Beberapa Fakta Mengagumkan dari Eksistensi Masjid di Indonesia

Beberapa Fakta Mengagumkan dari Eksistensi Masjid di Indonesia
info gambar utama

Menjadi tempat ibadah bagi pemeluk agama Islam, Masjid merupakan bangunan istimewa yang keberadaannya selalu dihormati dan memiliki tempat tersendiri bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Jika menilik asal-usulnya, cikal bakal keberadaan Masjid di Indonesia sendiri berada di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bernama Masjid Saka Tunggal, rumah ibadah yang memiliki luas 12x18 meter ini dibangun tahun 1288 pada era Kerajaan Mataram Kuno.

Lebih detail, Masjid tersebut dibangun oleh Mbah/Kyai Mustolih, tokoh yang menyebaran ajaran Islam di Desa Cikakak. Seterusnya hingga detik ini, jumlah Masjid di Indonesia terus bertambah. Mulai dari masjid besar, sedang, kecil, atau bahkan fasilitas ibadah lebih sederhana layaknya Musala.

3 Masjid Tertua dan Bersejarah di Indonesia

Negara dengan masjid terbanyak di dunia

Hingga saat ini Indonesia masih menjadi negara dengan pemeluk agama Islam terbanyak di dunia. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per 31 Desember 2021, jumlah penduduk muslim di Indonesia ada sebanyak 237,53 juta jiwa. Jumlah itu setara dengan 86,9 persen dari populasi tanah air yang mencapai 273,32 juta jiwa.

Karena itu, bukan hal yang sulit untuk mencari masjid di hampir sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan bisa dibilang, setiap kota biasanya memiliki Masjid besar dan ikoniknya sendiri yang kerap dijuluki sebagai Masjid Agung atau Masjid Raya.

Berangkat dari kondisi tersebut pula, tak heran jika Indonesia menjadi negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Mengutip Sindonews.com, menurut Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia, tercatat jika setidaknya ada sekitar 800.000 Masjid yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu menurut data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama RI, jumlah Masjid dan Musala di RI berada di angka 741.991 bangunan. Di saat bersamaan mengutip TRT World, pada tahun 2021 disebutkan jika setidaknya ada sebanyak 3,6 juta Masjid yang tersebar di seluruh dunia.

Dengan kisaran angka tersebut maka dapat disimpulkan jika total Masjid di dunia, sekitar 20,8 persennya berada di Indonesia.

Pengadilan Surambi, Ketika Hukum di Tanah Jawa Ditetapkan dari Serambi Masjid

Masjid ramah lingkungan pertama di dunia

Bicara mengenai Masjid paling ikonik di tanah air, meski bangunan pertama berada di Banyumas, Tak dimungkiri jika Masjid yang hingga kini cukup dibanggakan karena bukan hanya terbesar di Indonesia melainkan juga Asia Tenggara adalah Masjid Istiqlal, yang berada di Ibu Kota Jakarta.

Belum lama ini, capaian membanggakan juga diperoleh ketika Masjid yang pembangunannya dimulai tahun 1961 tersebut dinobatkan sebagai Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Dunia, dengan meraih sertifikat Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE).

Sertifikasi untuk membantu mewujudkan bangunan hijau itu diperoleh Masjid Istiqlal dari lembaga internasional International Finance Corporation. Penghargaan tersebut diberikan langsung melalui Country Manager IFC untuk Indonesia dan Timor-Leste Azam Khan, kepada Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Sebelumnya, diketahui jika Masjid Istiqlal memiliki beberapa konsep bangunan ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi air dan penggunaan energi dari bangunan. Sebelumnya pengerjaan renovasi dilakukan bersama Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), Green Building Council (GBC) Indonesia, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diketahui jika Masjid Istiqlal hingga saat ini telah melakukan penghematan energi Masjid menjadi sebesar 23 persen, di mana penghematan tersebut dilakukan melalui penggunaan keran aliran rendah. Lewat sistem terintegrasi mulai dari pengolahan air dan daur ulang serta efisiensi lainnya, konsumsi air secara keseluruhan di Masjid Istiqlal diproyeksikan akan berkurang hingga 36 persen.

Lain itu berbeda dengan bangunan masjid lain, Istiqlal memiliki desain arsitektur yang khas dengan hampir seluruh dindingnya memiliki ciri lubang, sehingga sirkulasi udara kian leluasa menerobos dari semua sisi ke bagian dalam ruangan dan membuat pengaturan udara menjadi lebih sehat.

5 Masjid di Indonesia yang Memiliki Arsitektur Unik

Simbol toleransi terbesar di Indonesia

Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal-Katedral
info gambar

Jauh sebelum dinobatkan sebagai Masjid ramah lingkungan pertama di dunia, sebenarnya Masjid Istiqlal sudah memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Bukan karena bangunannya sebagai Masjid terbesar, melainkan karena keberadaannya yang menjadi potret toleransi terbesar di Indonesia.

Betapa tidak? Melihat dari segi bangunan yang kian dimodernisasi, salah satu bagian yang kini paling dikenal dari Masjid Istiqlal adalah adanya terowongan penghubung bawah tanah menuju rumah ibadah bagi pemeluk agama lain yang memang berada di area yang berdekatan, yakni Gereja Katedral Jakarta.

Kekinian, terowongan tersebut dinamai dengan sebutan Terowongan Silaturahmi. Secara spesifik, terowongan yang dimaksud tersebut sebenarnya tersambung dengan basement parkir lantai satu di Masjid Istiqlal yang dapat menampung sebanyak 500 unit mobil.

Kehadiran terowongan ini diharapkan dapat memudahkan pengguna kedua rumah ibadah untuk menggunakan lahan parkir secara bersamaan, di mana setiap hari Jumat akan digunakan oleh umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah salat Jumat, sedangkan setiap hari Minggu digunakan untuk jemaat Gereja Katedral beribadah.

Terlepas dari kondisi tersebut, bukti toleransi sendiri sebenarnya sudah muncul sejak Masjid Istiqlal masih direncanakan dalam bentuk rancangan. Faktanya, sosok yang merancang bangunan Istiqlal adalah arsitek tersohor yang merupakan seorang anak pendeta di masa lampau yakni Frederich Silaban.

Keseriusan sosok tersebut dalam merancang Masjid Istiqlal bahkan bisa dibilang cukup berdedikasi, karena dilakukan selama nyaris 24 tahun. Keterlibatannya bermula di tahun 1955 saat memenangi sayembara pembuatan desain Masjid Istiqlal dalam bentuk maket.

Namun karena keadaan politik Indonesia yang saat itu masih belum stabil, proses pembangunan baru berjalan setelah penanaman tiang pancang Masjid yang dimulai tahun 1961, dan selesai pada 22 Februari 1978.

Mengutip CNN Indonesia, Silaban diketahui juga tidak asal dalam merancang Masjid tersebut. Dirinya disebut mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan ibadah salat dan berdoa untuk menyempurnakan rancangan Masjid Istiqlal.

Silaban juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia dan bertukar pikiran dengan para ulama tentang bagaimana seharusnya Masjid dibangun. Dengan segala upaya tersebut, tak heran jika pada saat pidato awal pencanangannya, Soekarno menyebut jika Masjid Istiqlal menjadi simbol beragama untuk saling toleransi dan hidup berdampingan satu sama lain dengan damai.

Mengenal 3 Sosok Arsitek yang Berjasa dalam Pembangunan Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
AH
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini