Jajaran Seniman Mural Indonesia dengan Karya yang Mendunia

Jajaran Seniman Mural Indonesia dengan Karya yang Mendunia
info gambar utama

Belakangan salah satu praktik seni, yaitu mural, kembali mencuri perhatian di Indonesia. Hal tersebut didasari dengan adanya mural yang menggambarkan wajah Presiden Joko Widodo di wilayah Batuceper, Kota Tangerang, Banten.

Hal serupa rupanya juga ditemukan di Kota Bandung, tepatnya di area jembatan layang Pasupati. Mural tersebut menggambarkan wajah dari sosok yang mirip dengan Presiden Jokowi dengan menggunakan masker untuk menutupi mata dan hidung. Meski begitu, mural yang berada di Bandung tersebut terlihat sudah ada sejak lama.

Bukan hal baru, mural sejatinya merupakan salah satu karya yang sudah ada sejak lama. Sayangnya, keberadaan jenis karya satu ini terlanjur mendapat stigma negatif dari sebagian besar masyarakat karena selalu disangkut-pautkan dengan aksi vandalisme atau merusak fasilitas lingkungan.

Anggapan tersebut muncul, karena umumnya mural yang dilakukan biasa menggunakan dinding di sejumlah fasilitas publik sebagai media penerapan. Belum lagi, terkadang objek atau tema yang dibuat dalam sebuah mural oleh oknum tertentu melenceng dari nilai dan norma yang berlaku serta dinilai tidak pantas.

Padahal jika menilik keberadaannya, mural tidak hanya selalu dijadikan salah satu media untuk mengkritisi pihak tertentu, melainkan juga memiliki makna mendalam yang dijadikan sebagai media berekspresi bagi para seniman. Tak jarang, karya mural tersebut mendatangkan apresiasi yang layak.

Terbukti, Indonesia sendiri saat ini memiliki deretan seniman mural dengan berbagai karya yang diperhitungkan di kancah internasional, beberapa bahkan mendapat kehormatan untuk berkolaborasi dengan musisi dan jenama produk kenamaan dunia.

Untuk mengetahui lebih jelas, berikut daftar seniman mural yang dimaksud.

Coretan Mural, Cara Seniman Suarakan Kemerdekaan hingga Curhatan

Darbotz

Darbotz yang berkolaborasi dengan DC
info gambar

Sosok satu ini mungkin sudah tidak asing di kalangan seniman mural tanah air, pria asal Jakarta yang mendalami seni mural secara otodidak ini diketahui memang sudah memiliki bakat menggambar sejak kecil.

Salah satu pencapaian terbesar Darbotz dimulai dari kerja sama dengan seorang desainer asal Australia, Monica Lim, yang memiliki label 'Fame Agenda'. Karya seni buatan Darbotz menghiasi jalanan Melbourne pada tahun 2014.

Selain itu, karya mural Darbotz juga pernah dipamerkan di berbagai ekshibisi internasional, di antaranya Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Prancis. Seakan tak cukup, salah satu karyanya bahkan menjadi koleksi dari Mizuma Gallery yang berada di Singapura.

Pencapaian tak kalah mengagumkan lainnya diraih saat Darbotz digandeng oleh brand DC Shoes untuk berkolaborasi menghasilkan produk sepatu dengan konsep berciri khas mural pada tahun 2017 silam.

Perbedaan Mural dan Graffiti, Gambar yang Percantik Gang dan Jalanan

Roby Dwi Antono

Roby Dwi Antono
info gambar

Roby adalah seorang seniman kelahiran Semarang yang saat ini menetap di Yogyakarta. Sama halnya seperti Darbotz yang gemar menggambar sejak kecil, ia terkenal lewat karyanya yang menggabungkan gaya Renaisans dengan surealisme pop.

Dalam membuat hasil karya, Roby juga mengungkap bahwa dirinya banyak terinspirasi dari sejumlah seniman luar negeri, di antaranya Mark Ryden, Yoshitomo Nara, serta Marion Peck.

Bicara soal eksistensinya di kancah internasional, Roby telah membawa hasil karyanya pada gelaran Art Stage Singapore di bulan Januari 2017 dan Art Fair Phillippines sebulan setelahnya. Selain itu, salah satu karya Roby juga digunakan sebagai cover album band dream pop asal Denmark, Sleep Party People. Robby juga menjadi seniman di balik cover album, Head in The Cloud garapan dari Rich Brian.

Terbaru, pada akhir Juni 2021, lukisan karya Roby yang berjudul Lonesome Hero #3 mendapat perhatian tinggi pada acara lelang dengan tawaran harga mencapai 30 dolar AS atau setara Rp420 juta.

Naufal Abshar

Salah satu pameran Naufa Abshar
info gambar

Seniman mural kali ini datang dari Kota Bandung, salah satu karya yang paling banyak dikenal oleh masyarakat adalah keterlibatannya dalam cover album salah satu musisi kenamaan tanah air, yaitu Kunto Aji lewat album Mantra-Mantra.

Seperti yang terlihat, karya dari pria yang pernah menempuh pendidikan di Lasalle College of Arts ini identik dengan unsur humor dan komedi. Dirinya pernah mendapat penghargaan sebagai pemenang grafis desain album terbaik di ajang Anugrah Musik Indonesia 2019.

Selain itu, dirinya juga pernah membawa hasil karyanya dalam sebuah pameran Art Porters Gallery bertema “Is This Fate?” di Singapura.

Pertama Kalinya! Jam Tangan G-Shock Asal Jepang Dihiasi Karya Mural dari Indonesia

Bayo Gale

Karya Bayo Gale dalam album Maroon 5
info gambar

Bayo Gale adalah julukan dari sosok bernama asli Bayu Santoso. Pria yang merupakan lulusan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini sempat mencuri perhatian di tahun 2014, lewat salah satu hasil karyanya berhasil memenangi kontes desain ulang cover album salah satu band kenamaan dunia, Maroon 5.

Sebelumnya, Bayo ternyata diketahui juga pernah memenangi kontes artwork yang diselenggarakan oleh seroang pianis kenamaan asal Amerika Serikat, Billy Joel. Desain kreatif hasil karya Bayo bahkan diakui langsung oleh Billy.

Suryo Hananto Seno

Melipir sedikit dari mural, Indonesia juga memiliki sejumlah seniman yang tak pernah berhenti berkarya dalam bentuk seni grafiti. Salah satunya Suryo Hananto Seno, yang selama ini lebih banyak dikenal di kalangan pencinta grafiti dengan panggilan Ones.

Pria yang memiliki ketertarikan dalam membuat grafiti ini sudah mendalami seni menggambar sejak tahun 2001, namun belum mengaplikasikannya pada media dinding. Ones dapat dikatakan menjadi salah satu seniman yang selalu ingin mengedepankan anggapan bahwa baik mural ataupun grafiti selalu jadi hal yang dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi.

Dirinya juga dikenal aktif dalam memberikan apresiasi, dan menjaga hasil karya para seniman jalanan baik dalam cakupan lokal maupun global salah satunya lewat perkumpulan Artcoholic, yang belakangan mengadakan pameran virtual grafiti dan mural bertajuk Pandemic Youth.

Mural di Indonesia: Media Bebas Berekspresi yang Indah

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini