Taiwan (Republik Tiongkok), adalah sebuah entitas politik di bawah naungan Republik Rakyat Tiongkok yang beberapa tahun terakhir ini menjadi salah satu referensi dan juga destinasi utama bagi para peminat perkembangan teknologi, utamanya untuk industri superkapasitor dan energy storage. Apalagi setelah 5 September 2016 lalu presiden Tsai Ing-Wen mencanangkan sebuah kebijakan unik yang lebih mengutamakan wilayah-wilayah selatan Taiwan dalam setiap nafas gerak perekonomian mereka (meskipun ada juga kepentingan lainnya): New Southbound Policy, yang sempat menjadi salah satu topik dalam Taipei Symposium 2017 di awal tahun ini.

Salah satu dampak dari adanya kebijakan tersebut, kini telah ada 5000 lebih mahasiswa Indonesia yang memegang Alien Resident Certificate (ARC) untuk urusan studi baik di tingkat setara SMA, S1, S2, maupun S3, dan bahkan tak sedikit pula yang menjalani studi postdoctoral degree. Akibatnya? Jelas terlihat bahwa Taiwan menjadi salah satu kantong besar dan juga kawah candradimuka bagi para pemuda Indonesia dalam mengembangkan potensinya.

Lalu, maksud tulisan kali ini apa?

Oke, dengan mukadimah singkat tadi, kurasa sudah cukup untuk mengantarkan pada pembahasan utama tentang pergerakan pemuda-pemudi Indonesia di Taiwan, utamanya lewat salah satu wadah organisasi legal yang diakui oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia: Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan (PPI Taiwan). Statement legal tersebut sejalan dengan kutipan dari pasal 4 di Anggaran Dasar PPI Taiwan yang menyatakan bahwa "(1) PPI Taiwan dideklarasikan pada hari Minggu, tanggal 2 Mei 2010 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan, bertempat di Holistic Building Chung Yuan Christian University, Chungli, Taiwan; (2) Piagam deklarasi pada acara tersebut ditandatangani oleh ketua tim deklarasi dan Kepala KDEI."

Lalu, apa saja pergerakan dari pemuda-pemudi Indonesia yang dimaksud?

Oke, untuk mempersingkat ulasan kali ini, penulis telah menghimpun beberapa hal menarik dan patut untuk diketahui oleh para pembaca sekalian tentang pergerakan para pemuda Indonesia di Taiwan, tentunya dengan niatan dan tujuan sebagai upaya berjuang untuk kemasalahatan.

1. Pendidikan dan Edukasi Kepada Masyarakat

Menjadi role model dalam pengembangan pendidikan sepertinya telah menjadi era baru dalam gerak-karya dan upaya fastabiqul khairat di kalangan kids jaman now (mengutip istilah slang khas anak-anak kekinian). Bagaimana tidak, di Indonesia saja sudah banyak muncul gerakan-gerakan mengajar ala kampus dan juga Kelas Inspirasi masing-masing wilayah yang tujuannya sangat jelas terlihat untuk memberikan sumbangsih nyata bagi lingkungan masyarakat Indonesia demi pemberantasa buta aksara.

Lalu bagaimana dengan PPI Taiwan?

PPI Taiwan sebagai organisasi mahasiswa tertinggi di Taiwan yang memiliki motto “Berbakti untuk Ibu Pertiwi melalui Persatuan dan Prestasi” (AD PPI Taiwan Pasal 5) tentunya telah berupaya sekuat tenaga melakukan berbagai hal untuk berkontribusi secara nyata di bidang pendidikan. Salah satunya adalah adanya Badan Otonom PPI Taiwan yang bernama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Usaha pendirian Lembaga Kejar Paket C (KPC) Taiwan telah dirintis sejak tahun 2013 dengan mengajukan penyelenggaraan ke Kemdikbud RI. Hingga akhirnya pada bulan Juni 2015, KPC Taiwan membentuk lembaga baru untuk membuka layanan pendidikan yang lebih lengkap berupa Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C serta Program Pelatihan dan Pemberdayaan. Setelah melalui proses yang tak mudah, alhasil pada Juli 2015 KPC Taiwan kemudian diresmikan namanya menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (Community Learning Center) Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan atau dikenal dengan nama PKBM PPI Taiwan. Yang selanjutnya disahkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI dengan diberikannya Nomor Pokok Sekolah Nasional: P9908880, pada bulan September 2015 berdasarkan SK pendirian dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei) dengan nomor 0936/KA/KDEI/IX/2015."

Dari hasil uraian singkat tersebut, bisa kita lihat bahwa usaha nyata PPI Taiwan di bidang pendidikan tak main-main. Apalagi untuk memperjuangkan nasib pendidikan kesetaraan bagi para Buruh Migran Indonesia (BMI) yang ketika berangkat ke negeri formosa ini (terkadang) belum sempat mengenyam pendidikan formal berjenjang secara optimal. Dan lagi, kabar gembira pergerakan PKBM PPI Taiwan dalam melakukan inovasi seolah tanpa henti, setelah berhasil bekerja sama dengan BNI (persero) dalam mendistribusikan beastudi kepada siswa-siswi berprestasinya melalui event wisuda siswa di September 2017 lalu, bulan ini (Oktober 2017) menggandeng dengan lembaga serupa di Taiwan, PKBM PPI Taiwan berhasil mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) perdana bertempat di KDEI Taipei lantai 2.

Oh iya, tak ketinggalan pula dalam mewadahi pengembangan pendidikan untuk masyarakat Indonesia di Taiwan, khususnya BMI, PPI Taiwan melalui perpanjangan Badan Otonom Universitas Terbuka Taiwan juga terus melakukan trigger kepada lulusan pendidikan kesetaraan Paket C atau yang sederajat untuk melanjutkan pendidikan mereka ke bangku Perguruan Tinggi. Langkah tersebut semakin nyata dengan hadirnya program pendidikan yang lebih variatif dan dosen-dosen (tutor mengajar) terbaik dari kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi lanjut (S2/S3/postdoctoral) di Taiwan. Agar nantinya ketika kembali ke tanah air mereka dapat melanjutkan kehidupannya secara lebih layak dan berdikari melalui pengetahuan yang dimiliki.

Selain melalui PKBM PPI Taiwan dan Universitas Terbuka yang merupakan Badan Otonom, dari dalam internalnya PPI Taiwan juga melakukan upaya edukasi masyarakat melalui Bidang Pengabdian Masyarakat, Bidang Kajian Akademik, dan juga Bidang Publikasi dan Jaringan Informasi sebagai perpanjangan tangannya. Di tahun ini, bekerja sama dengan Tim Kajian BMI PPI Taiwan, Bidang Pengabdian Masyarakat berhasil berkolaborasi dengan Global Worker Organization untuk melaksanakan pelatihan keterampilan bagi BMI yang ada di Taiwan. Dalam pelatihan ini tak kurang dari 20 orang BMI menjalani pelatihan e-commerce dan cooking class yang nantinya diharapkan dapat berguna bagi peningkatan atmosfer wirausaha di kalangan BMI. Belum lagi upaya-upaya pencerdasan langsung yang juga dilakukan oleh Bidang Pengabdian Masyarakat dalam penyuluhan kesehatan reproduksi dan pencegahan AIDS, nampak sekali merupakan aktivitas pergerakan pemuda yang inshaAllah bermanfaat bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Tak ingin ketinggalan, kajian-kajian online khas Bidang Kajian Akademik yang beberapa kali dilakukan dengan memanfaatkan platform akun Facebook PPI Taiwan juga turut meramaikan khazanah edukasi yang dilakukan PPI Taiwan demi memperluas wawasan anggotanya, serta masyarakat umum. Belum lagi terkait dengan gambaran studi di Taiwan, Bidang Publikasi dan Jaringan Informasi PPI Taiwan memegang peranan penting dalam memberikan informasi yang kredibel. Upaya tersebut juga beberapa kali telah dikonkretkan melalui sebaran diskusi interaktif yang diunggah ke kanal Youtube PPI Taiwan.

Pelaksanaan Penyuluhan HIV/AIDS dan Narkoba PPI Taiwan bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama di Taipei
Pelaksanaan Penyuluhan HIV/AIDS dan Narkoba PPI Taiwan bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama di Taipei © Bidang Pengabdian Masyarakat PPI Taiwan

2. Seni dan Budaya Indonesia

Untuk bidang yang satu ini tak perlu diragukan lagi, melalui perpanjangan tangan Bidang Seni, Budaya, dan Kreativitas PPI Taiwan, juga dibantu dengan peran PPI wilayah dan kampus di seantero Taiwan, para pemuda-pemudi Indonesia tak pernah lelah dalam menawarkan eksotisme dan kekayaan seni dan budaya Indonesia. Di bawah naungan dan support langsung dari KDEI Taipei, di sepanjang tahun, hampir tak pernah sepi agenda semacam Indonesian Cultural Show diselenggarakan. Dari mulai ujung utara sampai ujung selatan Taiwan, semua mahasiswa Indonesia berlomba-lomba dalam memperkenalkan budaya dan kesenian khas Indonesia kepada masyarakat Taiwan dan juga Internasional. Tak hanya event sebesar kampus, bahkan acara yang diperuntukkan untuk satu kota/wilayah tertentu pun mampu dilakukan.

Perlu diakui bahwa tak semua mahasiswa Indonesia di Taiwan memiliki background yang mumpuni untuk menjadi pelaku seni dan budaya. Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman (yang mungkin) terbatas dalam menari, menyanyi, bermusik, paduan suara, hingga berdialog dalam drama (in English) tak pernah menyurutkan semangat pemuda-pemudi Indonesia di Taiwan dalam menyajikan pagelaran budaya dan kesenian yang menarik melalui ide-ide kreatifnya.

Kami sadar bahwa keberadaan kami di sini bukan semata hanya untuk memenuhi kehausan ilmu pengetahuan yang sejatinya memang kami cari, melainkan juga demi memperlihatkan wajah Indonesia di kancah dunia, melalui bidang apapun. Bahkan ketika mengutip kata-kata narasumber dalam sesi Kajian Online spesial Sumpah Pemuda yang digelar kemarin (27/10), "Kami melanjutkan studi di luar negeri (Taiwan) bukan karena kami tak ingin menuntut ilmu di tanah air, akan tetapi kami melanjutkan studi ke luar negeri ini adalah semata demi Indonesia yang lebih baik nantinya", kita bisa maknai bahwa keberadaan mahasiswa (pemuda-pemudi) Indonesia di tiap jengkal tanah asing yang ditempati adalah menjadi tanggung jawab tersendiri untuk berkarya positif demi bangsa.

Kalau penasaran pagelaran macam apa yang pernah ada dan dilaksanakan di Taiwan, berikut adalah salah satu contoh Indonesian Cultural Day 2017 yang diselenggarakan oleh salah satu kampus di Taiwan.


3. Kerohanian dan Pergerakan Islam

Nah, untuk yang satu ini agaknya tak perlu diuraikan terlalu panjang ya, karena untuk urusan pergerakan kerohanian semacam ini telah dilakukan oleh seluruh pemuda di seantero Taiwan melalui berbagai macam organisasi di bawah payung hierarki PPI Taiwan, atau yang lebih dikenal di kalangan mahasiswa Muslim Taiwan ada FORMMIT, dan juga komunitas-komunitas dan organisasi lain serupa. Dan lagi, di bidang kerohanian, pemuda Indonesia di Taiwan baik melalui jalur dakwah maupun jalur lainnya juga telah berkomitmen sejak lama bahwa urgensitas pergerakan pemuda di bidang ini juga tak kalah penting jika dibandingkan dengan bidang-bidang lainnya. Dan untuk lebih jelas dalam mengamati bagaimana pergerakan pemuda-pemudi Indonesia di Taiwan, pembaca juga bisa me-refer ke tautan tentang Masjid At Taqwa Taiwan atau tentang salah satu kegiatan FORMMIT.

Tak hanya kegiatan-kegiatan kajian yang dilaksanakan di dalam masjid, mushalla, dan ruangan-ruangan kampus, FORMMIT juga sering mengadakan aktivitas di ruang terbuka, bertajuk Rihlah.

Agaknya banyak sekali bentuk pergerakan dan cara berbakti untuk Indonesia dari para pemuda. Kita pun dibebaskan untuk memilih cara yang mana dan dalam bentuk apa bakti itu dilakukan, baik yang dimulai dari diri sendiri maupun dalam semangat kolaborasi. Tak penting keberadaan kita di mana, mau di dalam negeri atau di negeri orang sama sekali bukan masalah berarti. Yang terpenting, jika tujuan memajukan Indonesia telah ada dalam hati, sumpah bertumpah darah satu telah terpatri, sumpah berbangsa satu telah berhasil dijiwai, dan sumpah menjunjung tinggi bahasa persatuan: bahasa Indonesia telah dimaknai, tak akan ada lagi yang mampu menghentikan gelora pergerakan pemuda Indonesia untuk mengguncang dunia dengan pergerakan positif dan langkah nyata.

#KotakAjaib

Sumber:

  1. AD/ART PPI Taiwan yang disahkan pada tahun 2016: https://ppitaiwan.org/2016/11/04/ad-art-ppi-taiwan/
  2. Data PKBM PPI Taiwan di Kemdikbud: http://referensi.data.kemdikbud.go.id/tabs.php?npsn=P9908880
  3. Fanspage Indonesian Week PPI Taiwan: https://www.facebook.com/iwppitaiwan/
  4. Hasil suntingan dari artikel sejarah PKBM PPI Taiwan: http://pkbmppitaiwan.sch.id/sejarah.html
  5. Intai Channel: https://www.youtube.com/channel/UCtQR6WxW5E2GutgGA571xIQ
  6. Wikipedia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu