kaprah, Ini Bedanya ASN dan PNS

Daftar instansi terfavorit dan sepi peminat

Kementerian Hukum dan HAM RI yang menjadi instansi favorit pelamar CASN 2021
info gambar

Melalui laman media sosial facebook, sehari setelah pendaftaran resmi ditutup tepatnya pada tanggal 27 Juli, BKN memberikan pengumuman mengenai instansi apa saja yang menjadi favorit dan banyak dipilih oleh para pelamar.

Berikut daftar 10 besar instansi yang banyak diminati beserta jumlah pelamar yang diperoleh:

  1. Kementerian Hukum dan HAM - 627.144
  2. Kementerian Perhubungan - 140.659
  3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - 136.414
  4. Kementerian Agama - 117.556
  5. Kejaksaan Agung - 116.665
  6. Pemerintah Provinsi Jawa Timur - 66.493
  7. Pemerintah Provinsi Jawa Barat - 62.915
  8. Pemerintah Provinsi DKI - 52.946
  9. Kementerian Kesehatan - 46.822
  10. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN - 44.166

Tidak hanya itu, BKN juga menyertakan daftar instansi yang diketahui memiliki jumlah pelamar paling sedikit, berikut daftarnya:

  1. Pemerintah Kab. Paniai - 30
  2. Pemerintah Kab. Nduga - 28
  3. Pemerintah Kab. Tolikara - 28
  4. Pemerintah Kab. Intan Jaya - 25
  5. Pemerintah Kab. Supiori - 23
  6. Pemerintah Kab. Boven Digoel - 22
  7. Pemerintah Kab. Dogiyai - 19
  8. Pemerintah Kab. Mamberamo Raya - 12
  9. Pemerintah Kab. Pegunungan Bintang - 7
  10. Pemerintah Kab. Puncak Jaya - 3
Ada Usaha Panjang Sebelum Resmi Jadi Pegawai Negara

Jumlah pelamar yang ternyata tidak sesuai target BKN

Seleksi CASN berbasis CAT yang diselenggarakan BNN
info gambar

Walau total pendaftar mencapai lebih dari 4 juta pelamar, angka tersebut ternyata tidak mencapai target yang sebelumnya diprediksi oleh pihak BKN, selaku instansi yang menangani pelaksanaan seleksi CASN 2021 setiap tahunnya.

Suharmen mengungkap, bahwa awalnya target yang diprediksi dalam seleksi CASN tahun ini diperkirakan akan mencapai lebih dari 5 juta pelamar. Namun, jumlah 4,03 juta pelamar yang disebutkan sebelumnya ternyata diketahui lebih kecil dibanding jumlah yang diperoleh pada seleksi CASN tahun 2019, yaitu dengan total pelamar sebanyak 4,2 juta orang.

"Iya, (jumlah) pelamarnya meleset dari perkiraan awal. CPNS hanya 3 jutaan lebih dan PPPK belum sampai sejuta," ungkap Suharmen, mengutip JPNN.com.

Lebih detail, jumlah pelamar CASN tahun ini terdiri dari 3.033.455 orang yang menyasar lowongan CPNS, 921.361 orang menyasar lowongan PPPK guru, dan 75.337 orang menyasar lowongan PPPK non-guru.

Padahal, banyak diberitakan sebelumnya bahwa pada tahun 2022 mendatang rencananya akan ada kenaikan gaji pokok bagi para ASN, namun wacana tersebut nyatanya tak menarik minat lebih banyak masyarakat untuk bergabung.

Ketika ditanya alasan jumlah pelamar yang tidak mencapai target, Suharmen mengatakan bahwa kondisi pandemi dan PPKM yang masih terjadi kemungkinan menjadi kendala bagi para calon pelamar, terutama dalam mempersiapkan berkas yang dibutuhkan untuk mengikuti seleksi CASN 2021.

Meski begitu, Suherman juga menyatakan bahwa hal tersebut masih bersifat dugaan sementara, dan diperlukan survei lebih lanjut mengenai alasan pasti kurangnya antusias masyarakat dalam mengikuti seleksi CASN 2021.

Sedang Melamar CPNS? Ini Nih Jumlah PNS di Indonesia Dibanding Negara Tetangga

Anak milenial masa kini yang kurang minat jadi ASN

Ilustrasi pengangkatan sumpah ASN Aceh yang didominasi oleh kalangan muda
info gambar

Selain situasi pandemi dan PPKM yang disebut Suharmen menjadi alasan kurangnya jumlah pelamar yang jauh dari target, ada hal lain yang diyakini menjadi penyebab minimnya antusias masyarakat khususnya di kalangan muda untuk turut serta bergabung menjadi pegawai negara.

Belakangan semakin muncul pandangan bahwa terdapat perbedaan karakter yang dimiliki oleh generasi milenial terlebih gen-Z, yang nyatanya cenderung tidak sesuai dengan pola, sistem, dan budaya kerja yang diterapkan pada instansi pemerintahan.

Melansir Narasi News Room, pandangan tersebut ternyata diperkuat dengan ungkapan dan pandangan langsung dari para generasi muda yang menyampaikan pendapatnya mengenai alasan kurang minat bekerja sebagai ASN atau PNS, salah satu alasan yang paling banyak diungkapkan yaitu mengenai cara kerja yang lebih fleksibel pada perusahaan swasta dibanding instansi pemerintahan, terutama dalam hal menyampaikan ide dan gagasan.

“Kalau di swasta itu lebih fleksibel, karena kalau kita punya suatu ide atau sebuah inovasi gitu kita bisa langsung ngomong ke atasan…” jelas Yohana Indah.

Anggapan serupa dan lebih jelas juga disampaikan oleh Keenan Pasha, dirinya mengungkap bahwa pada perusahaan swasta tidak ada birokrasi panjang nan rumit yang harus dilalui untuk bisa menyampaikan ide yang dimiliki secara langsung, bahkan kepada pemimpin setingkat CEO.

“Di perusahaan saya (tempat bekerja), tingkatan yang ada hanya sebuah tulisan saja, ketika saya memiliki ide, tanggapan, atau hal lainnya, saya bisa mudah untuk mengomunikasikan hal tersebut ke CEO. Hal ini yang belum pernah saya dengar dan lihat di instansi pemerintah di mana seorang junior (staff) bisa langsung berbicara ke atasan tertinggi (terkait ide dan inovasi).” pungkas Keenan.

Siapa PNS dengan Nomor Induk Pegawai 1?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini