Program BIPA Membawa Bahasa Indonesia kepada Dunia

Program BIPA Membawa Bahasa Indonesia kepada Dunia
info gambar utama

Penulis: Nur Annisa Kusumawardani

Gabung Telegram Kawan GNFI untuk dapat informasi seputar program dan tulisan terbaru Good News From Indonesia.

Indonesia adalah salah satu bahasa dengan penutur terbanyak di dunia. Dilansir dari Babbel Magazine, diestimasikan terdapat 198 juta penutur bahasa Indonesia dengan angka yang terus bertambah tiap harinya. Kendati demikian, bahasa ini tidak banyak digunakan di luar Asia Tenggara, tempat bahasa ini lahir dari rumpun Austronesianya.

Meskipun telah menjadi salah satu bahasa yang diajarkan di Australia sejak tahun 1950, bahasa Indonesia belum banyak dikenal oleh dunia. Hal ini menjadikan misi untuk mengenalkan bahasa Indonesia di kancah internasional menjadi hal yang penting.

Salah satu cara untuk membawa bahasa Indonesia ke masyarakat dunia adalah melalui program BIPA yang diinisiasi oleh Kemendikbud. Kini, BIPA rutin menerima pengajar bahasa Indonesia untuk didelegasikan ke negara lain. Yuk, mengenal BIPA lebih lanjut!

Pada Untai Kata Elok Bahasa Indonesia

Mengenal BIPA

Pembukaan Bimbingan Teknis Pengajaran BIPA | Foto: SINDO News
info gambar

Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing, disingkat BIPA, adalah suatu program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia bagi penutur asing. Berada di bawah naungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, kegiatan ini merupakan ruang belajar untuk berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan bahasa Indonesia.

Dilansir dari laman Kemendikbud, kini terdapat sekitar 420 lembaga pengajar BIPA yang tersebar di 29 negara, dengan Australia sebagai negara dengan jumlah lembaga BIPA terbanyak. Terhitung sejak Desember 2020, terdapat sekitar 72.746 pembelajar yang berpartisipasi dalam program BIPA.

Adanya BIPA diharapkan dapat meningkatkan eksistensi bahasa Indonesia di kancah internasional. Selain itu, mengenalkan bahasa Indonesia ke dunia juga dimanfaatkan sebagai instrumen soft power diplomacy yang mampu mengukuhkan posisi, peran, dan pengaruh Indonesia dalam pergaulan dan persaingan internasional.

Tenaga pengajar BIPA

Pembukaan Kelas Virtual BIPA | Foto: Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud
info gambar

Pemilihan pengajar BIPA sekaligus duta bahasa diadakan secara rutin tiap tahunnya. Kegiatan pengiriman pengajar BIPA ini telah diselenggarakan sejak tahun 2015.

Adanya tenaga pengajar yang didelegasikan oleh Indonesia ke berbagai negara di dunia merupakan hasil koordinasi dua kementerian Indonesia, yaitu Kemendikbud dan Kemenlu. Dilansir dari Kompas, sebanyak 793 penugasan pengajar bahasa Indonesia telah dikirim dalam kurun waktu lima tahun BIPA berdiri.

Lima Negara yang Mengajarkan Bahasa Indonesia di Sekolah dan Perguruan Tinggi

Selama pandemi, kegiatan BIPA tetap dilaksanakan secara daring. Salah satunya ialah penyelenggaraan BIPA jarak jauh yang dihadiri oleh sekitar 291 siswa Amerika. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kemendikbud bersama KBRI Washington dengan pembukaan kelas virtual pada Sabtu (10/4) bulan lalu.

Bahan pengajaran program BIPA telah disusun oleh Kemendikbud, baik secara cetak maupun daring. Pedoman ini kemudian dikirimkan ke penutur asing setiap tahunnya.

Selain itu, Kemendikbud juga akan mengirimkan bahan ini ke duta besar dan negara-negara yang memiliki Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud). Kurikulum BIPA memungkinkan penyamarataan persepsi dan pemahaman yang mendorong pembelajaran agar berjalan secara sistematis dan terencana.

Dalam rapat bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen pada Kamis (20/2) beberapa bulan lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan keinginan agar bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar (lingua franca) di Asia Tenggara dan memiliki tempat di dunia internasional. Adanya program BIPA dinilai sebagai langkah progresif bangsa menuju internasionalisasi bahasa di dunia.

Bagaimana Menuliskan Angka yang Benar pada Sebuah Kalimat?

BIPA dalam jaringan

Tidak hanya bergerak secara offline, BIPA dalam jaringan (daring) juga dibentuk sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan ruang dan menjembatani informasi secara lebih mudah. Aplikasi portal yang dinamai BIPA Daring ini dikembangkan untuk menyediakan akses produk dan layanan, bagi stakeholders dan penerima manfaat program BIPA.

Aplikasi BIPA Daring menyediakan tiga modul, yaitu modul layanan berbagai pembelajaran BIPA, modul penyelenggara program BIPA, dan modul layanan berbagi informasi kiprah dan karya pemerhati BIPA.

Nah, jika Kawan tertarik untuk menjadi tenaga pengajar bahasa Indonesia di luar negeri, mengikuti program BIPA adalah salah satu cara yang menarik untuk dicoba.*

Referensi: Portal Kemdikbud | BIPA Kemdikbud | Kompas | Babbel Magazine

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini