Teknologi Sepekan: Gim Kuntilanak hingga Lapak Ibu Buatan Telkom

Teknologi Sepekan: Gim Kuntilanak hingga Lapak Ibu Buatan Telkom

Ilustrasi gim horor buatan pengembang lokal | Agate

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI, pekan ini kami juga akan merangkum beberapa pemberitaan terkait teknologi yang implementasinya dilakukan di Indonesia.

Informasi-informasi yang datang dari industri gim, e-commerce, serta layanan telekomunikasi berbasis platform menjadi sorotan pekan ini.

Berikut ulasannya.

Gim kuntilanak

Perusahaan dan studio pengembang game lokal Agate dan Telkom Indonesia meluncurkan game bergenre idle RPG yang bernama Code Atma.

Di bawah naungan PT Melon Indonesia, dan Oolean, Code Atma bakal memanjakan para seeker—sebutan untuk pemainnya—dengan pengalaman naratif yang memukau.

Dengan paduan nuansa mistis yang kental dengan budaya Indonesia melalui teknologi kontemporer, Code Atma menantang para seeker untuk masuk dan menjelajahi ke semesta gelap berselimut misteri.

Seeker akan dipersenjatai dengan aplikasi misterius yang dapat digunakan untuk bertempur dengan makhluk-makhluk mistis—yang di dalam game disebut Atma.

Atma merupakan mahluk halus yang tentunya cukup familiar dengan kawan GNFI, seperti Kuntilanak, Jelangkung, dan Genderuwo, bakal menemani pengalaman bermain para seeker.

Para seeker juga keluar dari permainan tanpa harus takut kalah dalam pertandingan.

Gim yang menggunakan menggunakan Bahasa Indonesia ini telah dikembangkan sejak April 2019 dan dapat dimainkan baru untuk ponsel aplikasi Android.

Pengembang gim juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan cerita rakyat Indonesia namun dalam kemasan atmosfir gim yang menarik.

“Dengan adanya dukungan dari Telkom, Melon, dan Oolean, game Code Atma dapat dikembangkan dan dapat dinikmati oleh para pemain di Android,” terang CEO Agate, Arief Widhiyasa dalam Uzone.id.

''Kami berharap, game ini dapat mengenalkan budaya dan kisah Indonesia melalui makhluk mistis yang dimiliki oleh Indonesia. Kami juga berharap game ini bisa menjadi salah satu kebanggaan Indonesia.''

Sementara Joddy Hernady, EVP Digital and Next Business PT Telkom Indonesia mengatakan bahwa Indonesia harus bisa menjadi tuan rumah untuk industri gim di Indonesia.

''Inisiatif Oolean ini ingin menunjukkan bahwa developer game Indonesia kini mampu bersaing dengan developer game negara lain,” tandasnya.

Dedi Suherman, CEO PT Melon Indonesia menyatakan bahwa inisiatif Oolean ini dibangun untuk memberikan fasilitas pengembang gim lokal agar dapat bertumbuh, baik untuk pasar domestik maupun mancanegara.

Google bantu pemerintah bangun pusat data nasional

Ilustrasi literasi Google Cloud
Google Cloud | Pinterest

Google secara resmi meluncurkan pusat data di Jakarta pada Rabu (24/6/2020). Guna mendukung fasilitas ini, perusahaan teknologi Amerika Serikat itu pun menyediakan 150 ribu laboratorium untuk pelatihan terkait komputasi awan (cloud).

“Kami berkomitmen mengasah kemampuan dan penyediaan tenaga kerja cloud di Indonesia," kata Country Director Google Cloud Indonesia Megawaty Khie, saat konferensi pers virtual, Rabu (24/6).

"Kami akan kirimkan 150 ribu laboratorium pelatihan tahun ini.” Selain pelatihan, peserta akan mendapat akses Google Cloud Platform (GCP) gratis. Mereka juga akan memperoleh beragam program inisatif kesiapan karier. "Setelah pelatihan, kami berikan sertifikasi."

Google yang berkongsi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menggelar Digital Talent Scholarship (DTS).

Program ini bertujuan mengasah kemampuan talenta digital Indonesia terkait analisis big data, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, Internet of Things (IoT) dan mesin pembelajar (machine learning).

Selama pandemi ini, Google juga menyediakan layanan G Suite for Education bagi ribuan sekolah di Jakarta melalui layanan kelas belajar daring, pelatihan, dan alat-alat yang membantu para pendidik mengajar dari rumah.

Ke depannya, layanan G Suite for Education akan ditujukan untuk jutaan pendidik dan siswa secara nasional melalui layanan terpadu berbasis cloud.

''Pusat data juga bisa meningkatkan kemajuan ekonomi digital dan mempertajam penerapan berbagai macam teknologi,'' kata Menteri Kominfo, Johnny G Plate, yang berharap kerjasama ini bisa memperkokoh keamanan dan privasi data di Indonesia.

Dalam Katadata ia juga bilang, bahwa kerjasama ini diharapkan menjadi penerapan transmisi teknologi dari adanya pusat data Google di Indonesia kepada talenta digital lokal. Dengan begitu, mereka dapat mendukung pengembangan sektor e-commerce, teledukasi, dan kesehatan.

Secara umum, Indonesia memang membutuhkan banyak talenta digital. Data McKinsey & Company menunjukkan suplai dan permintaan talenta digital di Tanah Air tidak seimbang. Indonesia kekurangan 600 ribu SDM digital setiap tahunnya dan diprediksi akan mencapai 9 juta SDM pada 2030.

Aplikasi Lapak Ibu buatan Telkom

aplikasi lapak ibu
Aplikasi Lapak Ibu | Telkom

Sudah bukan rahasia jika pandemi Covid-19 ini membuat masyarakat mikir dua kali untuk belanja ke pasar tradisional. Ini yang kemudian mengakibatkan lesunya perekonomian pasar.

Nah, Telkom memberikan solusi dengan mengembangkan aplikasi yang mereka berinama, Lapak Ibu, yang merupakan aplikasi digitalisasi pasar yang memudahkan pedagang pasar dan pembeli untuk bertransaksi.

Kick-off Lapak Ibu ini dilakukan secara virtual oleh Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid, Jumat (26/6).

Adalah pasar tradisional yang terletak di BSD, Tangerang, menjadi pilot project untuk implementasi aplikasi Lapak Ibu.

Fajrin mengatakan bahwa kehadiran Lapak Ibu ini berangkat dari problem di pasar tradisional yang diharapkan dapat membawa masyarakat, khususnya UMKM untuk lebih mengembangkan potensi digitalnya.

“Lapak Ibu adalah amanah bagi Telkom untuk menjawab tantagan transformasi digital baik di dalam maupun di luar Telkom. Semoga pilot project ini dapat menjadi pelajaran dan berkembang lagi ke depannya,” ujar Fajrin, dalam siaran persnya.

Untuk saat ini, Lapak Ibu menyasar segmen ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di pasar tradisonal. Alur transaksinya adalah pembeli membuat pesanan dan pembayarannya dilakukan pada laman Lapak Ibu yang disediakan oleh Sakoo, perusahaan rintisan (startup) binaan Telkom.

''Semoga dengan kehadiran Lapak Ibu, Telkom dapat terus mendukung pemberdayaan UMKM demi menggerakkan kembali roda perekonomian Indonesia dan membantu masyarakat untuk beraktivitas meski dari rumah,'' pungkas Fajrin.

Baca juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Hari Ini (27 Juni 1951) - Jakarta Dipimpin Syamsurizal Sebelummnya

Sejarah Hari Ini (27 Juni 1951) - Jakarta Dipimpin Syamsurizal

Dibanderol Sejutaan, Xiaomi Boyong Redmi 9 Ke Indonesia. Vivo X Series Kapan? Selanjutnya

Dibanderol Sejutaan, Xiaomi Boyong Redmi 9 Ke Indonesia. Vivo X Series Kapan?

Mustafa Iman
@mustafa_iman

Mustafa Iman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.