Rangkaian Prestasi Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Rangkaian Prestasi Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020
info gambar utama

Sejak 23 Juli hingga 8 Agustus 2021, Olimpiade Musim Panas 2020 atau juga dikenal dengan nama Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung meriah. Lebih dari 200 negara ikut berpartisipasi mengirimkan atlet terbaik untuk bertanding memenangkan medali sebanyak-banyak di tiap-tiap cabang olahraga (cabor).

Seharusnya, olimpiade kali ini diselenggarakan tahun 2020 lalu. Namun, pesta olahraga internasional tersebut harus ditunda setahun karena pandemi Covid-19. Pada kesempatan kali ini, Tokyo, Jepang, terpilih menjadi tuan rumah International Olympic Committee (IOC) di Buenos Aires, Argentina, 7 September 2013.

Meski olimpiade masih berlangsung sampai tiga hari ke depan, perjuangan kontingen Indonesia telah berakhir sejak, Senin (2/7/2021). Seluruh atlet Indonesia yang dikirim ke Olimpiade Tokyo 2020 telah selesai menuntaskan tugasnya bertanding di seluruh cabor yang diikuti.

Berikut rangkuman tentang Olimpiade Tokyo 2020:

Daftar cabor Olimpiade Tokyo 2020

  • Bola Basket 3 Lawan 3
  • Panahan
  • Senam artistik
  • Renang artistik
  • Atletik
  • Bulu tangkis
  • Bisbol/Sofbol
  • Bola basket
  • Bola voli pantai
  • Tinju
  • Kano slalom
  • Kano sprint
  • Balap sepeda gaya bebas BMX
  • Balap sepeda balapan BMX
  • Balap sepada gunung
  • Balap sepeda jalan raya
  • Balap sepeda lintasan
  • Loncat indah
  • Berkuda
  • Anggar
  • Sepak bola
  • Golf
  • Bola tangan
  • Hoki
  • udo
  • Karate
  • Renang maraton
  • Pancolomba modern
  • Senam ritmik
  • Dayung
  • Rugby tujuh
  • Layar
  • Menembak
  • Skateboard
  • Panjat tebing
  • Selancar
  • Renang
  • Tenis meja
  • Taekwondo
  • Tenis
  • Senam trampolin
  • Trilomba
  • Bola voli
  • Polo air
  • Angkat besi
  • Gulat
Kilas Balik, Gelora Nasionalisme dari Bulu Tangkis
Olimpiade Tokyo 2020 | @f11photo Shutterstock
info gambar

28 Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Indonesia mengirimkan 28 atlet terbaik yang akan bertanding dalam 33 cabor. Menrurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amil, 28 atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 merupakan orang-orang terpilih yang pantas mewakili 270 juta rakyat Indonesia.

"Rakyat menaruh harapan besar kepada saudara-saudara dan prestasi saudara-saudara akan menjadi prestasi negara kita Indonesia. Selamat menjalankan amanah berat ini, rakyat menunggu saudara-saudara kembali ke Tanah Air dengan membawa medali yang membanggakan Indonesia. Semoga perjuangan saudara-saudara berhasil," harap Presiden Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Menpora mengatakan bahwa harapan dan target yang ingin dicapai dalam ajang Olimpiade Tokyo ini, salah satunya dari segi perolehan medali. Namun, target tahun ini tidak hanya memperhitungkan perolehan medali, melainkan peningkatan peringkat yang diharapkan dapat lebih tinggi dibanding pencapaian pada saat Olimpiade Rio de Janiero, Brasil pada tahun 2016. Saat itu, Indonesia berada di peringkat ke-46.

Berikut daftar atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020:

Bulu tangkis

  • Anthony Sinisuka Ginting (Tunggal Putra)
  • Jonatan Christie (Tunggal Putra)
  • Gregoria Mariska Tunjung (Tunggal Putri)
  • Greysia Polii (Ganda Putri)
  • Apriyani Rahayu (Ganda Putri)
  • Kevin Sanjaya Sukamuljo (Ganda Putra)
  • Marcus Fernaldi Gideon (Ganda Putra)
  • Mohammad Ahsan (Ganda Putra)
  • Hendra Setiawan (Ganda Putra)
  • Praveen Jordan (Ganda Campuran)
  • Melati Daeva Oktavianti (Ganda Campuran).

Atletik

  • Lalu Muhammad Zohri
  • Alvin Tehupeiory

Panahan

  • Riau Ega Salsabila (Recurve perorangan/beregu campuran/beregu putra)
  • Arif Dwi Pangestu (Recurve perorangan/beregu putra)
  • Bagas Prastyadi (Recurve perorangan/beregu putra)
  • Diananda Chairunisa (Recurve putri/beregu campuran)

Menembak

  • Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba

Rowing

  • Mutiara Rahma Putri
  • Melani Putri

Surfing

  • Rio Waida

Angkat Besi

  • Eko Yuli Irawan (61 kg putra)
  • Deni (67 kg putra)
  • Rahmat Erwin Abdullah (73 kg putra)
  • Windy Cantika (49 kg putri)
  • Nurul Akmal (87 kg putri)

Renang

  • Aflah Fadlan Prawira
  • Azzara Permatahani
Atlet BMX Gunakan Sepeda Buatan Gresik di Olimpiade Tokyo 2020
Medali di Olimpiade Tokyo 2020 | @By kovop58 Shutterstock
info gambar

Perolehan medali kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Pada Sabtu (24/7), Indonesia mendapat medali pertama dari cabor angkat besi. Windy Cantika Aisah, bertarung dalam cabor angkat besi nomor 49kg putri dan mendapatkan medali perunggu dengan melakukan angkatan dengan total 194 kg (84 snatch dan 110 clean and jerk).

Kemudian, mengawali Agustus 2021, sejarah baru diukir oleh srikandi Indonesia. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dalam cabor bulu tangkis ganda putri.

Anthony Ginting meraih medali perunggu setelah mengalahkan pebulutangkis asal Guatemala Kevin Cordon dengan skor 21-11 dan 21-13. Kemudian, ada Eko Yuli Irawan mengemas medali perak untuk cabor angkat berat kelas 61 kg putra dan Rahmat Erwin Abdullah yang menyabet perunggu dalam nomor 73 kg putra.

Di ajang Olimpiade Tokyo 2020 kali ini, kontingen Indonesia berhasil menduduki peringkat 43 dan memperoleh total 5 medali yang terdiri dari satu emas, tiga perunggu, dan satu perak.

Menakar Peluang Indonesia Raih Medali Emas di Cabor Bulutangkis Ganda Putri

Indonesia juga kirim juri ke Olimpiade Tokyo 2020

Selain para atlet yang bertanding dari tiap cabor, Indonesia juga mengirimkan dua orang juri atau wasit terpilih, yang dikenal dengan sebutan International Technical Officer (ITO).

Juri pertama adalah Pranarta Arumbowo untuk cabor loncat indah yang datang bersama kontingen Indonesia untuk tim akuatik, yaitu dua atlet renang Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani. Pranata diketahui kerap kali menjadi juri dalam beberapa perlombaan seperti 1st SEAF Championships Tahun 2012 di Singapura, dan FINA Diving World Cup di Shanghai pada tahun 2014.

Meski belum berhasil berhasil mengirimkan atlet tanah air yang lolos kualifikasi untuk cabor tinju, Indonesia kali ini berhasil mengirimkan Boy Pohan sebagai juri tinju. Sebelumnya, Boy terlebih dulu bertugas menjadi juri untuk babak kualifikasi Olimpiade di Afrika pada tahun 2020 dan babak kualifikasi di London pada awal tahun 2021.

Kedua juri ini dipilih karena memiliki kompetensi memadai dengan reputasi yang diakui lewat berbagai pengalaman. Tak hanya harus mengetahui seluk beluk dari cabor yang digeluti, tapi juga harus memahami secara detail peraturan federasi internasional yang diterapkan.

Manfaatkan Limbah Elektronik, Ini Detail Pembuatan Medali Olimpiade Tokyo 2020
Olimpiade Tokyo 2020 | @A.RICARDO Shutterstock
info gambar

Potensi Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade

Banyak negara bersaing mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade, termasuk Indonesia. Sebelumnya, pengajuan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo secara langsung kepada Presiden IOC, Thomas Bach, di Istana Kepresidenan Bogor pada tahun 2018 dan mendapatkan respons positif kala itu.

Untuk jadi tuan rumah Olimpiade, banyak yang harus dipersiapkan sesuai dengan deretan persyaratan ketat yang telah ditetapkan oleh pihak International Olympic Committee (IOC), selaku penyelenggara Olimpiade.

Negara yang terpilih menjadi tuan rumah akan memiliki kesempatan untuk menunjukkan eksistensi sekaligus pembuktian kemampuannya dalam memberikan fasilitas terbaik dalam melangsungkan kompetisi yang diikuti oleh ratusan negara yang berasal dari berbagai belahan dunia lainnya.

Tak hanya itu, negara terpilih juga akan berkesempatan menampilkan keunggulan dari berbagai sektor, termasuk kemajuan teknologi, infrastruktur, pariwisata, budaya, dan masih banyak lagi.

Pihak IOC memiliki standar dan persyaratan untuk negara yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade. Dalam penyelenggaraannya, dibutuhkan sebanyak 40.926 ruangan kamar untuk para atlet, seluruh jajaran petinggi sampai anggota dari IOC, NOC masing-masing negara, media, dan masih banyak lagi. Kemudian, dibutuhkan 40 ribu ruangan terdiri dari kelas yang bervariasi mulai dari kamar setara hotel bintang dua hingga lima.

Ketentuan lain yang harus dipenuhi tuan rumah Olimpiade ialah semua fasilitas dan lokasi dari penyelenggaraan Olimpiade harus memiliki aksesibilitas yang universal, dan yang paling utama ramah kepada penyandang disabilitas.

Syarat lain ialah dilarang menimbulkan hutang dan fasilitas yang terbengkalai usai gelaran Olimpiade selesai dilaksanakan. Hal tersebut ternyata mendapat perhatian penting dari IOC. Mengingat pada Olimpiade Rio tahun 2016 lalu pemerintah setempat diketahui membangun fasilitas yang terdiri dari sebanyak 15 ribu kamar baru, namun saat ini sekitar 90 persen dari kamar tersebut diketahui dalam keadaan kosong.

IOC pun tidak ingin terlalu memaksa negara berkembang untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade. Tentunya karena butuh anggaran besar dalam pengadaan fasilitas.

Sebelumnya, Indonesia menaruh harapan untuk jadi tuan rumah Olimpiade tahun 2032. Meski sudah mengajukan diri, IOC akhirnya memilih kota Brisbane, Australia. Pihak IOC mempertimbangkan untuk memilih negara yang memiliki kesiapan lebih maksimal.

Meski demikian, dikabarkan bahwa Indonesia akan terus membidik untuk menjadi tuan rumah Olimpiade di musim berikutnya mulai dari tahun 2036.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini