Deretan Vihara Termegah di Indonesia untuk Wisata Religi dan Meditasi

Deretan Vihara Termegah di Indonesia untuk Wisata Religi dan Meditasi
info gambar utama

Setiap tahunnya, tanggal perayaan Waisak selalu berbeda-beda sesuai dengan perhitungan bulan purnama penuh pada kalender lunar kuno Vesakha. Tahun ini Hari Raya Waisak jatuh pada tanggal 16 Mei 2022.

Umat Buddha di setiap daerah memiliki tradisi sendiri dalam merayakan Waisak. Di Indonesia sendiri, perayaan besar diadakan di Candi Borobudur, Jawa Timur. Namun, umat juga bisa pergi ke vihara terdekat dan tinggal di sana sepanjang hari dan pada malam bulan purnama.

Ada beberapa kegiatan yang umum dilakukan saat Waisak, seperti memperbanyak perbuatan baik, bermeditasi, merenungkan ajaran Buddha, membawa persembahan ke kuil, hingga berbagai makanan.

Sebagai tempat ibadah umat Buddha, masih banyak orang yang salah paham menganggapnya sama dengan kelenteng. Pada dasarnya vihara adalah tempat umat Buddha beribadah seperti berdoa, meditasi, dan membaca paritta. Sedangkan kelenteng merupakan tempat ibadah untuk penganut Tridharma (tiga agama) yaitu Buddha, Konghuchu, dan Taoisme.

Berdasarkan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah pemeluk agama Buddha di Indonesia mencapai 2,04 juta jiwa pada Juni 2021. Dengan jumlah yang cukup besar, tempat ibadah umat Buddha pun mudah ditemukan di berbagai daerah.

Dalam rangka merayakan Hari Waisak, berikut deretan vihara-vihara termegah di Indonesia yang dapat dikunjungi:

Memahami Makna Pelepasan Lampion Hari Waisak di Candi Borobudur

Vihara Dhammadipa Arama

Vihara Dhammadipa Arama | @Hani Santosa Shutterstock
info gambar

Vihara Dhammadipa Arama berada di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Berada di ketinggian 700-1.000 mdpl menjadi vihara ini memiliki udara yang sejuk dan lokasinya pun jauh dari keramaian hingga suasananya pun tenang. Vihara ini telah didirikan sejak tahun 1971 dan menjadi vihara tertua dan terlengkap di Batu.

Di vihara ini, pengunjung dapat melihat pagoda emas Patirupaka Shwedagon yang merupakan replika Pagoda Patirupaka Shwedagon Myanmar, tetapi dibangun dengan unsur Indonesia seperti Candi Jawi di Jawa Timur di pintu gerbang dan sepasang chinte atau harimau penjaga, juga genta yang dibunyikan sebelum pengunjung masuk. Pagoda tersebut digunakan untuk tempat beribadah dan meditasi.

Selain pagoda, di vihara ini juga museum yang di dalamnya terdapat ruang-ruang yang mengkhususkan wilayah penyebaran agama Buddha di seluruh dunia. Kemudian ada juga patung Buddha tidur yang berukuran besar berwarna emas dan para pengikut Buddha yang menghiasi area taman.

Pada salah satu patung Buddha terdapat pesan yang tertulis seperti berikut "Aku bertekad, walaupun kulitku, uratku, dan tulangku yang tersisa, dan walaupun daging dan darahku mengering dalam tubuhku. Aku tidak akan mengendurkan usahaku sebelum aku mencapai apa yang dapat dicapai dengan kekuatan manusia, dengan kegigihan manusia, dengan usaha manusia."

Berwisata ke Vihara Seribu Patung Ksitigarbha Bodhisattva di Tanjung Pinang

Vihara Bodhigiri

Vihara Bodhigiri yang dikenal dengan nama Panti Semedi Balerejo merupakan salah satu tujuan ideal untuk meditasi. Meditasi merupakan latihan pengendalian pikiran, ucapan, dan perbuatan yang merupakan perilaku dalam menghayati ajaran Buddha.

Di Vihara Bodhigiri, meditasi diadakan setiap Juli sampai Oktober yang dikenal dengan nama masa vassa, yaitu masa tiga bulan di mana para bhikkhu tinggal di suatu tempat untuk fokus berlatih meditasi. Selama masa vassa, peserta bisa ikut bermeditasi bersama bhikkhu di Vihara Bodhigiri.

Vihara Bodhigiri berada di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dan dapat ditempuh sekitar 45 menit dari Kota Blitar. Lokasi vihara ini berada di ketinggian 550 mdpl dan luasnya mencapai 60 ribu meter persegi. Dari segi lokasi, tempatnya terbilang nyaman karena jauh dari keramaian perkotaan dan berada di lingkungan yang bersih.

Pada pintu masuk, pengunjung akan menemukan Gerbang Kebebasan dan Tugu Asoka dengan pilar berbentuk empat kepala singa. Kemudian ada Balai Kesempurnaan yang merupakan ruang latihan meditasi tingkat awal.

Selain itu, di vihara ini juga terdapat dereta relief dan goa-goa. Adapula replika Candi Sumberawan. Dari area ini, pengunjung dapat melihat pemandangan Gunung Kawi. Selain bermeditasi, vihara juga terbuka untuk kebutuhan seperti pemberkatan pernikahan atau pujabhakti.

Sriwijaya, Pusat Pendidikan Agama Buddha Terbesar di Asia Tenggara

Brahma Vihara Arama

Brahma Vihara Arama | @Elizaveta Galitckaia Shutterstock
info gambar

Vihara megah lain yang ada di Indonesia adalah Brahma Vihara Arama di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Vihara yang telah dibangun sejak tahun 1958 ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare yang terdiri dari bangunan vihara dan perkebunan.

Nama Brahma Vihara Arama ini diberikan berdasarkan hubungan dengan fungsi vihara, yaitu tempat tinggal bhikkhu atau kediaman Brahma dan Arama yang berarti taman. Jadi nama Brahma Vihara Arama diartikan sebagai taman kedamaian Brahama yang luhur.

Vihara ini juga dijadikan tempat meditasi dengan arsitektur bangunan khas Bali dengan beberapa patung Buddha dan arca dari perunggu berlapis emas. Di sana pengunjung dapat melihat dharmasala atau tempat pemujaan utama, stupa, dan Pagoda Avalokitesvara. Kemudian ada Upostha Gara, sebuah tempat yang tenang dan nyaman untuk pengukuhan calon bhikkhu. Di tempat ini, para bhikkhu akan digembleng untuk mengikuti tahapan selanjutnya sampai mengucap sumpah dan janji.

Ada pula Dharmasala yang menjadi ruang belajar untuk para bhikkhu melakukan kebaktian, memberi khotbah, dan melakukan berbagai aktivitas spiritual. Di sana juga terdapat stupa berbentuk lonceng raksasa dan seluruh sisinya terbuat dari beton yang dihiasi relief-relief.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini