Menyambut Kelahiran Bayi Gajah Sumatra di Taman Nasional Tesso Nilo

Menyambut Kelahiran Bayi Gajah Sumatra di Taman Nasional Tesso Nilo
info gambar utama

Gajah merupakan hewan yang tersebar di Afrika sub-sahara, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Hewan berbelalai panjang ini merupakan pemakan tanaman dan habitatnya di hutan, sabana, gurun, dan rawa-rawa. Gajah dianggap sebagai salah satu spesies kunci karena dampaknya bagi lingkungan.

Pada zaman purba sekitar juta tahun lalu, setidaknya ada 6 sub-genus gajah yang hidup di Indonesia. Sayangnya saat ini hampir semua spesies telah punah dan menyisakan dua yang masih hidup yaitu Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) dan Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis).

Menurut data International Union for Conservation of Nature (IUCN), saat ini populasi gajah di Indonesia hanya sekitar 2.400-2.800 ekor dan sudah masuk dalam kategori krisis.

Meski populasinya mengkhawatirkan, baru saja ada angin segar datang dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo di Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor bayi gajah Sumatra lahir di Camp Elephants Dlying Squad SPTN Wilayah I Lubung pada Kamis (2/12/2021) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kira-kira seperti apa ya proses kelahiran sang bayi gajah tersebut?

Termasuk Satwa Endemik yang Paling Dijaga, Berapa Populasi Gajah Sumatra Saat Ini?

Anak keempat dari induk bernama Ria

Kabar tersebut disampaikan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Instagram resminya @kementerianlhk pada Senin (6/12/2021). Dalam unggahannya, KLHK menampilkan beberapa foto bayi gajah berjenis kelamin jantan tersebut dan berdasarkan hasil pengukuran morfometri, bayi gajah itu memiliki tinggi badan 86 cm, panjang badan 102 cm, lingkar badan 103 cm, dan berat badan 84 kg.

Hingga saat ini, bayi gajah tersebut belum diberi nama. Namun, diketahui bahwa ia adalah anak keempat dari induk bernama Ria dan merupakan hasil breeding dengan gajah liar. Sebelumnya, Ria yang berusia 45 tahun ini telah melahirkan tiga ekor anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, dan Harmoni Rimbo.

Untuk proses kelahiran berlangsung secara normal, kini induk dan bayinya pun dalam kondisi sehat. Dalam penjelasan di akun Instagram Balai Taman Nasional Tesso Nilo @btn_tessonilo, dikatakan bahwa sang bayi kini sudah mulai aktif. Kini, bayi gajah tersebut sudah bisa melihat serta mendengar suara di sekitarnya, lincah, dan memiliki nafsu makan cukup baik.

Mahot pun telah memandikan bayi gajah dan melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatannya. Mereka juga memberikan pengobatan pada sang bayi gajah. Selain itu, tim medis dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pun memastikan bayi dan induk gajah selalu dalam kondisi sehat.

"Untuk anak gajah harus dikontrol setiap hari, terutama tali pusarnya supaya tidak mengalami infeksi ataupun peradangan jadi harus diberi desinfektan. Anak gajah juga harus dipastikan dapat ASI dari ibunya sehingga ibunya juga harus diberi nutrisi yang cukup agar menghasilkan nutrisi yang baik," kata Dokter Hewan BBKSSDA Riau, Rini Deswita, seperti dikutip Cnnindonesia.com.

Kisah Sultan Iskandar Muda dan Seribu Pasukan Gajah yang Agung

Menambah jumlah gajah di Taman Nasional Tesso Nilo

Kelahiran bayi gajah ini menambah jumlah gajah jinak yang ada di Camp Elephants Dlying Taman Nasional Tesso Nilo menjadi total sepuluh ekor. Kesepuluh gajah tersebut terdiri dari empat gajah dewasa, dua ekor remaja, dan empat masih anakan.

Dalam rentang waktu lima tahun terakhir, Camp Elephants Dlying Taman Nasional Tesso Nilo telah melewati empat kali kelahiran anak gajah dari dua ekor induk, yaitu Ria dan Lisa. Pada akhir 2020 lalu, Lisa juga baru melahirkan anak gajah dengan jenis kelamin jantan yang diberi nama Ryu.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, mengatakan bahwa dengan berita kelahiran bayi gajah ini, kawasan Taman Nasional Tesso Nilo terbilang produktif dalam menunjang upaya peningkatan populasi gajah Sumatra yang terancam punah. Dengan adanya momen kelahiran-kelahiran ini menjadi penguat fakta bahwa Taman Nasional Tesso Nilo merupakan habitat penting yang memiliki kontribusi dalam peningkatan populasi gajah Sumatra.

Menyelisik Asal Usul Gajah Kerdil yang Disebut Berasal dari Jawa

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini