5 Merek Minuman Paling Banyak Dibeli Masyarakat Indonesia, Kopi Kemasan Mendominasi

5 Merek Minuman Paling Banyak Dibeli Masyarakat Indonesia, Kopi Kemasan Mendominasi
info gambar utama

Penyajian makanan dan minuman instan kini semakin banyak merek dan jenis yang ditawarkan. Mulai dari mi instan dengan sang legenda Indomie hingga minuman kemasan yang identik dengan nama Aqua apapun mereknya.

Kantar Wordpanel merilis laporan berjudul Asia Brand Foodprint 2021 pada bulan Juli lalu. Topik yang diangkat di dalam laporan tersebut banyak ragamnya. Contohnya adalah produk kemasan yang paling diburu konsumen dari berbagai negara di Asia hingga produk makanan instan yang sering hadir di dapur rumah tangga masyarakat Indonesia.

Salah satu data yang dipaparkan dalam laporan tersebut adalah merek dari sektor minuman instan atau minuman kemasan yang paling banyak dibeli oleh konsumen. Sektor minuman di Indonesia didominasi oleh produk kopi instan atau kopi kemasan.

Sederet Produk Kemasan yang Paling Diburu Konsumen Indonesia

5 merek paling banyak diburu

Empat dari lima data yang ditampilkan dalam Asia Brand Foodprint 2021 berisi produk kopi kemasan yang paling banyak dipilih oleh konsumen Indonesia yang mengindikasikan bahwa setengah dari populasi di Indonesia pernah mengonsumsi merek kopi tersebut.

5 merek minuman paling banyak dibeli konsumen Indonesia | GoodStats
info gambar

Kopi Kapal Api menjadi merek yang paling banyak dibeli oleh konsumen Indonesia dengan Consumer Reach Poin (CRP) mencapai 1.098 juta. Merek ini juga mencatat penetrasi sebesar 69,4 persen. Hal tersebut menandakan bahwa lebih dari separuh konsumen Indonesia pernah mengonsumsi kopi Kapal Api.

Produk kopi kemasan Luwak, Good Day, ABC Santos dan Aqua berada setelah kopi Kapal Api sebagai produk minuman kemasan yang paling banyak dibeli oleh konsumen Indonesia. Perlu diketahui bahwa Kapal Api, Good Day dan ABC Santos berada dalam naungan satu perusahaan yang sama yakni PT Santos Jaya Abadi bersama beberapa produk lainnya yang didominasi oleh merek kopi kemasan.

Sementara itu, Aqua menjadi satu-satunya produk non-kopi yang masuk dalam jajaran lima merek minuman yang paling banyak dibeli oleh konsumen Indonesia. Pemberlakuan kebijakan di rumah saja atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) turut memengaruhi konsumsi air mineral merek Aqua terutama dalam kemasan galon. Tercatat, selama pandemi Covid-19 di tahun 2020, konsumsi Aqua kemasan galon meningkat sebesar 1,2 juta rumah tangga.

Sektor minuman yang paling banyak dibeli konsumen Indonesia didominasi oleh produk kopi. Hal tersebut bukan menjadi sesuatu yang baru mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung lebih suka mengonsumsi kopi dibanding minuman lain, selain air putih tentunya.

Lokadata memaparkan hasil olah datanya yang bersumber dari Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2018. Melalui tulisan yang berjudul Orang Indonesia Pilih Kopi Ketimbang Teh, Lokadata menyatakan bahwa konsumsi kopi di Indonesia sebesar 0,66 ons/kapita/bulan dan konsumsi teh sebesar 0,24 ons/kapita/bulan.

Konsumsi kopi masih lebih banyak ketimbang konsumsi teh dan kopi masih jadi minuman favorit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Menjamurnya warung kopi (warkop) di berbagai daerah semakin menguatkan budaya ngopi di tengah masyarakat Indonesia sebagai salah satu bentuk interaksi sosial.

Apa Kabarnya Budaya Ngeteh di Tengah Menggeliatnya Tren Ngopi?

Dapur pemasaran produk kopi dari PT Santos Jaya Abadi sebagai penguasa produk kopi kemasan

Kopi Kapal Api | Akmal Haikal/Shutterstock
info gambar

Tiga dari lima pilihan merek minuman yang paling banyak dibeli konsumen Indonesia adalah produk PT Santos Jaya Abadi yakni Kapal Api, Good Day dan ABC Santos. Hal tersebut membuat PT Santos Jaya Abadi menjadi penguasa merek kopi kemasan di Indonesia.

Tingginya daya beli konsumen terhadap merek kopi kemasan dari Santos, membuat sebagian besar orang penasaran bagaimana strategi pemasaran produk tersebut.

Dikutip dari Warta Ekonomi edisi Jum'at, 09 Februari 2018, ManagingDirector Santos Jaya Abadi, Paulus I Nugroho, mengatakan bahwa memanfaatkan kombinasi pemasaran kekinian dan konvensional adalah hal yang dilakukan dalam pendekatan pemasaran.

Penggabungan pemasaran tersebut dilakukan untuk memperkuat produk salah satunya merek besar Kapal Api. Pemasaran yang dilakukan adalah pemasaran Above The Line (ATL), Below The Line (BTL), Out Of Home (OOH) hingga pemanfaatan teknologi digital.

Contoh nyata pemasaran melalui ATL adalah melakukan sponsorship pada kegiatan kuis dan aktivitas kreatif lainnya. Kuis interaktif di sela-sela tayangan televisi menjadi hal yang paling umum dilakukan oleh berbagai merek maupun produk.

Sementara itu, contoh pemasaran melalui BTL antara lain dengan aktivitas roadshow dan acara kompetisi.

Kegiatan Roadshow Narasi.Tv x Kapal Api “Pencuri Perhatian” di berbagai kampus di Indonesia menjadi salah satu kegiatan yang banyak mengundang pengunjung, selain itu ada pula kegiatan Persebaya Experience hingga Bonek Fair 2017.

Adapun contoh pemasaran OOH dilakukan dengan melakukan branding di beberapa kegiatan olahraga seperti pada jersey tim Persebaya yang menampakkan logo Kapal Api.

Terakhir, pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital marketing adalah melalui augmented reality dan game virtual reality. Augmented Reality tersebut merupakan acara Kapal Api dan Persebaya Experience di Atrium Royal Plaza, Surabaya pada tahun 2017.

Para pengunjung yang umumnya adalah Bonek (sebutan untuk pendukung tim Persebaya) dapat merasakan foto bersama tim Persebaya melalui green screen yang nantinya diganti dengan foto para pemain sebagai hasil jepretan kamera.

Beberapa contoh di atas tentunya tidak dapat mewakili dari keseluruhan upaya pemasaran produk kopi sehingga dapat menjadi merek yang paling banyak dibeli oleh konsumen Indonesia.

Namun, upaya pemasaran tersebut tentunya juga didukung dengan melihat pola konsumsi masyarakat Indonesia yang menjadikan ngopi sebagai sebuah budaya. Sehingga dengan hadirnya kopi kemasan dari berbagai merek dapat menyelipkan arti bahwa membeli kopi dengan merek tertentu sama artinya menyatu dengan budaya masyarakat Indonesia.

4 Kebun Kopi di Indonesia untuk Mempelajari Kopi Sambil Berwisata

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini