6 Fakta Menarik Eks Bandara Kemayoran, dari Perselingkuhan, Tintin, Sampai Perang Dunia II

6 Fakta Menarik Eks Bandara Kemayoran, dari Perselingkuhan, Tintin, Sampai Perang Dunia II

Bandara Kemayoran tempo dulu menjadi tempat lahirnya maskapai Garuda © Istimewa

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebelum ada Bandara Halim Perdana Kusuma dan Bandara Cengkareng—atau Bandara Soekarno Hatta--Bandara Kemayoran adalah bandara komersil internasional pertama yang dimiliki Indonesia.

Bandara ini pertama kali dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1934 dan baru diresmikan pada 8 Juli 1940. Pasca masa perang dan kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengambil alih bandara ini.

Sayang, pada 31 Maret 1985, Bandara Kemayoran harus berhenti beroperasi. Bandara ini dianggap sudah tak layak lagi beroperasi karena letaknya di tengah kota dan kebutuhan pembangunan wilayah Jakarta Utara.

Selain pernah menjadi pintu utama bagi para pemimpin delegasi Konferensi Asia Afrika, Bandung, sepanjang masa ‘’hidupnya’’, Bandara Kemayoran ternyata menyimpan fakta-fakta menarik. Berikut 6 fakta menarik yang berhasil dihimpun GNFI.

Punya Menara Air Traffic Control Pertama di Asia

Menara ATC Kemayoran
Menara ATC atau Menara Kemayoran yang kini menjadi cagar budaya © Wikipedia

Salah satu gedung yang menjadi ikonik di Bandara Kemayoran adalah menara Air Traffic Control (ATC)-nya, atau yang sampai saat ini terkenal dengan Menara Kemayoran.

Menara ini merupakan menara ATC pertama di Asia dan semakin ikonik setelah komik Tintin juga memperlihatkan menara ini dalam kisahnya. Tidak heran sejak saat itu menara ATC dikenal juga dengan sebutan ‘’Menara Tintin’’.

Sampai saat ini, menara tersebut ditetapkan menjadi cagar budaya berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 495 tahun 1993.

Belakangan santer kabar bahwa menara tersebut akan diruntuhkan karena lokasinya akan dibangun kompleks pertokoan dan perkantoran. Alih-alih sudah disematkan sebagai cagar budaya, Komunitas Tintin Indonesia (KTI) rupanya pernah membuat petisi akan hal ini pada laman Change.org.

‘’Kami berharap Menara Kemajoran benar-benar dilestarikan dan dijadikan cikal bakal Museum Kedirgantaraan Indonesia.’’

‘’Bangunan itu amat terkait dengan sejarah perkembangan kota Jakarta dan juga sejarah penerbangan komersial pertama di Indonesia,’’ demikian ajakan KTI yang dimuat pada petisi mereka.

Hingga sekarang, menara ATC dan Menara Kemayoran itu masih ada, namun kondisinya sudah dipenuhi belukar.

‘’Kemayoran’’ Diambil dari Tokoh Kolonial Belanda

Asal Usul Kata Kemayoran
Tokoh kolonial Belanda Mayor Isaac de l’Ostale de Saint Martin yang namanya diambil untuk penamaan ''Kemayoran'' © Jan de Baan/Rijksmuseum

Menurut Windoro Adi dalam Batavia, 1740: Menyisir Jejak Betawi (2010) dikutip Tirto, sejarah Kemayoran tidak bisa dilepaskan dari tokoh kolonial Isaac de l’Ostale de Saint Martin yang berpangkat mayor dalam militer maskapai dagang Belanda Vereniging Oost-Indische Compagnie (VOC).

Sebagai pejabat VOC, dia memiliki tanah yang banyak dan luas. Konon, nama Kemayoran berasal dari pangkat mayornya di VOC.

Selain berasal dari Mayor Isaac, Windoro juga memaparkan versi lain soal asal-usul nama Kemayoran. Pada 1929, selain membangun lapangan terbang, pemerintah kolonial juga membangun asrama militer bagi perwira berpangkat mayor.

Lokasinya masih di daerah Kemayoran saat ini. Hal ini masih berkaitan dengan pangkat ‘’mayor’’ yang menjadi kata dasar dari ‘’kemayoran’’.

3 Relief Maestro Seni Indonesia yang Masih Bertahan

Para Seniman Relief di Ruang VIP Bandara Kemayoran
Para Seniman Relief di Ruang VIP Bandara Kemayoran © Digital Archive of Indonesian Contemporary Art

Sejak diresmikan pada 1940 dan setelah diambil-alih oleh pemerintah Indonesia dari Belanda, Bandara Kemayoran sudah menjadi pintu gerbang Indonesia di dunia, terutama untuk rute Hindia Belanda, Asia Tenggara, dan Australia.

Menyadari akan hadir orang-orang penting yang akan transit di Indonesia, Soekarno akhirnya berinsiatif untuk mempercantik ruang tunggu VIP supaya para pendatang terkesan. Hingga terpikir olehnya untuk membuat pahatan relief dengan mengutus organisasi Seniman Indonesia Muda (SIM) di Yogyakarta untuk merealisasikannya mulai tahun 1957.

Sebanyak 36 seniman dan pengrajin di bawah komando para maestro, Harijadi Sumadidjaja, Surono, dan ‘’Bapak Seni Rupa Indonesia Modern’’ Sudjojono, menyelesaikan relief pesanan khusus Soekarno.

Butuh waktu sembilan bulan para seniman SIM menyelesaikan relief, pasalnya tidak mudah memahat beton dinding ruang VIP yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dengan total relief yaitu tiga cerita yang merepresentasikan keragaman budaya, kekayaan alam, dan kesan bahwa Indonesia sedang giat membangun.

Masing-masing maestro membawahi relief dengan tema berbeda.

Harijadi membuat relief keanekaragaman flora dan fauna Nusantara dengan ukuran 10x3 meter. Surono membuat relief cerita Sangkuriang dengan ukuran 13x3 meter. Sedangkan Sudjojono membuat relief berjudul ‘’Manusia Indonesia’’ dengan ukuran 30x3 meter.

Terdapat Relief yang Menggambarkan Perselingkuhan

Sosok Perempuan pada Relief
Sosok perempuan di relief karya Sudjojono, sisi kanan pintu © Fernando Randy/Historia

Selain telah mendapat orderan khusus dari Soekarno, rupanya Sudjojono juga menggunakan kesempatan ini untuk menuangkan perasaannya. Sebenarnya, beginilah karakteristik dari seorang maestro yang kerap kali melibatkan pikiran dan perasaannya pada karya seninya.

Menariknya Sudjojono menuangkan perasaan yang tidak biasa. Pada salah satu bagian relief, terdapat sosok perempuan. Sekilas relief ini seperti masih dalam bagian cerita, namun ternyata tidak.

Jika Kawan GNFI penasaran ingin melihat, sosok perempuan ini terpahat di sisi kanan salah satu pintu di ruang VIP itu.

Siapa dia?

Ada dua spekulasi siapa sosok perempuan yang digambarkan oleh Sudjojono.

Spekulasi pertama ada yang menyebutkan bahwa sosok itu adalah Mia Bustam, seniman yang juga istri Sudjojono. Spekulasi kedua, sosok perempuan itu bukanlah Mia Bustam, melainkan Rose Pandanwangi, istri kedua Sudjojono.

Historia mengisahkan bahwa pada 1957, di tengah pengerjaan relief beton di Bandara Kemayoran, biduk rumah tangga Sudjojono dan Mia Bustam tengah dilanda prahara.

Pasalnya Sudjojono mengaku sedang jatuh cinta pada perempuan lain. Mia Bustam tentu tak mau dimadu, hingga akhirnya mereka bercerai dua tahun kemudian.

Masuk dalam Kisah Petualangan Tintin

Cuplikan Bandara Kemayoran dalam Komik Tintin
Cuplikan Bandara Kemayoran dalam Komik Tintin

Terkisah dalam cerita berjudul The Adventure of Tintin dalam seri Flight 714 to Sydney.

Tintin bersama Kapten Haddock, Profesor Calculus, dan anjingnya Snowy, dalam perjalanan dari London menuju Sydney untuk mengikuti kongres Astronotika Internasional. Mereka harus transit di Bandara Kemayoran untuk beralih dari maskapai Qantas Boeing 707 penerbangan 714 ke pesawat pribadi milik milyuner Lazslo Carriedas.

‘’There..! Look..! Kemajoran..! Tell me, is this or this is not Djakarta..’’ (Lihat..! Di sana..! Kemayoran..! Ceritakan padaku, ini Jakarta atau bukan?), kata Profesor Calculus kepada Tintin dan Kapten Haddock.

Dilansir dari Harian Kompas 20 November 2011, halaman pertama komik itu sudah memperlihatkan pohon-pohon dan rumah dari kejauhan ketika Tintin turun dari pesawat, yang bisa diterima sebagai lingkungan bandara negeri tropis.

Selain itu terdapat seorang penumpang mengenakan peci. Hal ini membuktikan bahwa sang penulis kisah, Hergé, sudah melakukan penelitian saat membuat plot Tintin berada di Kemayoran.

Ketika sampai di Jakarta, Tintin bertemu dengan teman lamanya Piotr Skut dan mengharuskan Tintin mendarat pada sebuah Pulau Kecil dalam petualangannya. Pulau Kecil itu disebutkan sebagai Pulau Bompa, wilayah Sondonesia.

Tempat Parkir Pesawat Tentara Sekutu Perang Dunia II

Pesawat Tempur Jepang di Perang Dunia II
Pesawat Tempur Jepang di Perang Dunia II © Dok. US Navy

Pecahnya Perang Dunia II dan mulai datangnya pasukan Jepang, pesawat-pesawat tempur milik negara sekutu mulai singgah di Bandara Kemayoran.

Awalnya, sudah ada dugaan bahwa Bandara Kemayoran akan menjadi target serangan Jepang. Dan ternyata terbukti pada 9 Februari 1942, bandara ini diserang pesawat-pesawat militer Jepang.

Imbasnya, Bandara Kemayoran jatuh ke dalam penguasaan Jepang, setelah Belanda menyerah melalui pertemuan bersejarah di Kalijati pada 8 Maret 1942. Meski begitu, Pemerintah Sipil HIndia Belanda dan militer Belanda sempat kembali menguasai bandara pada akhir 1945 bersamaan dengan kekalahan Jepang di Perang Dunia II.

Kawan GNFI ada yang sudah pernah ke sana?

--

Sumber: Historia.id | Kompas.com | Tirto | BBC Indonesia

--

Baca Juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga22%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang21%
Pilih Tak PeduliTak Peduli15%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau28%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru Sebelummnya

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia Selanjutnya

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia

Dini Nurhadi Yasyi
@dininuryasyi

Dini Nurhadi Yasyi

fiksidini.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.