Wedang Tiyung yang Berikan Kehangatan bagi Jenderal Soedirman saat Gerilya

Wedang Tiyung yang Berikan Kehangatan bagi Jenderal Soedirman saat Gerilya
info gambar utama

Pada momen perang gerilya, Jenderal Soedirman bersama rombongan hampir sepekan menetap di daerah Kretek yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Yogyakarta. Hal ini karena Kali Opak sedang meluap.

Jamaluddin, seorang tentara dapur masih mengingat tugasnya untuk memberi makan dan minum pasukan. Salah satunya adalah teriakan Soewondo, dokter pribadi jenderal Soedirman yang meminta wedang.

“Kalau sudah begitu, saya pun segera membuat teh baru,” kata Jamal yang dimuat dalam buku Tempo.

Nasi Oyek, Saksi Bisu Perjuangan Pasukan Jenderal Soedirman

Dirinya mengingat selain Soewondo, Kapten Soepardjo Roestam selalu minta teh panas untuk Soedirman. Hal ini karena Panglima TNI itu sedang sakit, hingga merasa nyaman minum yang panas dan manis.

Dirinya masih ingat merek teh Soedirman bernama Sruni, teh ini jatah untuk semua tentara Republik. Baunya langu. Satu lagi wedang kegemaran Soedirman adalah teh tiyung, daun jeruk yang diseduh air panas.

“Pakai gula pasir, warnanya merah,” kata Jamal.

Pantang memilih makan

Dengan minuman itu, Soedirman mendorong obat-obatan ke kerongkongan. Di antaranya codeine, sejenis obat gangguan pernapasan. Sejak dioperasi pada November 1948, Soedirman hidup dengan sebelah paru-paru.

“Obat pak Dirman kecil-kecil seperti kedelai,” kata Jamal.

Dalam hal makanan, Soedirman tak pernah pilih-pilih. Dia memakan makanan yang sama dengan seluruh prajurit. Apalagi waktu itu masa gerilya, semua serba seadanya. Kadang nasi berteman rebusan daun lembayung, kadang-kadang tempe.

“Di kasih apa saja Pak Dirman mau,” ujar Jamal.

Sejarah Hari Ini (5 Oktober 1950) - Hari Angkatan Perang RI Tanpa Sudirman

Ransum untuk Soedirman diantar dalam rantang. Satu rantang untuk sekali makan, diantar sampai pintu kamar. Tetapi sering kali dari tiga rantang yang dikirim hanya satu yang habis. Pasalnya sang jenderal sering berpuasa.

Selain dapur umum, penduduk sering mengirimkan makanan untuk para pejuang. Mereka memang kerap kekurangan makanan. Untuk menutupi kebutuhan itu, Soedirman pernah meminta perhiasan Siti Alfiah untuk ditukarkan ayam dan beras.

Jadi wisata

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Purbalingga Gunanto Eko Saputro meluncurkan perdana Paket Wisata Sejarah “Rasa Soedirman” pada 2022 silam.

Dirinya mengatakan paket wisata edukasi Rasa Soedirman merupakan sinergi berbagai pihak untuk menggelorakan Purbalingga sebagai bumi tempat lahir Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Wedang Teh Tiyung menjadi menu favorit Jenderal Soedirman. Wedang ini merupakan racikan teh tubruk, gula batu dan jeruk nipis yang disediakan air panas. Selain itu ada makanan tradisional yang konon juga disukai oleh Sang Jenderal.

Sejarah Hari Ini (28 Juni 1947) - Pelantikan Jenderal Sudirman

“Kudapannya dodol/jenang dari Ciplukan, buah eksotis yang disukai Pak Dirman. Ada juga makanan utamanya yakni paduan nasi jagung, urab, dan iwak peyek, sajian ini sangat disukai Pak Dirman.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini